Nama Generik: Alprostadil Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Penggunaan

Untuk apa obat Alprostadil?

Alprostadil adalah obat untuk mengobati disfungsi ereksi pada pria, atau dikenal dengan nama impotensi. Alprostadil bekerja dengan membantu aliran darah menuju penis untuk mencapai dan mempertahankan ereksi.

Alprostadil juga berguna untuk meningkatkan aliran darah dalam bayi baru lahir dengan kondisi jantung genetik tertentu.

Bagaimana aturan pakai Alprostadil?

Obat ini digunakan dengan memasukkan supositoria ke dalam penis sesuai dengan arahan dokter. Dosis berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap terapi. Obat ini biasanya bekerja dalam 5-10 menit untuk menghasilkan ereksi yang berlangsung selama sekitar 30-60 menit. Produsen obat menyarankan bahwa Anda tidak menggunakan lebih dari 2 dosis dalam periode 24 jam.

Beritahu dokter apabila kondisi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk (contohnya, obat tidak menghasilkan ereksi atau menjadi lebih sulit ereksi).

Bagaimana cara menyimpan Alprostadil?

Simpan obat pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat. Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi. Konsultasi dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal untuk detail lebih mendalam tentang bagaimana membuang produk dengan aman.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Alprostadil untuk orang dewasa?

Disfungsi ereksi vasculogenic, psychogenic, atau mixed etiology:

Awal: 2,5 mcg disuntikkan intracavernous ke dalam penis lateral. Jika terdapat respon parsial, dosis mungkin ditingkatkan, dalam 1 jam, 2,5-5 mcg, dan kemudian dari 5-10 mcg, tergantung respon ereksi, sampai dosis yang menghasilkan ereksi cocok untuk hubungan seks  dan tidak lebih dari 1 jam tercapai. Jika tidak ada respon terhadap dosis awal 2,5 mcg, dosis kedua mungkin meningkat sampai 7,5 mcg dalam 1 jam, disusul oleh 5-10 mcg. Tidak lebih dari 2 dosis harus diberikan dalam periode 24 jam selama titrasi awal.

Disfungsi ereksi pure neurogenic etiology (cedera tulang punggung):

Awal: 1,25 mcg disuntikkan intracavernous ke dalam penis lateral. Jika terdapat respon parsial, dosis mungkin ditingkatkan, dalam 1 jam, 1,25-2,5 mcg, disusul oleh 2,5-5 mcg, dan lalu dalam penambahan sebanyak 5 mcg sampai dosis yang menghasilkan ereksi cocok untuk hubungan seks dan tidak lebih dari 1 jam tercapai. Tidak lebih dari 2 dosis harus diberikan dalam periode 24 jam selama titrasi awal.

Maksimal: dosis lebih dari 60 mcg tidak disarankan.

Supositoria transurethral:

Kekuatan dosis supositoria transurethral meliputi 125 mcg, 250 mcg, 500 mcg, dan 1000 mcg per supisotoria urethral. Pemberian dosis alprostadil membutuhkan bantuan mendasar dan pendidikan pasien oleh penyedia layanan kesehatan profesional. Pasien disarankan mulai dengan supositoria uretra 125 mcg atau 250 mcg dan menambah atau mengurangi dosis berdasarkan respon klinis. Dosis terendah yang penting untuk mempertahankan ereksi yang cocok untuk hubungan seks dan mencapai detumescence dalam 1 jam adalah optimal.

Bagaimana dosis Alprostadil untuk anak?

Dosis biasa anak-anak untuk patent ductus arteriosus

Awal: alprostadil untuk suntikan agar mengobati patent ductus arterious harus diberikan melalui infus IV berkelanjutan. Mulailah pemberian cairan dengan 0,05-0,1 mcg/kg/menit. Jika respon terhadap dosis awal ini tidak memadai, dosis bisa dinaikkan sampai 0,4 mcg/kg/menit, walaupun umumnya kadar infus yang lebih tinggi tidak menghasilkan efek yang lebih baik.

Aturan: Setelah respon terapi dicapai, kurangi kadar cairan sampai dosis terendah yang mempertahankan respon. Hal ini mungkin dicapai dengan mengurangi dosis secara bertahap dari 0,1-0,05 sampai 0,025-0,01 mcg/kg/menit.

Dalam dosis dan sediaan apakah Alprostadil tersedia?

Suntikan, intravascular: 500 ug dalam 1 mL

Supositoria, penile: 125 mcg, 250 mcg, 500 mcg, dan 1000 mcg

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Alprostadil?

Dapatkan pertolongan medis apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi: gatal-gatal sulit bernapas bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan alprostadil dan hubungi dokter segera jika Anda mengalami efek samping serius seperti:

  • Merasa pusing, hendak pingsan
  • Sulit buang air kecil, darah di dalam urin
  • Pendarahan, memar, atau bengkak di area suntikan
  • Ereksi menyakitkan yang berlangsung selama 4 jam atau lebih
  • Nyeri atau iritasi luar biasa pada penis atau uretra atau
  • Penis ereksi memerah, benjol, lunak, berbentuk atau melengkung secara tidak wajar

Efek samping yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • Penis mengeluarkan cairan yang tidak normal atau
  • Nyeri ringan di penis, uretra, atau testikel
  • Sakit kepala, pusing
  • Nyeri punggung
  • Ruam pada kulit penis
  • Penis gatal, hangat, atau mati rasa
  • Batuk, hidung tersumbat, gejala-gejala pilek dan flu.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan Alprostadil?

Sebelum menggunakan Alprostadil, beritahu dokter dan apoteker :

    • Jika Anda alergi Alprostadil obat prostaglandin lainnya macam misoprostol (Cytotec, dalam Arthtrotec), bimatoprost (Lumigan), latanoprost (Xalatan), dan travoprost (Travatan) atau obat-obatan lainnya.
    • Obat resep dan tanpa resep yang sedang Anda gunakan, vitamin, suplemen nutrisi, dan produk herbal yang sedang atau akan Anda minum. Pastikan menyebautkan: antikoagulan (pengencer darah) macam heparin dan warfarin (Coumadin) penekan nafsu makan obat alergi, pilek, tekanan darah tinggi, atau penyakit sinus dan obat-obatan lain untuk disfungsi ereksi. Dokter mungkin harus mengubah dosis obat atau mengawasi Anda secara seksama untuk efek samping.
    • Jika Anda pernah dinasihati oleh penyedia layanan kesehatan profesional agar menghindari aktivitas seks dengan alasan medis dan jika Anda pernah mengalami penyakit sel darah macam anemia sel darah bulan sabit (penyekit sel darah merah), leukemia (kanker sel darah putih), multiple myeloma (kanker sel plasma), thrombocythemia (kondisi dimana terlalu banyak keping darah diproduksi), atau polycythemia (kondisi dimana terlalu banyak sel darah merah diproduksi) kondisi yang mempengaruhi bentuk penis (angulation, cavernosal fibrosis, atau penyakit Peyronie) cangkok penis (alat yang ditempatkan melalui operasi di dalam penis untuk mengobati disfungsi ereksi) atau gagal jantung. Beritahu dokter jika Anda atau salah satu anggota keluarga pernah mengalami penggumpalan darah pada kaki atau paru-paru dan jika Anda baru-baru ini menjalani operasi besar. Dokter mungkin meminta Anda tidak menggunakan alprostadil.
  • Jika Anda sedang menggunakan butir alprostadil, beritahu dokter kalau Anda pernah mengalami penyempitan, terluka, atau pembengkakan pada lubang uretra penis atau ujung penis. Dokter mungkin akan melarang Anda menggunakan butiran alprostadil.
  • Jika Anda (pernah) memiliki kelainan pendarahan riwayat pingsan atau penyakit ginjal, hati, atau paru-paru.
  • Jika partner hamil atau berencana hamil. Jangan menggunakan butiran alprostadil sebelum aktivitas seks dengan wanita hamil atau wanita yang mungkin hamil tanpa menggunakan kondom.
  • Anda harus tahu bahwa alprostadil mungkin menyebabkan pusing dan kehilangan kesadaran. Jangan mengendarai mobil atau menjalankan mesin setelah menggunakan alprostadil sampai Anda mengetahui pengaruh obat ini.
  • Bicarakan dengan dokter tentang konsumsi alkohol selama pengobatan dengan alprostadil. Alkohol mungkin mengurangi efektivitas obat ini.
  • Anda harus tahu bahwa pendarahan ringan mungkin terjadi di area tempat pemberian obat. Hal ini mungkin meningkatkan risiko penyakit yang menular melalui darah (kondisi yang menyebar melalui darah yang terkontaminasi) seperti HIV, hepatitis B, dan hepatitis C antara Anda dan partner. Beritahu dokter bila Anda atau partner menderita penyakit ini.

Apakah Alprostadil aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Tidak ada penelitian memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (A= Tidak berisiko, B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian, C= Mungkin berisiko, D= Ada bukti positif dari risiko, X= Kontraindikasi, N= Tidak diketahui)

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Alprostadil?

Interaksi obat mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Dokumen ini tidak berisikan semua kemungkinan interaksi obat-obatan. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep/tanpa resep dan produk herbal) serta beritahu dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

  • Obat tekanan darah atau
  • Obat pengencer darah macam heparin atau warfarin (Coumadin, Jantoven).

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Alprostadil?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional mengenai penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Alprostadil?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lain, terlebih:

  • Penis abnormal, termasuk penis melengkung dan kelainan bawaan pada penis—peluang munculnya gangguan mungkin meningkat
  • Masalah pendarahan—peluang pendarahan di area suntikan mungkin meningkat
  • Infeksi penis atau
  • Penis memerah atau gatal (radang)—kondisi mungkin memburuk karena penggunaan supositoria alprostadil. Selain itu, gangguan kulit lokal dan pendarahan ringan dari memasukkan supositoria mungkin terjadi
  • Kondisi penyebab penebalan darah atau aliran darah lebih lambat, misalnya leukemia multiple myeloma (tumor sumsum tulang) polycythemia, penyakit sel darah bulan sabit, atau thrombocythemia (penyakit darah) atau
  • Priapism (riwayat)—pasien dengan kondisi ini lebih berpeluang terkena priapism (ereksi yang berlangsung lebih dari 6 jam) saat menggunakan alprostadil

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin meliputi:

  • Pingsan
  • Pusing
  • Penglihatan buram
  • Mual
  • Nyeri pada penis yang tidak hilang
  • Ereksi yang berlangsung lebih dari 6 jam

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 14, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 14, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan