Anestesi Spinal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anestesi spinal?

Pemberian  anestesi  spinal  dilakukan  dengan  menyuntikkan  anestesi  lokal  dan  obat penghilang rasa sakit lainnya pada area dekat sumsum tulang belakang pasien yang disebut subarachnoid  space.  Anestesi  ini  membuat  saraf  mati  rasa  sehingga  pasien  tidak  dapat merasakan  nyeri  di  daerah‐daerah  tertentu  pada  tubuhnya.  Untuk  penggunaannya, anestesi  spinal  dapat  digunakan  terpisah  ketika pasien  sadar,  atau  bersamaan  dengan pemberian obat bius atau anestesi umum. Di samping itu, anestesi ini juga dapat digunakan pasca operasi dan terbukti efektif menghilangkan rasa nyeri pada tubuh pasien. Dokter anestesi akan melakukan prosedur penyuntikkan anestesi melalui jarum suntik.

Kapan saya perlu mendapatkan anestesi spinal?

Pada sebagian besar kasus, anestesi spinal cocok digunakan untuk operasi yang melibatkan daerah bawah pinggang. Manfaat  anestesi  spinal tergantung pada  kondisi  kesehatan tiap pasien. Dokter anestesi selalu sedia untuk membantu pasien dalam memilih anestesi yang sesuai.

Anestesi spinal sering digunakan untuk:

  • bedah ortopedi pada sendi atau tulang kaki
  • penanganan hernia pada selangkangan, varises, operasi ambeien (wasir)
  • bedah vaskuler: operasi pada pembuluh darah di kaki)
  • ginekologi: prolaps dan beberapa jenis histerektomi
  • obstetri: operasi caesar
  • urologi: operasi prostat, operasi kandung kemih, operasi kelamin

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mendapatkan anestesi spinal?

Sebagai  alternatif,  anestesi  spinal  dapat  digunakan  untuk  operasi  di  bawah  pinggang. Anestesi akan disuntikkan di punggung sehingga daerah pinggang ke bawah akan mati rasa dan operasi dapat dilakukan. Penggunaan anestesi spinal tergolong aman dan nyaman bagi banyak orang, tergantung pada kondisi medis dan jenis operasi yang dijalani pasien.Umumnya, efek samping dari penggunaan anestesi spinal adalah munculnya sakit kepala.Namun tidak usah khawatir karena efek ini dapat diobati dengan mudah.

Di bawah penggunaan anestesi spinal, pasien dapat:

  • sadar total
  • setengah  sadar  –  menggunakan  obat  yang  membuat  pasien  rileks  dan  mengantuk tapi tetap sadar
  • tidak sadar (bius total)

Dokter anestesi akan siaga untuk membantu pasien memilih anestesi yang sesuai

Proses

Bagaimana proses pemberian anestesi spinal?

Anestesi  ini  akan  diberikan  oleh  dokter  anestesi  melalui  suntikan.  Prosedur  ini  tidak menyakitkan meskipun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien.Obat biasanya akan bertahan selama satu sampai tiga jam. Dengan dosis yang tepat, dokter akan  memastikan  anestesi  bertahan  lebih  lama  dari  durasi  operasi  yang  akan  dijalani pasien.

Apa yang harus saya lakukan setelah mendapat anestesi spinal?

Biasanya tubuh Anda membutuhkan waktu sekitar satu sampai empat jam untuk kembali pulih. Beri tahu perawat apabila ada keluhan selama proses pemulihan ini. Ketika efek obat berangsur hilang, kulit Anda mungkin akan mengalami kesemutan. Selain itu, Anda mungkin akan mulai merasakan sakit pada daerah bekas operasi. Oleh karena itu, obat  penghilang  rasa  sakit  mungkin dibutuhkan  sebelum  rasa nyeri  tersebut  semakin terasa.Anda mungkin akan merasa limbung saat pertama kali bangun dari tempat tidur. Mintalah perawat untuk membantu Anda berdiri.Setelah satu jam pasca operasi, Anda biasanya sudah diperbolehkan untuk minum dan juga makan makanan lunak.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

  • anestesi spinal gagal
  • tekanan darah rendah
  • sakit kepala
  • gatal‐gatal
  • kesulitan buang air kecil
  • nyeri punggung
  • kemampuan pendengaran hilang atau berubah
  • kolaps kardiovaskular
  • high block
  • infeksi di sekitar tulang belakang
  • kerusakan saraf
  • kelumpuhan atau kematian

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Posisi tidur yang buruk akan menyebabkan pada kelelahan, gangguan tidur, hingga nyeri punggung. Lalu, bagaimana posisi tidur yang baik?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Pola Tidur Sehat 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Konsekuensi paling umum akibat stroke adalah lumpuh, biasanya merupakan kelumpuhan hemiplegia atau hemiparesis. Ketahui informasi lebih lanjut di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Psikopat

Psikopat adalah gangguan kepribadian yang penderitanya cenderung bertindak kriminal. Simak informasi lengkap mengenai psikopat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
posisi bab yang baik

Jongkok atau Duduk: Mana Posisi BAB yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit