Citalopram obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Citalopram Merek: Citalopram.

Penggunaan

Untuk apa citalopram?

Citalopram adalah obat untuk mengobati depresi. Obat ini termasuk golongan obat antidepresan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) yang berfungsi mengembalikan keseimbangan serotonin dalam otak sehingga meningkatkan energi dan perasaan Anda.

Citalopram adalah obat yang hanya diresepkan oleh dokter. Gunakan obat ini untuk kondisi yang tercantum di bawah hanya jika sudah diresepkan oleh dokter dan ahli kesehatan Anda.

Dosis citalopram dan efek samping citalopram akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan citalopram?

Bacalah panduan obat dan Brosur Informasi Pasien yang disediakan apotek, jika ada, sebelum Anda mendapatkan obat ini dan setiap kali Anda membeli ulang. Jika ada pertanyaan, ajukan pada dokter atau apoteker.

Obat ini harus diminum lewat mulut biasanya tiga kali sehari, dengan atau tanpa makanan. Jika perut Anda gampang sakit, Anda harus makan terlebih dahulu sebelum minum obat.

Dosis obat yang Anda konsumsi tergantung pada kondisi kesehatan, respon terhadap obat, usia, hasil tes laboratorium, dan pengobatan lain yang sedang Anda jalani. Pastikan untuk memberi tahu dokter atau apoteker tentang obat yang sedang Anda konsumsi (dengan resep atau tidak, serta obat herbal). Jangan menambah atau mengurangi dosis dari yang telah diresepkan karena risiko terjadinya efek samping sangat besar. Jangan konsumsi lebih dari 40 mg per hari.

Jika Anda mengonsumsi obat cair, gunakanlah sendok takar dalam kemasannya atau alat takar lain agar mendapatkan dosis yang tepat. Jangan gunakan sendok dapur untuk mengonsumsi obat.

Untuk mengurangi efek samping, dokter Anda biasanya akan memberikan dosis yang rendah di awal penggunaan dan meningkatkannya secara berkala. Selalu ikuti petunjuk dokter untuk hasil yang optimal. Lebih baik jika obat ini dikonsumsi pada jam yang sama setiap hari.

Tetap konsumsi obat ini sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan walaupun kondisi kesehatan Anda telah membaik. Jangan hentikan pemakaian tanpa memberi tahu dokter karena dapat menimbulkan efek samping. Kemungkinan Anda akan mengalami mood swings, sakit kepala, kelelahan, perubahan waktu tidur, dan merasa disengat setelah mengonsumsi obat ini. Konsultasilah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut serta laporkan setiap saat kondisi Anda memburuk.

Membutuhkan waktu 1 sampai 4 minggu untuk merasakan manfaat obat ini dan butuh beberapa minggu lagi untuk memeroleh hasil yang optimal.

Bagaimana cara penyimpanan Citalopram?

Citalopram adalah obat yang harus disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis citalopram untuk orang dewasa?

Untuk mengobati depresi pada orang dewasa:

  • Dosis awal: 20 mg diminum sekali sehari
  • Dosis lanjutan: 20 sampai 40 mg per hari.  Dosis dapat ditingkatkan hingga 20 mg, tapi tidak untuk lebih dari satu minggu dan tidak melebihi 40 mg per hari.

Dosis untuk depresi pada lansia:

Minum obat ini sebanyak 20 mg per hari. Ini adalah takaran dosis maksimal untuk lansia berusia 60 tahun ke atas.

Bagaimana dosis citalopram untuk anak-anak?

Dosis mengobati depesi pada Pediatrik:

Anak-anak usia 11 tahun keatas:

Dosis awal: Minum 10 mg obat ini  sekali sehari, dosis akan meningkat 5 mg lagi per hari setiap dua minggu jika dibutuhkan. Kisaran dosis per hari berkisar 20 sampai 40 mg.

Anak-anak usia 12 sampai 18 tahun:

Dosis awal: Minum 20 mg oral sekali sehari. Tingkatkan dosis hingga 10 mg per hari setiap dua minggu jika dibutuhkan. Kisaran dosis per hari sebanyak 20-40 mg.

Dalam dosis apakah Citalopram tersedia?

Citalopram adalah obat yang tersedia dalam dosis tablet 20 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena citalopram?

Efek samping citalopram umumnya terkait dengan perubahan kondisi mental. Efek samping yang umum dan normal terjadi, seperti:

  • Merasa lelah dan mudah mengantuk.
  • Tidur bermasalah.
  • Mual yang ringan, diare, sakit perut, dan mulut kering.
  • Hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk.
  • Mudah berkeringat dan sering buang air kecil; perubahan berat badan.
  • Gairah seks menurun, impoten, atau sulit orgasme.

Obat ini juga dapat mengubah mood dan perilaku, seperti jadi gampang cemas dan panik, atau mudah merasa tertekan dan marah, agresif, hiperaktif (mental dan fisik). Beberapa orang melaporkan muncul keinginan untuk bunuh diri dan menyakiti diri sendiri setelah minum obat ini. Laporkan setiap gejala yang muncul pada dokter, terutama jika Anda merasa ingin bunuh diri.

Segera hubungi dokter jika terjadi:

  • Otot kaku, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung tidak stabil, kejang, merasa pingsan
  • Agitasi, berhalusinasi, hiperaktif, mual, muntah-muntah, diare, hilang keseimbangan
  • Sakit kepala yang diikuti nyeri dada, letih-lesu, tak sadarkan diri dan jantung berdebar
  • Sakit kepala, bicara melantur, tidak ada tenaga, kram otot, tubuh tidak seimbang, kejang, dan susah bernapas

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan citalopram?

Sebelum menggunakan obat ini, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat oleh Anda dan dokter Anda. Untuk meminum obat ini, perhatikan hal berikut:

1. Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

2. Penggunaan pada anak-anak

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada anak-anak Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

3. Penggunaan pada lansia

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pasien lanjut usia. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Namun, pasien lanjut usia bisa saja menderita hyponatremia (kadar sodium dalam darah rendah). Butuh penyesuaian dosis terhadap sebelum dikonsumsi.

Apakah Citalopram aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori  C menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

   A= Tidak berisiko,

  B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,

   C=Mungkin berisiko,

   D=Ada bukti positif dari risiko,

   X=Kontraindikasi,

  N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Citalopram?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Abciximab
  • Aceclofenac
  • Lipid Microsphere
  • Phenindione
  • Phenprocoumon
  • Phenylbutazone
  • Piketoprofen
  • Piroxicam

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Citalopram?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Citalopram?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Bipolar disorder (gangguan mood dan depresi).
  • Pendarahan.
  • Glaukoma.
  • Hiponatremia (sodium rendah dalam darah).
  • Kejang-kejang.
  • Bradikardia (detak jantung pelan) dan masalah detak jantung (misal congenital long QT syndrome).
  • Serangan jantung.
  • Gagal jantung.
  • Hipokalemia (kadar kalium dalam darah rendah).
  • Hipomagnesemia (kadar magnesium dalam darah rendah).
  • Penyakit ginjal.
  • Penyakit hati (liver)

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Berikut gejala-gejala overdosis:

  • Letih-lesu.
  • Berkeringat.
  • Mual.
  • Muntah-muntah.
  • Kejang tak menentu.
  • Mudah mengantuk.
  • Detak jantung tak terkendali.
  • Hilang ingatan.
  • Kebingungan.
  • Koma (hilang kesadaran).
  • Sesak napas.
  • Mulut, jari dan kuku membiru.
  • Nyeri otot.
  • Urin berwarna gelap.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Agustus 13, 2018

Yang juga perlu Anda baca