Perubahan Irama Jantung (Sinus Aritmia) Pada Anak-anak, Apakah Berbahaya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/05/2020
Bagikan sekarang

Jantung manusia berdetak dengan ketukan tertentu yang beraturan. Ketukan ini hampir sama dengan pergerakan detik pada jam. Namun, jika terdapat gangguan pada sistem kardiovaskuler, irama detak jantung bisa berubah. Hal ini dikenal dengan aritmia. Sinus aritmia merupakan salah jenis aritmia dan hal ini lebih umum terjadi pada usia anak-anak.

Apa itu sinus aritmia?

Sinus aritmia tidak ada hubungannya dengan rongga sinus hidung yang berada di dalam wajah. Sinus disini merujuk pada sinoatrial atau nodus sinus jantung. Ini adalah bagian jantung yang terletak pada serambi jantung bagian kanan, dan berperan sebagai “alat pacu jantung” alami dalam mengatur irama detak jantung seseorang.

Sinus aritmia dibagi menjadi dua, yaitu respiratori dan non-respiratori. Sinus aritmia respiratori merupakan jenis sinus aritmia yang paling umum, dan berhubungan dengan refleks kerja paru dan sistem pembuluh darah, khususnya pada anak-anak.

Sedangkan sinus aritmia non-respiratori lebih umum dialami oleh lansia yang mengalami penyakit jantung, namun bagaimana terjadinya hal ini belum diketahui pasti.

Apakah aritmia pada anak berbahaya?

Irama jantung pada anak umumnya memang dapat bervariasi bergantung pada usia dan aktivitas anak. Detak jantung saat istirahat umumnya berkurang seiring dengan pertambahan usia. Batas normal detak jantung pada anak-anak adalah dengan rentang sebagai berikut:

  • Bayi (0 – 1 tahun): sekitar 100 – 150 detak jantung per menit
  • Anak di bawah tiga tahun: 70 – 11- detak jantung per menit
  • Anak usia 3 – 12 tahun: 55 – 85 detak jantung per menit

Sinus aritmia pada anak pada umumnya tidak berbahaya karena hal ini tergolong normal dan terjadi ketika detak jantung cenderung mudah berubah mengikuti pola bernapas. Salah satu penyebab yang diperkirakan memicu terjadinya sinus aritmia pada anak adalah efisiensi kerja jantung dalam mengatur jumlah oksigen yang tepat, sehingga dalam keadaan tertentu dapat menyebabkan gejala seperti aritmia.

Pada kasus sinus aritmia, perubahan irama jantung terjadi ketika proses menghirup napas menyebabkan detak jantung meningkat, sebaliknya detak jantung menurun ketika mengeluarkan napas. Seorang anak dapat dikatakan mengalami sinus aritmia ketika jeda antara detak jantung satu dengan lainnya memiliki perbedaan 0,16 detik, terutama ketika sedang mengeluarkan napas.

Kapan aritmia pada anak perlu diwaspadai?

Seperti pada orang dewasa, aritmia dapat menyebabkan jantung berdetak kurang efektif, sehingga aliran darah dari jantung ke otak dan seluruh tubuh menjadi terganggu. Efek aritmia bisa menjadi serius ketika penderita juga merasakan gejala:

  • Pusing
  • Wajah nampak pucat
  • Kelelahan
  • Lemas
  • Palpitasi (detak jantung begitu keras)
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri pada dada
  • Kehilangan kesadaran
  • Anak mudah marah
  • Tidak mau makan

Aritmia pada anak bisa konstan, muncul dan menghilang sewaktu-waktu, namun juga dapat menghilang seiring pertambahan usia. Sering kali penyebab dan gejala dan aritmia pada anak tidak diketahui.

Apakah aritmia pada anak perlu ditangani?

Umumnya, sinus aritimia pada anak-anak tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya ketika dewasa. Hal tersebut dikarenakan pada usia anak-anak, jantung seseorang masih mengalami perkembangan. Adanya perubahan kerja jantung pada masa tersebut memang dapat menimbulkan sinus aritmia.

Perubahan irama jantung yang menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dapat bergantung pada kondisi dan aktivitas anak. Peningkatan detak jantung saat sedang bermain atau setelah bermain merupakan hal yang wajar, jika tidak disertai dengan gejala yang mengganggu aktivitas.

Selain sinus aritmia, adanya gangguan irama jantung lainnya pada anak merupakan pertanda masalah jantung. Karena jenis aritmia yang dialami anak cukup sulit dipastikan tanpa pemeriksaan yang sesuai, maka Anda perlu mewaspadai jika perubahan irama jantung terjadi terlalu cepat.

Jika anak mengalami gejala aritmia, cek faktor lainnya seperti adanya riwayat jantung bawaan, infeksi, ketidakseimbangan kimia tubuh terutama garam mineral, apakah anak sedang mengalami demam, atau sedang diberi obat tertentu.

Sinus aritmia tidak memerlukan pengobatan spesifik, selama kondisi aritmia yang dialami tidak mengganggu aktivitas. Jika terbukti adanya penyebab lainnya yang memicu aritmia, maka pengobatan dan pengendalian akan difokuskan pada hal tersebut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Benarkah Pola Asuh Orangtua Memengaruhi Kesehatan Anak?

Apa yang diajarkan orang tua kepada anak memengaruhi kepribadiannya. Bagaimana dengan kesehatan anak? Apakah pola asuh orangtua memengaruhi kesehatan anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020