home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Tulang yang sehat membuat seseorang tidak rentan terhadap kondisi osteoporosis sehingga memiliki kualitas hidup yang baik. Yuk, kenali osteoporosis serta kandungan yang bermanfaat dalam suplemen untuk cegah pengeroposan tulang sejak dini .

Apa itu osteoporosis?

Osteoporosis alias pengeroposan tulang adalah kondisi yang membuat tulang menjadi lemah dan rentan mengalami patah tulang walau hanya disebabkan oleh tekanan ringan, seperti saat seseorang membungkuk untuk mengambil barang di lantai.

Pengeroposan tulang umumnya tak menunjukkan gejala apa pun. Namun, berdasarkan Mayo Clinic, tulang yang semakin lemah karena osteoporosis dapat menyebabkan:

  • Nyeri punggung karena tulang belakang sulit menopang tubuh
  • Penurunan tinggi badan karena penyusutan tulang
  • Postur tubuh memburuk, seperti bertambah bungkuk
  • Patah tulang mudah terjadi

Sejumlah penyebab lain osteoporosis meliputi penuaan alami, menopause, jarang olahraga, merokok, mengonsumsi minuman alkohol berlebihan, dan perkembangan massa tulang yang tidak optimal di usia pertumbuhan.

Mengingat osteoporosis tergolong kondisi yang berisiko membahayakan kesehatan dan keselamatan Anda, penting sekali untuk mencegah kondisi ini sedini mungkin.

Kandungan yang baik di suplemen untuk cegah osteoporosis

manfaat konsumsi kalsium

Risiko osteoporosis dapat diminimalisasi dengan dua cara penting, yakni rutin olahraga dan makan makanan bergizi. Rutin olahraga membuat tulang kuat sementara pola makan yang baik membantu mencegah berat badan tidak di bawah standar indeks massa tubuh yang dianjurkan.

Selain pola makan, suplemen juga dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan nutrisi untuk cegah osteoporosis. Berikut adalah nutrisi yang dianjurkan, jika kebetulan Anda sedang memilih suplemen untuk bantu cegah pengeroposan tulang sejak dini.

Kalsium

Tulang adalah jaringan hidup yang selalu memperbaharui diri. Sayangnya tubuh tidak dapat memproduksi kalsium. Padahal, kalsium merupakan mineral yang penting bagi tulang. Jika kebutuhan kalsium tidak terpenuhi, lebih banyak massa tulang yang hilang daripada diperbaharui setiap harinya.

Kalsium juga memiliki peran lain untuk kesehatan secara keseluruhan. Mineral ini diklaim membantu aktivasi sel-sel di sistem kekebalan tubuh.

Maka dari itu, sebaiknya suplemen cegah osteoporosis pilihan Anda mengandung kalsium. Alasannya karena kalsium merupakan penyusun utama tulang. Tidak hanya itu, pastikan kalsium di dalam suplemen pilihan merupakan kalsium organik karena lebih mudah diserap tubuh.

Vitamin C jenis ester-C

Anda mungkin bertanya apa hubungan vitamin C dengan osteoporosis. Menurut kajian berjudul Osteoporosis, Vitamin C Intake, and Physical Activity in Korean Adults Aged 50 Years and Over, tekanan dari radikal bebas (stres oksidatif) juga berperan dalam pengeroposan tulang. Oleh sebab itu, selain baik untuk daya tahan tubuh, vitamin C juga memainkan peranan penting dalam mencegah osteoporosis karena mampu melawan efek negatif dari pergerakan radikal bebas.

Akan tetapi, ada hal yang harus dicatat ketika memilih suplemen untuk cegah osteoporosis yang mengandung vitamin C. Vitamin C dalam suplemen bisa terbagi menjadi beberapa jenis, seperti vitamin C jenis ester-C dan jenis asam askorbat. Anda sebaiknya memilih yang jenis ester-C karena lebih ramah untuk lambung manusia setelah diuji secara klinis.

Vitamin D

Sama dengan kalsium, vitamin D juga berperan penting dalam membantu tulang memperbaharui diri sekaligus menjaganya tetap sehat sehingga terhindar dari pengeroposan tulang. Secara khusus, peran vitamin D di dalam tubuh yang terkait dengan osteoporosis antara lain:

  • Membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan yang sudah berada di usus
  • Menunjang penyusunan jaringan tulang berjalan tepat
  • Mendukung fungsi otot agar tak mudah jatuh

Maka dari itu, jangan sampai melewatkan vitamin ini ketika memilih suplemen untuk cegah osteoporosis. Kebaikan vitamin D juga bermanfaat untuk daya tahan tubuh dalam melawan infeksi.

Singkat kata, suplemen dapat menjadi pilihan memenuhi kebutuhan nutrisi dalam mencegah osteoporosis. Tak lupa untuk memastikan suplemen pilihan Anda mengandung kalsium organik, vitamin D, dan vitamin C jenis ester-C. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi suplemen apa pun.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Aranow, C. (2011). Vitamin D and the Immune System. Journal of Investigative Medicine, 59(6), 881-886. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3166406/

Benefits of vegetable-based calcium. (n.d.). Organic Consumers Association. Retrieved September 2, 2020, from https://www.organicconsumers.org/news/benefits-vegetable-based-calcium

Calcium | International Osteoporosis Foundation. (n.d.). International Osteoporosis Foundation | Bone Health. Retrieved September 2, 2020, from https://www.iofbonehealth.org/osteoporosis-musculoskeletal-disorders/osteoporosis/prevention/calcium

Calcium/Vitamin D requirements, recommended foods & supplements. (2020, April 2). National Osteoporosis Foundation. Retrieved September 2, 2020, from https://www.nof.org/patients/treatment/calciumvitamin-d/

Grinstein, S., & Klip, A. (1989). Calcium homeostasis and the activation of calcium channels in cells of the immune system. Journal of Urban Health, 65(1), 69-79. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1807782/

Gruenwald, J., Graubaum, H., Busch, R., & Bentley, C. (2006). Safety and tolerance of Ester-C® compared with regular ascorbic acid. Advances in Therapy, 23(1), 171-178. https://doi.org/10.1007/bf02850358

Kim, M. H., & Lee, H. (2016). Osteoporosis, vitamin C intake, and physical activity in Korean adults aged 50 years and over. Journal of Physical Therapy Science, 28(3), 725-730. https://doi.org/10.1589/jpts.28.725

Osteoporosis – Symptoms and causes. (2019, June 19). Mayo Clinic. Retrieved September 2, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/symptoms-causes/syc-20351968

Osteoporosis. (2018, October 3). nhs.uk. Retrieved September 2, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/

Vitamin D | International Osteoporosis Foundation. (n.d.). International Osteoporosis Foundation | Bone Health. Retrieved September 2, 2020, from https://www.iofbonehealth.org/osteoporosis-musculoskeletal-disorders/osteoporosis/prevention/vitamin-d

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Willyson Eveiro Diperbarui 02/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x