Gejala Demam pada Anak yang Tidak Boleh Orang Tua Abaikan

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/01/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Bagi orang tua yang telah memiliki buah hati, pertumbuhan dan perkembangannya sudah harus menjadi salah satu prioritas utama. Namun, ada saja gangguan kesehatan yang sulit untuk dihindari dan selalu menyerang kesehatan anak, contohnya seperti demam. Demam merupakan gangguan kesehatan yang biasa terjadi pada anak-anak termasuk yang berusia di bawah 10 tahun. Untuk itu, Anda perlu tahu gejala demam pada anak sejak dari awal kemunculannya.

Mengapa demam terjadi pada anak?

Demam sebenarnya bukan sebuah penyakit. Sebaliknya, gejala demam pada anak merupakan tanda-tanda bahwa tubuh si Kecil sedang melawan serangan penyakit atau infeksi.

Saat tubuh memiliki suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius atau lebih, maka si Kecil dikatakan sedang mengalami demam. Tubuh memiliki beberapa cara dalam menjaga suhu agar tetap stabil dengan merespon perubahan pada cuaca atau temperatur udara dengan:

  • Meningkatkan atau menurunkan produksi keringat
  • Mendekatkan atau juga menjauhkan aliran darah dari permukaan kulit
  • Membuang atau menjaga kadar cairan dalam tubuh
  • Mencari lingkungan yang lebih dingin atau hangat

Lalu apa gejala demam pada anak?

Demam menyebabkan rasa tidak nyaman pada anak seiring dengan suhu atau temperatur tubuh yang terus naik. Bersama dengan suhu tubuh yang mencapai atau melebihi 38 derajat celcius, gejala demam yang mungkin dirasakan anak adalah:

  • Tingkat aktivitas anak menurun tidak seperti biasanya
  • Anak lebih rewel, hilang nafsu makan dan lebih cepat haus
  • Anak akan merasakan peningkatan suhu pada tubuh atau bahkan merasa kepanasan. Namun perlu diingat, angka yang menunjukkan suhu tubuh si kecil belum tentu setinggi yang Anda kira

Gejala demam pada anak mungkin terlihat seperti gejala saat gangguan kesehatan lain terjadi. Menurut American Academy of Pediatrics, jika si kecil berusia di bawah 3 tahun dan memiliki suhu tubuh 38 derajat celcius atau lebih, Anda perlu segera membawanya ke dokter.

Demam termasuk gangguan kesehatan yang jarang sampai membahayakan si Kecil. Namun, peningkatan suhu tubuh dapat membuat anak menggigil dan berkeringat ketika suhu menurun, sehingga menyebabkan anak tidak nyaman.

Terkadang ketika cairan tubuh hilang dan tidak segera diganti, si Kecil mungkin mengalami dehidrasi ringan. Sehingga Anda perlu memperhatikan gejala demam pada anak.

Apakah anak yang demam perlu penanganan dokter?

Anda tidak perlu menemui dokter anak jika si Kecil yang mengalami demam sudah menginjak usia 3 tahun atau lebih. Mengatasi demam dapat dilakukan di rumah. Terdapat beberapa obat yang dapat membantu menurunkan panas. Tapi Anda perlu tetap memperhatikan kandungannya dan memilih yang memberikan efek samping paling rendah.

Demam dapat membuat si Kecil merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, Anda perlu mengatasinya. Namun saat mengatasi demam, perlu diingat bahwa Anda tidak dapat mempercepat proses tubuh dalam melawan sebuah penyakit atau infeksi. Anda dapat membantu anak dalam meredakan rasa tidak nyaman yang dirasakan, contohnya seperti menurunkan suhu badan yang panas.

Di sisi lain, terdapat beberapa gejala demam pada anak yang merupakan pertanda dari penyakit lain. Jika hal ini terjadi, Anda perlu segera menghubungi dokter.

Gejala demam pada anak yang berbahaya biasanya disertai:

  • Lesu dan tidak merespon pada panggilan Anda
  • Tidak sadarkan diri untuk pertama kali
  • Kesulitan atau sesak napas
  • Muntah-muntah
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada bagian perut
  • Leher kaku
  • Demam lebih dari 3 hari
  • Pernah bepergian atau mengalami kontak langsung dengan seseorang yang memiliki infeksi serius

Bayi berusia di bawah 3 bulan yang mengalami demam juga perlu segera dibawa ke dokter.

Orang tua perlu jeli dalam menjaga kesehatan anak sejak dini. Demam pada umumnya bukan merupakan ancaman yang serius bagi kesehatan. Akan tetapi, apabila gejala demam pada anak disertai beberapa gejala lain yang jarang terjadi, lebih baik segera membawa si kecil ke dokter atau ahli kesehatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Makanan dan Minuman Terbaik Saat Demam Agar Cepat Pulih

Saat demam, makanan dan minuman yang Anda konsumsi turut menentukan keberhasilan tubuh melawan penyakit. Apa saja makanan dan minuman terbaik untuk demam?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 23/08/2019 . 4 menit baca

Daftar Tes Laboratorium yang Mesti Dilakukan Jika Demam Tak Kunjung Reda

Demam dapat menjadi gejala dari berbagai macam penyakit. Inilah sebabnya pemeriksaan laboratorium diperlukan. Apa saja komponen yang perlu diperiksa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/04/2019 . 4 menit baca

Apakah Demam Tinggi Saat Hamil Berbahaya Bagi Janin?

Demam mungkin masalah kesehatan yang ringan, Namun jika demam tinggi saat hamil, apakah membahayakan bayi? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14/04/2018 . 4 menit baca

Jangan Disepelekan, 3 Gejala Demam Ini Perlu Perawatan Serius

Bukan hanya flu, demam bis terjadi karena adanya penyakit kronis dan butuh perawatan dokter. Simak gejala demam yang harus diwaspadai oleh Anda berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/04/2018 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi demam pada anak

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . 3 menit baca
anak infeksi covid-19

Tidak Perlu Panik, Begini Cara Mengatasi Demam pada Anak di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27/01/2020 . 4 menit baca
Menjaga kesehatan anak

Tips Menjaga Kesehatan Anak agar Tak Mudah Terserang Penyakit

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23/01/2020 . 4 menit baca
tubuh berkeringat saat demam

Kenapa Ketika Demam Kita Harus Lebih Banyak Berkeringat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 07/09/2019 . 4 menit baca