home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Manfaat Bulu Babi yang Belum Banyak Diketahui

5 Manfaat Bulu Babi yang Belum Banyak Diketahui

Mayoritas orang berpikir bahwa bulu babi sangat berbahaya karena memiliki duri yang tajam dan mengandung racun. Meski penampakannya seram, ternyata bulu babi punya segudang khasiat untuk kesehatan, lho. Jadi, apa saja ya manfaat bulu babi bagi kesehatan?

Manfaat Bulu Babi bagi Kesehatan

Sebagian dari kita mungkin agak bingung apakah bulu babi bisa dimakan atau tidak. Tentunya bisa, dengan catatan kita mengetahui bagaimana cara mengolahnya dengan baik agar kita bisa merasakan khasiatnya.

Jika Anda takut menyentuh duri-durinya, pakai sarung tangan saat membersihkannya dan gunakan pisau untuk mendapatkan dagingnya. Nah, dari sanalah bulu babi mengandung banyak sekali nutrisi yang baik bagi kesehatan kita. Coba kita lihat apa saja keuntungannya?

1. Kaya akan protein

Setiap 30 gram daging bulu babi, mengandung 3.2 gram protein yang mana kandungan nutrisinya lebih banyak daripada telur. Nah, sebagai sumber protein selain daging dan ikan, bulu babi dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein Anda. Oleh karena itu, bulu babi memiliki keuntungan yang baik bagi tubuh Anda.

2. Kandungan vitamin C tinggi

Bulu babi dapat menyediakan kebutuhan vitamin C Anda. Apabila bosan dengan buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C, seperti mangga atau jeruk, bulu babi dapat dijadikan ‘pelarian’ Anda untuk mencoba hal baru yang tentu memiliki keuntungan bagi tubuh Anda.

3. Meningkatkan sistem imun

Jika Anda ingin makanan yang kaya akan vitamin A, bulu babi menjadi pilihan yang tepat. Hewan yang biasa disebut landak laut ini mempunyai kandungan vitamin A yang berlimpah. Oleh karena itu, bulu bagi sangat berkhasiat bagi tubuh dengan beta-karoten alami yang berguna bagi sistem imun tubuh.

4.Rendah kalori

Bulu babi memiliki 34 kalori per 30 gram. Nah, dengan kalori yang rendah ini dapat menguntungkan untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan karena bisa menjadi pengganti makanan yang memiliki kalori yang lebih tinggi. Oleh karena itu, manfaat bulu babi bagi kesehatan dapat membantu kekurangan kalori yang dialami oleh Anda.

5. Menaikkan gairah seksual

Apakah Anda memiliki libido yang rendah? Di beberapa kota di Jepang, bulu babi sangat terkenal sebagai afrodisiak (obat untuk membangkitkan gairah seksual). Telur-telur yang ada di dalam bulu babi berkhasiat untuk meningkatkan sirkulasi darah termasuk organ intim Anda. Nah, oleh karena itu bulu babi dapat membuat kehidupan seksual Anda lebih baik.

Bagaimana Mengolah Bulu Babi?

sushi bulu babi

Bulu babi yang segar akan memberikan manfaat paling besar. Hewan laut ini biasanya dijual hidup-hidup sehingga kita masih bisa melihat duri-durinya menggeliat di air. Nah, jika ingin mencoba membuat menu berbahan bulu babi di rumah, ide ini mungkin bisa membantu.

  • Dimakan bersama roti panggang atau biskuit, supaya mengurangi rasa asin di dalamnya.
  • Dibuat menjadi sushi, bulu babi mentah bisa menjadi pilihan yang nikmat.
  • Untuk menonjolkan rasanya, dapat dimakan bersama dengan telur orak-arik.
health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Health Benefits for Sea Urchin Sushi https://www.livestrong.com/article/557549-health-benefits-for-sea-urchin-sushi/ Accessed March 26, 2019.

Health Benefits of Eating Sea Urchin. http://healthbenefitsofeating.com/sea-food/health-benefits-of-eating-sea-urchin/ Accessed March 26, 2019.

Health Benefits of Sea Urchins https://drhealthbenefits.com/food-bevarages/food/seafood/health-benefits-of-sea-urchins Accessed March 26, 2019

How to Cook with Sea Urchin https://www.greatbritishchefs.com/how-to-cook/how-to-cook-with-sea-urchin Accessed March 26, 2019

Foto Penulis
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus