Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apakah Boleh Menambahkan Kayu Manis untuk MPASI Si Kecil?

Apakah Boleh Menambahkan Kayu Manis untuk MPASI Si Kecil?

Sejak usia 6 bulan ke atas, ibu sudah boleh memberikan makanan padat untuk si kecil. Berbagai macam cara pasti dilakukan oleh para ibu agar si kecil menikmati makanannya. Maka dari itu, untuk menambah rasa terkadang banyak ibu menambahkan bumbu atau rempah-rempah seperti kayu manis. Namun, bolehkah menggunakan kayu manis untuk MPASI? Apakah aman? Simak penjelasannya di sini.

Bolehkah menambahkan kayu manis untuk MPASI?

Kayu manis untuk MPASI

Mengutip dari Mayo Clinic, memberikan MPASI kepada bayi dilakukan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dan gizinya. Ini juga sekaligus melatih koordinasi otot mulutnya saat menelan makanan yang masuk.

Awalnya, para orangtua umumnya tidak menambahkan gula atau garam ke dalam makanannya. Lama-lama, berbagai bumbu mulai ditambahkan termasuk kayu manis.

Memperkenalkan bumbu dan rempah dalam MPASI dapat membantu agar anak terbiasa dengan rasa sekaligus membangkitkan seleranya untuk makan.

Apalagi, rempah seperti kayu manis juga mempunyai kandungan vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk si kecil.

Menambahkan kayu manis untuk MPASI tergolong aman dan diperbolehkan. The US Food & Drug Administration pun menganggap bahwa bayi boleh mengonsumsi kayu manis pada usia 6 bulan.

Berikut adalah beberapa manfaat kayu manis untuk MPASI.

1. Kaya antioksidan

Senyawa antioksidan berupa polifenol dalam kayu manis dapat melindungi tubuh si kecil dari efek radikal bebas.

Tak hanya meningkatkan kekebalan tubuh, jenis rempah yang satu ini juga dapat membantu mempercepat pemulihan infeksi serta cedera.

2. Meredakan flu

Efek melegakan dari kayu manis untuk MPASI juga dapat membantu meredakan gejala flu dan batuk.

Selain mencegah terjadinya infeksi seperti demam, kayu manis juga dapat membantu memperlancar sistem pernapasan yang terhambat saat flu.

3. Melancarkan pencernaan

Seperti orang dewasa, sembelit pada bayi adalah kondisi yang cukup umum terjadi karena sistem pencernaannya belum sempurna.

Apalagi, pada waktu MPASI, sistem pencernaanya masih beradaptasi dengan makanan.

Pemberian kayu manis untuk MPASI diklaim dapat membantu melancarkan pencernaan si kecil karena terdapat kandungan serat yang cukup tinggi.

Tak hanya untuk gangguan pencernaan, kayu manis juga diduga bermanfaat untuk bantu mengatasi masalah perut kembung, kram perut, hingga kejang usus.

Dosis kayu manis untuk MPASI

Kayu manis untuk MPASI

Walaupun menambahkan kayu manis untuk MPASI tergolong aman dan boleh, orangtua juga perlu mengetahui seberapa banyak pemberian takarannya.

Pada tahap awal perkenalan rempah-rempah, cukup berikan 1 atau setengah sendok teh bubuk kayu manis ke dalam makanan.

Sebagai contoh, campurkan bubuk kayu manis ke dalam yoghurt, oatmeal, serta buah pisang atau apel yang sudah dilumatkan terlebih dahulu.

Untuk tahu apakah anak suka dengan kayu manis atau tidak, lakukan cara berikut. Sebelumnya, berikan anak puree apel atau pisang tanpa campuran apa pun.

Kemudian esok harinya, coba berikan yang telah dicampur dengan kayu manis. Lalu bandingkan, kira-kira apakah keduanya dihabiskan dengan lahap atau tidak.

Jika anak melepehnya, jangan putus asa. Pasalnya, memperkenalkan makanan baru pada si kecil memang butuh kesabaran.

Berikut adalah tips yang bisa orangtua coba saat memperkenalkan kayu manis ke dalam MPASI.

  • Mulailah perlahan, tambahkan kayu manis pada makanan yang cocok dan ia gemari.
  • Tambahkan dalam jumlah kecil tetapi ia tetap menikmati perubahan rasa.
  • Pastikan bubuk kayu manis yang Anda gunakan terjamin kebersihannya.

Efek samping kayu manis pada bayi

Kayu manis untuk MPASI

Sebenarnya, kasus alergi pada anak akibat dari pemberian rempah seperti kayu manis adalah hal yang cukup jarang terjadi.

Namun, tidak menutup kemungkinan tubuh si kecil memperlihatkan efek samping tertentu akibat pemberian dosis yang berlebihan.

Berikut adalah gejala atau tanda yang bisa terlihat saat anak mengalami alergi, yaitu:

  • iritasi kulit,
  • sakit perut,
  • susah bernapas,
  • mata merah dan berair,
  • pembengkakan area bibir atau lidah, serta
  • gejala alergi lainnya.

Kondisi alergi pada kayu manis ini bisa meningkat apabila ada faktor keturunan dari orangtua. Apabila si kecil mengalami alergi pada kayu manis untuk MPASI, sistem kekebalan tubuh akan melawannya.

Sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan zat yang disebut sebagai histamin. Histamin inilah yang menjadi penyebab munculnya iritasi serta peradangan.

Sebagai orangtua, pastinya Anda ingin memberikan menu MPASI terbaik untuk si kecil. Maka dari itu, cobalah memvariasikan berbagai resep, termasuk menambahkan kayu manis untuk MPASI.

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter agar kesehatan serta perkembangan bayi tetap terpantau oleh ahlinya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Solid foods: How to get your baby started. (2021). Retrieved 6 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20046200

Harrison, C. (2021). Add Herbs and Spice to Baby Food | Food & Nutrition | Stone Soup. Retrieved 6 May 2021, from https://foodandnutrition.org/blogs/stone-soup/add-herbs-spice-baby-food/

CFR – Code of Federal Regulations Title 21. (2021). Retrieved 6 May 2021, from https://www.accessdata.fda.gov/scripts/cdrh/cfdocs/cfCFR/CFRSearch.cfm?CFRPart=582&showFR=1

Is Cinnamon Good For You? | The Whole U. (2016). Retrieved 6 May 2021, from https://thewholeu.uw.edu/2016/03/03/is-cinnamon-good-for-you/

Reasons to Give Your Baby Cinnamon – SleepBaby.org. (2020). Retrieved 6 May 2021, from https://sleepbaby.org/giving-baby-cinnamon/

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 22/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita