Anestesi Spinal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anestesi spinal?

Pemberian  anestesi  spinal  dilakukan  dengan  menyuntikkan  anestesi  lokal  dan  obat penghilang rasa sakit lainnya pada area dekat sumsum tulang belakang pasien yang disebut subarachnoid  space.  Anestesi  ini  membuat  saraf  mati  rasa  sehingga  pasien  tidak  dapat merasakan  nyeri  di  daerah‐daerah  tertentu  pada  tubuhnya.  Untuk  penggunaannya, anestesi  spinal  dapat  digunakan  terpisah  ketika pasien  sadar,  atau  bersamaan  dengan pemberian obat bius atau anestesi umum. Di samping itu, anestesi ini juga dapat digunakan pasca operasi dan terbukti efektif menghilangkan rasa nyeri pada tubuh pasien. Dokter anestesi akan melakukan prosedur penyuntikkan anestesi melalui jarum suntik.

Kapan saya perlu mendapatkan anestesi spinal?

Pada sebagian besar kasus, anestesi spinal cocok digunakan untuk operasi yang melibatkan daerah bawah pinggang. Manfaat  anestesi  spinal tergantung pada  kondisi  kesehatan tiap pasien. Dokter anestesi selalu sedia untuk membantu pasien dalam memilih anestesi yang sesuai.

Anestesi spinal sering digunakan untuk:

  • bedah ortopedi pada sendi atau tulang kaki
  • penanganan hernia pada selangkangan, varises, operasi ambeien (wasir)
  • bedah vaskuler: operasi pada pembuluh darah di kaki)
  • ginekologi: prolaps dan beberapa jenis histerektomi
  • obstetri: operasi caesar
  • urologi: operasi prostat, operasi kandung kemih, operasi kelamin

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mendapatkan anestesi spinal?

Sebagai  alternatif,  anestesi  spinal  dapat  digunakan  untuk  operasi  di  bawah  pinggang. Anestesi akan disuntikkan di punggung sehingga daerah pinggang ke bawah akan mati rasa dan operasi dapat dilakukan. Penggunaan anestesi spinal tergolong aman dan nyaman bagi banyak orang, tergantung pada kondisi medis dan jenis operasi yang dijalani pasien.Umumnya, efek samping dari penggunaan anestesi spinal adalah munculnya sakit kepala.Namun tidak usah khawatir karena efek ini dapat diobati dengan mudah.

Di bawah penggunaan anestesi spinal, pasien dapat:

  • sadar total
  • setengah  sadar  –  menggunakan  obat  yang  membuat  pasien  rileks  dan  mengantuk tapi tetap sadar
  • tidak sadar (bius total)

Dokter anestesi akan siaga untuk membantu pasien memilih anestesi yang sesuai

Proses

Bagaimana proses pemberian anestesi spinal?

Anestesi  ini  akan  diberikan  oleh  dokter  anestesi  melalui  suntikan.  Prosedur  ini  tidak menyakitkan meskipun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien.Obat biasanya akan bertahan selama satu sampai tiga jam. Dengan dosis yang tepat, dokter akan  memastikan  anestesi  bertahan  lebih  lama  dari  durasi  operasi  yang  akan  dijalani pasien.

Apa yang harus saya lakukan setelah mendapat anestesi spinal?

Biasanya tubuh Anda membutuhkan waktu sekitar satu sampai empat jam untuk kembali pulih. Beri tahu perawat apabila ada keluhan selama proses pemulihan ini. Ketika efek obat berangsur hilang, kulit Anda mungkin akan mengalami kesemutan. Selain itu, Anda mungkin akan mulai merasakan sakit pada daerah bekas operasi. Oleh karena itu, obat  penghilang  rasa  sakit  mungkin dibutuhkan  sebelum  rasa nyeri  tersebut  semakin terasa.Anda mungkin akan merasa limbung saat pertama kali bangun dari tempat tidur. Mintalah perawat untuk membantu Anda berdiri.Setelah satu jam pasca operasi, Anda biasanya sudah diperbolehkan untuk minum dan juga makan makanan lunak.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

  • anestesi spinal gagal
  • tekanan darah rendah
  • sakit kepala
  • gatal‐gatal
  • kesulitan buang air kecil
  • nyeri punggung
  • kemampuan pendengaran hilang atau berubah
  • kolaps kardiovaskular
  • high block
  • infeksi di sekitar tulang belakang
  • kerusakan saraf
  • kelumpuhan atau kematian

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Alfa-Amilase

Alfa-amilase adalah test kadar enzim amilase dalam darah dan dapat digunakan untuk mendiagnosis pankreatitis akut. Baca proses dan penjelasan hasil tes.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Anion Gap

Tes anion gap dapat membantu untuk mengidentifikasi adanya kelainan asam pada darah. Cari tahu definisi, proses, dan penjelasan hasil test.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 9 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Abses Hati

Abses hati adalah kantung nanah yang terbentuk di hati karena infeksi dan dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani segera.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 6 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi testis

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
manfaat buah stroberi

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit degeneratif

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit