Propecia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa propecia digunakan?

Propecia adalah obat minum yang tersedia dalam bentuk tablet salut selaput. Obat ini mengandung bahan aktif utama finasteride, yaitu obat-obatan 5-alpha reductase inhibitor.

Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi kondisi androgenetic alopecia atau masalah kebotakan pada pria. Biasanya, kondisi ini menyerang bagian depan dan tengah kepala.

Obat ini bekerja dengan cara menghalangi produksi hormon pria di dalam tubuh yang dapat menghentikan pertumbuhan rambut di area kepala yang telah disebutkan di atas. Obat ini hanya boleh digunakan oleh pria dan tidak boleh digunakan untuk wanita dan anak-anak.

Obat ini termasuk ke dalam obat resep, sehingga Anda tidak dapat membelinya di apotek tanpa resep dari dokter.

Bagaimana cara penggunaan propecia?

Ada tata cara penggunaan obat yang harus Anda perhatikan untuk mendapatkan manfaat penggunaan obat ini secara maksimal, termasuk:

  • Gunakan obat ini sesuai dengan resep dari dokter, termasuk penggunaan dosis. Dokter tentu telah memberikan dosis yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Jangan menggunakan dosis lebih sedikit atau lebih banyak dari yang telah diberikan oleh dokter. Jangan pula menggunakan obat ini lebih lama dari waktu yang telah ditentukan oleh dokter.
  • Gunakan obat ini dengan meminum segelas air.
  • Obat ini boleh digunakan sebelum atau sesudah makan. Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya.
  • Obat ini hanya dapat bekerja untuk mengatasi kondisi Anda jika Anda mengonsumsinya secara rutin. Bahkan, Anda mungkin membutuhkan waktu hingga tiga bulan lamanya untuk merasakan hasilnya secara maksimal.
  • Jika Anda berhenti menggunakan obat ini, Anda mungkin akan kehilangan rambut yang tumbuh sejak menggunakan obat ini dalam kurun waktu 12 bulan atau satu tahun setelah Anda berhenti menggunakan obat ini.
  • Saat menggunakan obat ini, Anda harus rutin melakukan tes darah.

Bagaimana cara penyimpanan propecia?

Sama halnya dengan penggunaan obat pada umumnya, Anda juga harus mempelajari tata cara penyimpanan obat, seperti berikut.

  • Simpan obat ini di dalam tempat dengan suhu ruang.
  • Jangan menyimpannya di tempat lembap seperti di dalam kamar mandi.
  • Jangan pula menyimpan dan membekukannya di dalam freezer.
  • Jauhkan obat ini dari paparan sinar matahari atau cahaya langsung.
  • Jauhkan pula obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Zat aktif utama dari obat ini, yaitu finasteride, juga tersedia dalam beberapa jenis merek. Merek lain mungkin memiliki tata cara penyimpanan yang berbeda.

Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi, atau jika masa berlaku obat telah habis, Anda harus membuang obat ini. Buang obat ini dengan tata cara pembuangan obat yang benar dan aman untuk lingkungan.

Misalnya, jangan mencampurkan sampah obat dengan sampah rumah tangga biasa. Selain itu, jangan membuang obat di saluran pembuangan air seperti toilet. Anda bisa juga bertanya kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat bagaimana cara membuang obat yang benar dan aman.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis propecia untuk dewasa?

Obat ini sebaiknya digunakan sekali dalam sehari dan dikonsumsi di waktu yang sama. Jangan berhenti menggunakan obat ini tanpa sepengetahuan dokter karena dapat memberikan efek pemberhentian obat seperti rambut yang telah tumbuh rontok kembali setelah 12 bulan berhenti menggunakan obat ini.

Bagaimana dosis propecia untuk anak-anak?

Obat ini memang dibuat khusus untuk pria dewasa. Wanita dan anak-anak tidak disarankan untuk menggunakan obat ini untuk mengatasi kondisi apapun.

Maka dari itu, jangan memberikan obat ini kepada anak-anak. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, tanyakan kepada dokter.

Dalam dosis apa propecia tersedia?

Propecia tersedia dalam sediaan tablet salut selaput, dengan kekuatan 1 miligram (mg).  

Efek Samping

Apa efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan propecia?

Apabila Anda hendak menggunakan obat ini, tentu Anda menyadari bahwa ada kemungkinan timbulnya gejala efek samping penggunaan, layaknya obat-obatan lain. Efek samping ini bisa berupa kondisi kesehatan tertentu, dari mulai yang serius hingga yang ringan.

Berikut adalah efek samping ringan yang mungkin terjadi:

  • Tidak bisa sama sekali atau tidak mampu mempertahankan ereksi
  • Gairah seks berkurang
  • Masalah ejakulasi
  • Rasa sakit di testis
  • Depresi

Anda tidak perlu khawatir jika mengalami efek samping tersebut karena efek samping tersebut akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun, jika efek samping ini menetap atau justru semakin memburuk, beri tahu dokter.

Lalu, ada pula efek samping yang tergolong cukup serius, seperti:

  • Perubahan pada bentuk payudara, seperti membesar, terdapat benjolan, terasa sakit, atau keluar cairan dari puting payudara.
  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan pada wajah dan bibir
  • Susah bernapas atau menelan makanan.

Jika Anda mengalami efek samping tersebut, beri tahu dokter dan segera dapatkan perawatan medis. Sebenarnya, tidak semua kemungkinan efek samping tertera pada daftar di atas. Namun, jika Anda mengalami efek samping lain yang tidak tercantum di atas, beri tahu dokter.

Peringatan & Pencegahan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan propecia?

Sebelum menggunakan propecia, Anda harus memerhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki alergi terhadap propecia atau bahan aktif utama dari obat ini, yaitu finasteride.
  • Beri tahu dokter jika Anda alergi terhadap alergi lain yang mungkin Anda miliki, termasuk alergi terhadap makanan, zat pewarna, zat pengawet, obat-obatan lain, hingga alergi terhadap hewan.
  • Beri tahu dokter segala kondisi kesehatan yang pernah atau sedang Anda alami, termasuk gangguan liver, kanker prostat, infeksi, dan masalah buang air kecil.
  • Obat ini tidak boleh digunakan oleh wanita atua anak-anak.
  • Obat ini dapat terserap melalui kulit, sehingga jika tablet dari obat ini hancur, obat ini tidak boleh disentuh oleh wanita karena mungkin terserap melalui kulitnya. Apalagi jika sang wanita sedang hamil.
  • Sebenarnya, menggunakan obat ini dapat meningkatkan risiko terhadap kanker prostat. Oleh karena itu, selama Anda menggunakan obat ini, Anda harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter Anda.

Apakah propecia aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?

Penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi yang dikandungnya. Bahkan, kondisi ini mungkin terjadi jika ibu hamil menyentuh tablet obat ini, sebab obat ini juga dapat terserap melalui kulit.

Jika seorang ibu hamil menyentuh obat ini tanpa sengaja, segera cuci tangan dengan air dan sabun hingga bersih. Oleh karena itu, obat ini termasuk ke dalam kategori X dalam risiko kehamilan menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •     A= Tidak berisiko,
  •     B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •     C= Mungkin berisiko,
  •     D= Ada bukti positif dari risiko,
  •     X= Kontraindikasi,
  •     N= Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang dapat berinteraksi dengan propecia?

Interaksi antar obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan propecia bersamaan dengan obat-obatan lain. Jika terjadi interaksi, ada kemungkinan risiko efek samping akan meningkat.

Selain itu, cara kerja obat juga mungkin berubah. Tetapi, ada juga kemungkinan bahwa interaksi yang terjadi mungkin menjadi alternatif terbaik untuk mengatasi kondisi Anda.

Oleh sebab itu, beri tahu segala jenis obat yang Anda gunakan, mulai dari obat resep, obat non resep, obat herbal, multivitamin, hingga suplemen makan. Jangan mengubah, memulai, atau menghentikan dosis obat yang Anda gunakan tanpa sepengetahuan dokter.

Berikut adalah obat yang mungkin berinteraksi dengan propecia, termasuk:

  • diltiazem
  • duvelisib
  • fluconazole
  • fluvoxamine
  • fostamatinib
  • itraconazole
  • nefazodone
  • nelfinavir
  • saquinavir
  • sirolimus
  • tacrolimus
  • temsirolimus
  • terazosin
  • voriconazole

Apa makanan dan alkohol yang dapat berinteraksi dengan propecia?

Selain obat, ada pula makanan yang mungkin dapat berinteraksi dengan propecia. Jika terjadi interaksi, risiko efek samping penggunaan obat mungkin meningkat. Selain itu, cara kerja obat juga mungkin berubah. Maka dari itu, tanyakan kepada dokter makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan propecia.

Apa kondisi kesehatan yang dapat berinteraksi dengan propecia?

Ada dua kondisi kesehatan yang memiliki potensi interaksi dengan propecia. Jika interaksi terjadi, selain meningkatnya risiko efek samping obat, kondisi kesehatan ini juga mungkin memburuk.

Maka dari itu selalu beri tahu dokter segala kondisi kesehatan yang Anda miliki agar dokter dapat menentukan apakah obat ini aman atau tidak untuk Anda gunakan.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan dalam kondisi gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan jika melewatkan satu dosis?

Jika Anda tidak sengaja melewatkan satu dosis, segera minum dosis yang terlewat saat Anda ingat. Namun, jika waktu telah menunjukkan untuk mengonsumsi dosis berikutnya, lupakan dosis yang terlupa dan gunakan dosis berikutnya sesuai jadwal. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat penumbuh rambut

    4 Jenis Obat Penumbuh Rambut, dari yang Kimiawi Hingga Alami

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit
    menumbuhkan rambut botak

    Bisakah Rambut Botak Karena Alopecia Tumbuh Kembali?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2018 . Waktu baca 3 menit
    prostacom

    Prostacom

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 20 April 2016 . Waktu baca 9 menit
    finasteride

    Finasteride

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 1970 . Waktu baca 9 menit