Mengenali Gejala Misoginis, Sindrom Kebencian Pria Terhadap Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar tentang seorang pria yang dicap misoginis? Mungkin banyak Anda yang masih belum mengetahui sindrom ini. Padahal, tanpa Anda sadari mungkin pria yang mengalami sindrom misoginis ini ada banyak di sekitar Anda. Mari simak fakta dan penjelasannya.

Apa itu sindrom misoginis?

Misoginis adalah sindrom kebencian yang dialami pria terhadap wanita. Misoginis juga digambarkan sebagai perilaku pria yang membenci, memandang rendah, dan mendiskriminasi wanita. Biasanya, pria yang memiliki perilaku seperti ini akan memasang sikap pro-perempuan, namun secara diam-diam akan berupaya “menyakiti” wanita, lalu bahagia puas dirasakannya.

Apa ciri-ciri pria misoginis?

Simak ciri-ciri pria misoginis berikut ini:

  • Pria misoginis akan menargetkan wanita mana yang akan ia lampiaskan kebenciannya. Pertama, ia akan bersikap baik, menyenangkan, ramah, dan penuh kasih terhadap wanita tersebut. Intinya ia akan menunjukan sikap baik untuk berlaku jahat selanjutnya. Setelah wanita incarannya sudah berada dalam cengkramnya, baru ia akan bertindak kasar, semena-mena, dan tidak segan-segan menyakiti wanita tersebut.
  • Ketika bersama wanita, penderita akan mengeluarkan perilaku yang sombong, mengontrol semua kendali, dan egois pastinya. Pria yang mengalami sindrom ini, akan sangat memiliki rasa kompetitif (persaingan), apalagi kalau wanitanya memiliki suatu tingkat kemampuan yang berada di atasnya, ia akan merasa terancam.
  • Ciri pria misoginis yang paling mudah ditebak adalah suka mengolok dan mengejek wanita dengan bahasa yang vulgar. Pastinya bertujuan menyakiti perasaan hati wanita sedalam-dalamnya. Jika wanita tersinggung atau menangis akibat ucapannya, ia akan senang dan merasa menang atas dirinya. Tidak peduli seberapa sakit diri wanita, ia akan terus mengolok-olok tanpa mau memperdulikannya.
  • Secara seksual, pria ini akan mengambil alih bagaimana seks dijalani. Yang penting ia terpuaskan, dan tidak peduli wanitanya merasakan hal serupa atau tidak. Pria yang mengalami sindrom misoginis cenderung berpikir, bahwa wanita adalah objek seks dan selalu satu tingkat di bawah pria derajatnya. Tak jarang, banyak juga pria misoginis yang memandang wanita dengan tidak berharga, mereka akan merendahkan, memperlakukan seenaknya dibarengi dengan rasa benci pada sosok wanita.

Apa yang menyebabkan pria berperilaku misoginis?

Begini, asal muasal perilaku misoginis terjadi pada seorang pria disebabkan oleh dua hal, yaitu kultural dan masa lalu atau lingkungan yang ia jalani.

Dari faktor kultural, sejak jauh berabad-abad lalu, pria dituntut untuk selalu berada di tingkat yang lebih tinggi jajarannya daripada wanita. Istilahnya budaya patriarki. Hak dan keuntungan pria lebih besar, pria dianggap memiliki kekuatan fisik dan kecerdasan yang dianggap lebih daripada wanita, atau anggapan tentang peran wanita yang katanya harus fokus di dapur dan di ranjang saja. Menjadi perempuan, hanya akan dianggap menjadi lemah oleh pria yang mengalami sindrom membenci wanita ini.

Nah, kalau pria misoginis ini menemukan wanita yang ia rasa lebih punya kekuatan, kepintaran, dan segala hal yang lebih dari yang dimilikinya, ia akan merasa takut, lemah dan takut dibenci juga oleh orang lain. Intinya, takut kehilangan hak dasar yang sebelumnya ia pikir hanya akan dimiliki oleh pria.

Sedangkan dari faktor masa lalu, ini bisa terjadi jika ada torehan trauma pada pria penderita sindrom ini akan membuat pria mengubah pandangan dan perilakunya terhadap wanita. Sosok yang memberikan rasa trauma ini, bisa jadi dilakukan oleh wanita yang sangat ia percayai sebelumnya. Sikap tidak mengenakkan di masa lalu itu akan memberikan bekas rasa emosi, rasa luka dan dendam pada wanita yang akhirnya berubah menjadi perilaku tetap yang ia akan jalani.

Lalu, bagaimana solusi untuk menyembuhkan perilaku ini?

Solusinya tidak bisa ditemukan dan ditemukan dalam jangka waktu yang cepat. Untuk mengakhiri sindrom kebencian para wanita ini, dibutuhkan perubahan budaya yang telah mengakar dalam dan jauh sebelum sindrom ini diteliti. Berikan evaluasi dan wawasan bagi pra masyarakat untuk mencegah kebencian pada sosok wanita. Promosikan terus kesetaraan gender, upaya untuk melepas kasus penindasan dan kekerasan terhadap kaum perempuan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Badan sakit setelah olahraga sebenarnya pertanda apa? Apakah ini baik atau justru sebaliknya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit