Sering Melihat Foto Bayi Ternyata Bisa Bikin Wanita “Kebelet” Menikah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Media sosial sudah menjadi ladang bertebarannya foto bayi-bayi lucu, baik dari kalangan selebriti maupun masyarakat pada umumnya. Banyak wanita yang gemas melihatnya, sampai-sampai jadi ingin cepat punya anak sendiri. Ternyata, menurut tim psikologi dari Texas Christian University, kebiasaan melihat foto bayi ini membuat kaum wanita cenderung ingin cepat menikah. Bagaimana bisa? Apakah Anda salah satunya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Keseringan lihat foto bayi membuat wanita semakin ingin cepat menikah

Menurut Charles Lord, seorang psikolog asal Texas Christian University, wanita yang sering melihat foto bayi cenderung ingin cepat menikah. Hal ini dibuktikan melalui riset pada 120 pria dan wanita yang belum menikah dengan mengamati tanggapan mereka terhadap sejumlah foto.

Pada awalnya, seluruh peserta riset diperlihatkan gambar dengan kategori tertentu, misalnya kategori buah dengan gambar pisang, jeruk, dan lemon. Mereka kemudian diminta untuk mengurutkan mana yang paling berat sampai paling ringan. Dalam penelitian ini, tim ahli menyembunyikan maksud penelitian yang sebenarnya, yaitu hasrat untuk menikah. Ini bertujuan agar para peserta tidak merasa kalau para ahli menggiring opini mereka.

Selanjutnya, peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diberikan foto benda mati dan kelompok yang diberikan foto bayi yang sedang tersenyum. Tugas selanjutnya adalah peserta diminta mengisi kuesioner tentang rencana masa depan mereka. Salah satu pertanyaan yang paling menarik dan menjadi fokus para periset adalah pada usia berapa mereka ingin menikah.

Hasilnya, rata-rata wanita ingin menikah lebih cepat ketimbang pria, yaitu sekitar 6 tahun ke depan sedangkan bagi pria 7,5 tahun. Akan tetapi, rencana ini tampak berubah sejak wanita diperlihatkan foto bayi. Mereka melaporkan bahwa mereka ingin menikah dalam 5,5 tahun ke depan daripada yang tidak melihat foto bayi. Ini cukup membuktikan bahwa foto bayi memberikan pengaruh cukup signifikan pada kemauan wanita untuk menikah lebih cepat daripada target sebelumnya.

Bukan cuma wanita, pria pun merasakan efek yang sama

Peserta pria sebenarnya juga berhasrat untuk segera menikah. Namun, memang tidak sebesar hasrat para wanita. Kaum pria tidak menunjukkan hasil signifikan saat diperlihatkan foto bayi, sehingga perbedaannya tidak cukup berpengaruh.

Periset menduga, foto bayi senyum membuat wanita merasa lebih terbuka. Ini membuat para wanita menjadi lebih positif dalam merencanakan pernikahan dan ingin memiliki anak yang lucu-lucu. Selain itu, foto bayi juga dinilai mampu membangkitkan suasana hati yang baik sehingga wanita merasa lebih bahagia. Maka tak heran jika wanita cenderung “kebelet” cepat menikah karena terbawa emosi positif.

Akan tetapi, tentu saja setiap orang punya latar belakang, motivasi, dan prinsip hidup yang berbeda-beda. Riset ini memang berhasil membuktikan mayoritas peserta wanita jadi ingin menikah lebih cepat. Namun, bukan berarti Anda bisa mendesak sahabat atau anggota keluarga Anda untuk segera menikah dengan cara mencekoki mereka dengan foto bayi-bayi lucu.

Pada akhirnya, menikah adalah sebuah keputusan penting yang prosesnya sudah pasti rumit. Ada banyak sekali faktor lain yang jadi penentu kapan seseorang mau menikah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
pacar posesif

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit