home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Dampaknya Bila Terlalu Sering Menyalahkan Diri Sendiri?

Apa Dampaknya Bila Terlalu Sering Menyalahkan Diri Sendiri?

Hampir semua orang mungkin pernah dirundung perasaan ingin menyalahkan diri sendiri. Biasanya perasaan ini muncul ketika Anda telah lalai atau ketika hal-hal yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang telah Anda usahakan. Meski terkadang bisa membantu Anda dalam menyadari hal-hal yang harus diperbaiki, terlalu sering menyalahkan diri juga tidak akan memberikan dampak yang baik.

Mengapa orang-orang kerap menyalahkan dirinya sendiri?

tidak pantas sukses

Sebagian orang cenderung memiliki integritas dan kejujuran tinggi serta mau mengakui ketika telah melakukan kesalahan.

Selain menjadi lebih bertanggung jawab, sikap tersebut juga akan mengurangi kemungkinan munculnya konflik lebih besar pada orang lain yang akan berakibat saling menyalahkan. Lebih jauh lagi, ia bahkan akan menyalahkan dirinya sendiri.

Namun, bukan berarti kebiasaan menyalahkan diri sendiri selalu dibenarkan. Jika tidak segera diatasi, kebiasaan ini akan terus muncul dan menjadi refleks setiap saat bahkan ketika ia tidak sepenuhnya terlibat dalam peristiwa tersebut.

Menurut para ahli, ada kelompok-kelompok yang cenderung sering terjebak dalam perasaan bersalah. Kelompok tersebut terdiri dari orang-orang dengan masalah obsesif yang punya keyakinan bahwa mereka harus melakukan segalanya dengan sempurna.

Dua di antaranya adalah para korban kekerasan yang terus merasa bahwa mereka pantas menerima hal-hal buruk serta orang-orang yang mengalami depresi.

Walau demikian, ada juga yang melakukannya atas tujuan manipulatif. Entah untuk membuat orang lain mengaku bersalah atau hanya untuk merasa bahwa dirinya memilki tingkat moralitas lebih tinggi.

Dampak terlalu sering menyalahkan diri sendiri

rasa malu

Terlalu sering menyalahkan diri sendiri dapat memberikan dampak yang tidak baik untuk hidup Anda, terutama jika Anda tidak mengalami kondisi tertentu.

Ketika sudah terjebak dalam kebiasaan ini, Anda akan menghindari situasi yang memungkinkan Anda untuk melakukan sebuah kesalahan. Bukan tak mungkin jika setelahnya Anda akan cenderung main aman dan jadi ragu untuk melakukan sesuatu seperti memulai hal yang baru.

Tidak hanya menghambat Anda untuk melangkah maju, kebiasaan ini juga tidak akan memberi Anda kesempatan untuk berkembang menjadi lebih baik.

Dengan menyalahkan diri sendiri, Anda sama saja telah meragukan kemampuan yang Anda miliki. Terlalu sering merasa bersalah membuat Anda selalu merasa bahwa Anda tak cukup mumpuni untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar.

Lama kelamaan, kebiasaan ini juga yang akan membuat Anda merasa tak berdaya.

Selain itu, kebiasaan menyalahkan diri sendiri ternyata dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan tubuh Anda. Hal ini dibuktikan pada sebuah penelitian oleh sekelompok tim dari Universitas California.

Penelitian dilakukan untuk melihat bagaimana opini terhadap diri sendiri dapat berpengaruh terhadap sistem imunitas tubuh.

Ditemukan bahwa para peserta yang memiliki rasa malu dan terhina akibat menyalahkan diri sendiri memiliki peningkatan siginifikan pada aktivitas sitokin dalam tubuhnya.

Sitokin merupakan tanda-tanda peradangan yang mengindikasikan bahwa suatu penyakit mungkin sedang dalam proses kemunculan.

Mary Turner, PhD, seorang psikolog klinis, mengatakan ketika seseorang menerima pesan negatif tentang dirinya, baik dari orang lain maupun secara internal, mereka akan merasa buruk dan tidak berdaya untuk bisa melakukan perubahan.

Perasaan tersebut sering disertai dengan rasa malu yang jika tidak segera diatasi akan menghasilkan tingkat hormon stres yang tinggi.

Bagaimana caranya agar tidak terlalu sering menyalahkan diri sendiri?

mencintai diri sendiri

Baik ketika benar-benar melakukan kesalahan maupun ketika menghadapi tekanan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi frekuensi menyalahkan diri sendiri. Berikut caranya.

  • Melakukan apa yang harus dilakukan. Berdiam dan terus menyalahkan diri tidak akan mengubah situasi yang telah terjadi. Sebaiknya, Anda mulai melakukan sesuatu yang bisa membuat keadaan lebih baik. Alih-alih takut, setiap Anda ragu ketika ingin mencoba, tanamkan kepada pikiran bahwa Anda bisa melakukannya.
  • Lihatlah peristiwa ini lewat gambaran lebih besar. Ada kalanya kita melalui kegagalan sebelum mencapai tujuan yang besar. Daripada menyalahkan sendiri, cobalah untuk melihat hikmahnya. Pikirkan lagi hal-hal yang bisa Anda pelajari dari kegagalan yang dialami agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Poin pentingnya adalah Anda tidak terlalu terlarut dalam perasaan bersalah dan berusaha melakukan yang terbaik agar Anda bisa terus berkembang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Self-Blame: How Do You Respond When Things Go Wrong?. (2020). Retrieved 20 March 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/emotional-nourishment/201801/self-blame-how-do-you-respond-when-things-go-wrong

Self-Blame: The Ultimate Emotional Abuse. (2020). Retrieved 20 March 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/enlightened-living/201304/self-blame-the-ultimate-emotional-abuse

Shame on You: Self-Blame Can Literally Make You Sick. (2020). Retrieved 20 March 2020, from https://www.webmd.com/balance/news/20010312/shame-on-you-self-blame-can-literally-make-you-sick#1

Stop Blaming Yourself for Everything in 3 Easy Step. (2020). Retrieved 20 March 2020, from https://www.huffpost.com/entry/stop-blaming-yourself-for_b_5692105

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal diperbarui 22/11/2020
x