Perubahan Irama Jantung (Sinus Aritmia) Pada Anak-anak, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jantung manusia berdetak dengan ketukan tertentu yang beraturan. Ketukan ini hampir sama dengan pergerakan detik pada jam. Namun, jika terdapat gangguan pada sistem kardiovaskuler, irama detak jantung bisa berubah. Hal ini dikenal dengan aritmia. Sinus aritmia merupakan salah jenis aritmia dan hal ini lebih umum terjadi pada usia anak-anak.

Apa itu sinus aritmia?

Sinus aritmia tidak ada hubungannya dengan rongga sinus hidung yang berada di dalam wajah. Sinus disini merujuk pada sinoatrial atau nodus sinus jantung. Ini adalah bagian jantung yang terletak pada serambi jantung bagian kanan, dan berperan sebagai “alat pacu jantung” alami dalam mengatur irama detak jantung seseorang.

Sinus aritmia dibagi menjadi dua, yaitu respiratori dan non-respiratori. Sinus aritmia respiratori merupakan jenis sinus aritmia yang paling umum, dan berhubungan dengan refleks kerja paru dan sistem pembuluh darah, khususnya pada anak-anak.

Sedangkan sinus aritmia non-respiratori lebih umum dialami oleh lansia yang mengalami penyakit jantung, namun bagaimana terjadinya hal ini belum diketahui pasti.

Apakah aritmia pada anak berbahaya?

Irama jantung pada anak umumnya memang dapat bervariasi bergantung pada usia dan aktivitas anak. Detak jantung saat istirahat umumnya berkurang seiring dengan pertambahan usia. Batas normal detak jantung pada anak-anak adalah dengan rentang sebagai berikut:

  • Bayi (0 – 1 tahun): sekitar 100 – 150 detak jantung per menit
  • Anak di bawah tiga tahun: 70 – 11- detak jantung per menit
  • Anak usia 3 – 12 tahun: 55 – 85 detak jantung per menit

Sinus aritmia pada anak pada umumnya tidak berbahaya karena hal ini tergolong normal dan terjadi ketika detak jantung cenderung mudah berubah mengikuti pola bernapas. Salah satu penyebab yang diperkirakan memicu terjadinya sinus aritmia pada anak adalah efisiensi kerja jantung dalam mengatur jumlah oksigen yang tepat, sehingga dalam keadaan tertentu dapat menyebabkan gejala seperti aritmia.

Pada kasus sinus aritmia, perubahan irama jantung terjadi ketika proses menghirup napas menyebabkan detak jantung meningkat, sebaliknya detak jantung menurun ketika mengeluarkan napas. Seorang anak dapat dikatakan mengalami sinus aritmia ketika jeda antara detak jantung satu dengan lainnya memiliki perbedaan 0,16 detik, terutama ketika sedang mengeluarkan napas.

Kapan aritmia pada anak perlu diwaspadai?

Seperti pada orang dewasa, aritmia dapat menyebabkan jantung berdetak kurang efektif, sehingga aliran darah dari jantung ke otak dan seluruh tubuh menjadi terganggu. Efek aritmia bisa menjadi serius ketika penderita juga merasakan gejala:

  • Pusing
  • Wajah nampak pucat
  • Kelelahan
  • Lemas
  • Palpitasi (detak jantung begitu keras)
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri pada dada
  • Kehilangan kesadaran
  • Anak mudah marah
  • Tidak mau makan

Aritmia pada anak bisa konstan, muncul dan menghilang sewaktu-waktu, namun juga dapat menghilang seiring pertambahan usia. Sering kali penyebab dan gejala dan aritmia pada anak tidak diketahui.

Apakah aritmia pada anak perlu ditangani?

Umumnya, sinus aritimia pada anak-anak tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya ketika dewasa. Hal tersebut dikarenakan pada usia anak-anak, jantung seseorang masih mengalami perkembangan. Adanya perubahan kerja jantung pada masa tersebut memang dapat menimbulkan sinus aritmia.

Perubahan irama jantung yang menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dapat bergantung pada kondisi dan aktivitas anak. Peningkatan detak jantung saat sedang bermain atau setelah bermain merupakan hal yang wajar, jika tidak disertai dengan gejala yang mengganggu aktivitas.

Selain sinus aritmia, adanya gangguan irama jantung lainnya pada anak merupakan pertanda masalah jantung. Karena jenis aritmia yang dialami anak cukup sulit dipastikan tanpa pemeriksaan yang sesuai, maka Anda perlu mewaspadai jika perubahan irama jantung terjadi terlalu cepat.

Jika anak mengalami gejala aritmia, cek faktor lainnya seperti adanya riwayat jantung bawaan, infeksi, ketidakseimbangan kimia tubuh terutama garam mineral, apakah anak sedang mengalami demam, atau sedang diberi obat tertentu.

Sinus aritmia tidak memerlukan pengobatan spesifik, selama kondisi aritmia yang dialami tidak mengganggu aktivitas. Jika terbukti adanya penyebab lainnya yang memicu aritmia, maka pengobatan dan pengendalian akan difokuskan pada hal tersebut.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Disleksia, Gangguan Belajar yang Membuat Anak Kesulitan untuk Membaca

Penyakit disleksia adalah gangguan pada kemampuan baca, tulis, dan mengeja pada anak. Kenali lebih dalam tentang disleksia pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 24 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Tourette Syndrome, Gangguan Saraf yang Membuat Anak Tidak Bisa Mengendalikan Gerakan

Tourette syndrome adalah kelainan bawaan sejak bayi lahir. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gangguan Saraf pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Anak bisa mual ketika sakit atau selama perjalanan jauh dengan mobil. Lalu, obat mual apa yang aman untuk anak? Bagaimana cara mengatasi mual anak di rumah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Anak, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Hati-hati, tidak semua obat pilek bayi aman untuk kesehatan si kecil. Lantas, obat apa saja yang aman dan ampuh mengobati gejala pilek pada bayi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Anak, Parenting 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat radang tenggorokan pada anak

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
perbedaan laktosa dan sukrosa

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit