Ortu Perlu Tahu, Ini Plus Minusnya Bila Kakak Adik Tidur di Kamar yang Sama

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hubungan keluarga yang baik tidak hanya terjalin antara orangtua dengan anak. Namun juga didukung dengan keharmonisan antar saudara kandung. Jika Anda berinisiatif untuk mendekatkan mereka satu sama lain, membiarkan kakak adik tidur sekamar bisa jadi pilihan. Namun, ada baiknya jika Anda mempertimbangkan hal-hal berikut.

Pro dan kontra kakak adik tidur sekamar

Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan pada HHS Author Manuscript menjelaskan mengenai peran penting kehadiran saudara kandung,

Studi tersebut menyatakan bahwa saudara memiliki peran yang penting, yaitu sebagai sahabat, orang yang bisa dipercaya, sekaligus pembanding sosial. Mereka dapat memengaruhi satu sama lain.

Hal-hal itulah yang kemudian akan memengaruhi perkembangan anak satu sama lain. Sang adik akan menjadikan kakak sebagai panutannya. Sementara sang kakak, akan merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan menjadi sosok yang baik bagi adiknya.

Untuk itu, orangtua perlu mempererat hubungan mereka. Caranya beragam, salah satunya adalah menempatkan kakak dan adik dalam satu kamar tidur yang sama. Lantas, apa saja keuntungan dan kekurangan menerapkan aturan ini?

Keuntungan membiarkan kakak dan adik tidur sekamar

Mempererat ikatan persaudaraan

Mendekatkan hubungan antara saudara kandung mungkin tidak cukup dengan membiarkan mereka main bersama. Mungkin butuh waktu lebih lagi untuk dihabiskan bersama. Nah, waktu tidur inilah yang menjadi peluangnya.

Membiarkan anak tidur sekamar dapat membantu mereka untuk memahami satu sama lain. Apalagi, jika sang adik tidak bisa tidur sendiri, sang kakak bisa menemaninya. Sebelum tidur, kakak dan adik sangat mungkin membuka obrolan ringan. Entah itu mengenai pengalaman, mainan baru, acara TV kesukaan, dan lain-lain.

Mengajarkan anak untuk berbagi

Membiarkan kakak dan adik tidur di kamar yang sama tidak hanya mempererat hubungan mereka, tapi juga mengajarkan anak untuk berbagi. Belajar berbagi melibatkan banyak emosi dalam diri anak, seperti empati dan simpati (merasakan apa yang dirasakan orang lain) dan sifat murah hati untuk memberikan apa yang dimiliki anak.

Selain itu, tidur sekamar juga mengajarkan sang kakak dan adik untuk memahami batasan dan peraturan. Misalnya, sang adik tidak boleh membuat kasur sang kakak berantakan atau mengotorinya. Begitu pula sebaliknya.

kamar tidur anak laki-laki dan perempuan

Kekurangan jika kakak dan adik tidur sekamar

Anak menjadi tidak leluasa

Meski terdapat keuntungan, ada pula kekurangannya jika membiarkan anak tidur sekamar. Salah satunya adalah anak jadi tidak leluasa mengeksplorasi kamar tidurnya.

Contohnya, sang kakak sangat suka dengan bunga sehingga ingin mendekorasi kamarnya dengan sticker bunga, sementara sang adik tidak menyukainya. Bisa juga kebalikannya, sang adik asyik bermain di kamar padahal sang kakak hendak belajar.

Keadaan itu tentu bisa memicu pertengkaran di antara keduanya.

Anak tidak merasa tidak memiliki privasi dan tidak nyaman

Tidak hanya itu, kakak dan adik yang tidur sekamar terkadang membuat mereka merasa tidak memiliki privasi. Padahal, anak membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri.

Baik itu mengerjakan sesuatu dengan tenang, merias kamar sesuai keinginannya, dan memberinya tempat ketika mereka sedang bersedih atau ingin sendiri.

Ruang pribadi untuk anak sangat mereka butuhkan, terutama ketika mereka bertambah besar atau menuju pubertas. Apalagi jika sang kakak dan adik memiliki jenis kelamin yang berbeda.

Semakin dewasa, anak akan mengalami perubahan pada tubuh mereka. Mereka perlu menjaganya dari pandangan dan sentuhan orang lain, termasuk saudara kandungnya sendiri.

Lantas, apa yang harus dilakukan orangtua?

Boleh-boleh saja membiarkan anak tidur di kamar yang sama. Namun, Anda perlu bertanya pada anak lebih dahulu, apakah ia mau atau tidak. Jangan memaksa jika sang kakak atau adik menolak hal ini.

Jika anak mantap untuk berbagi kamar yang sama dengan kakak atau adiknya, Anda juga perlu menanyakannya secara berkala untuk memastikannya. Misalkan, apabila sewaktu-waktu anak Anda mungkin membutuhkan kamar sendiri.

Meski tidak ada batasan usia spesifik, anak-anak yang mulai memasuki sekolah biasanya mulai mengembangkan sikap mandiri. Mereka sudah bisa memiliki kamar sendiri karena sudah berani tidur sendiri dan bertanggung jawab menjaga kebersihan kamarnya. Itu sebabnya, menanyakan dan meyakinkannya menjadi penting.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Social Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Sosial)

Berbeda dengan pemalu atau gugup, penderita social anxiety disorder bisa terserang panik dan rasa takut saat bersosialisasi. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Luka Tertusuk

Karena jenis luka ini mudah tertutup, luka tusuk kerap menimbulkan infeksi jika tidak cepat diobati. Inilah pertolongan pertama untuk luka tusuk.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
mata kelilipan

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Cara Mengatasi Mata Kelilipan yang Benar

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Mitos Keliru Tentang Orang Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
laktosa untuk anak

Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit