Ini Bahayanya Jika Makan Makanan Pasien Rumah Sakit Saat Menjenguk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Menjenguk orang sakit tidak berbeda jauh dengan bertamu. Di sana Anda harus mematuhi peraturan yang ada dan diterapkan oleh rumah sakit. Salah satunya, tidak makan makanan pasien. Meskipun kelihatannya sepele, hal ini ternyata berdampak buruk bagi pasien, bahkan Anda juga. Apa saja yang mungkin terjadi?

Bahaya makan makanan pasien saat menjenguk

Orang yang menjenguk seseorang di rumah sakit lebih rentan terkena penyakit. Wajar, mengingat rumah sakit adalah tempat berkumpulnya orang sakit yang membawa bakteri dan kuman penyakit.

Terlebih jika yang menjenguk tidak memiliki kekebalan tubuh yang kuat. Saat kekebalan tubuh Anda sedang lemah, virus atau bakteri akan lebih cepat menyebabkan infeksi. Mereka dapat tertular penyakit dengan mudah jika tidak berhati-hati.

Salah satu hal yang juga membuat Anda mudah tertular penyakit ketika berkunjung ke rumah sakit adalah makan makanan pasien.

Saat menjenguk anggota keluarga yang sakit, Anda mungkin mendapati mereka diberikan berbagai makanan bernutrisi. Mulai dari nasi, sayur, lauk, buah, hingga camilan. Tidak jarang, makanan yang disediakan oleh rumah sakit ini tidak dihabiskan.

Ketika melihat makanan tidak habis dimakan atau bahkan tidak disentuh, ada perasaan sayang jika makanan kemudian jadi mubazir dan dibuang begitu saja. Meski begitu, Anda tidak dianjurkan untuk makan makanan yang disajikan untuk pasien.

Dilansir dari laman Ministry of Health, bakteri maupun virus bisa berpindah melalui air liur, bersin, dan batuk. Bila air liur yang terinfeksi tersebut mengenai sendok atau makanan yang ada di nampan, dan Anda menyentuh atau bahkan memakan makanan tersebut, virus atau bakteri akan berpindah ke tubuh Anda.

Ini juga akan berdampak pada kesehatan pasien

makanan untuk pasien kemoterapi

Nutrisi memainkan peran besar dalam pemulihan kesehatan pasien rumah sakit. Pola makan yang sehat akan membantu pasien agar sistem tubuhnya jadi lebih kuat, bertenaga, dan tentunya lebih cepat sembuh.

Untuk alasan itulah, makanan pasien di rumah sakit sangat penting dan berperan bagi kesembuhan pasien.

Makanan untuk pasien yang disajikan di rumah sakit tentunya berbeda dengan makanan yang disajikan di rumah. Makanan di rumah sakit disajikan sesuai dengan kebutuhan pasien, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral.

Selain menyediakan, tim gizi rumah sakit juga memantau kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi atau tidak. Jika Anda makan makanan pasien, tentu tim gizi akan mengira pasien menghabiskan semua makanan dengan baik.

Tim gizi bisa saja menyimpulkan kondisi pasien mulai membaik karena nafsu makan yang meningkat. Hal ini bahkan bisa menjadi pertimbangan dokter untuk memulangkan pasien ke rumah, tanpa mengetahui bahwa makanan pasien habis oleh mereka yang menjenguk.

Apabila hal ini sampai terjadi, pasien tentu tidak mendapatkan perawatan yang maksimal dan tuntas. Akibatnya, bisa saja fatal bagi kesehatan pasien itu sendiri.

Itu sebabnya, sekalipun terlihat aman dan pasien mulai sembuh, Anda tetap tidak disarankan untuk makan makanan pasien ketika menjenguk.

Jika pasien tidak menghabiskan makanannya karena tidak nafsu makan, Anda dapat membantu melaporkannya pada perawat atau dokter sebagai laporan perkembangan kesehatan pasien.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menghitung Porsi Makan Ideal untuk Anda

Apakah selama ini Anda asal menyendokkan makanan ke piring? Jangan salah. Begini cara tepat untuk menghitung porsi makan ideal untuk orang dewasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Mendampingi Orang Terkasih Agar Tetap Tegar Sebelum Menemui Ajalnya

Meski tak mudah, penting sekali untuk membantu seseorang yang sakit keras dan tak bisa diobati lagi untuk mempersiapkan kematian. Ini langkah-langkahnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Koma: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Perawatan, dll

Pernahkah Anda terbayang seperti apa rasanya koma? Anda juga mungkin penasaran, sebenarnya pasien koma masih sadar tidak? Yuk, cari tahu lebih jauh di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 14 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit

False Hunger: Membedakan Lapar Asli dan Lapar Palsu

“Kok, sering banget merasa lapar?” Hati-hati, mungkin Anda salah mengartikan lapar yang Anda rasakan. Bisa saja itu merupakan lapar palsu atau false hunger.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Tips Makan Sehat, Nutrisi 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makan telur mentah

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
fakta sarapan bubur ayam

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
makan kekenyangan

Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit