home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mantan Masih Menghubungi Walaupun Sudah Putus, Apa Sebabnya?

Mantan Masih Menghubungi Walaupun Sudah Putus, Apa Sebabnya?

Putus cinta terkadang tak selalu dilalui dengan mulus. Sang mantan mungkin saja terus menghubungi Anda kembali padahal Anda sedang berusaha move on. Jika mantan menghubungi Anda kembali, ada beberapa alasan yang mendasari perlakuannya. Simak beberapa penyebabnya berikut ini.

Berbagai penyebab mantan menghubungi Anda kembali

Mantan yang tiba-tiba kembali muncul, menanyakan kabar, dan basa-basi lainnya tentu sangat membingungkan. Malah, pesan-pesan singkat yang tidak diinginkan tersebut dapat menjadi halangan untuk Anda melanjutkan kehidupan baru.

Jika mantan menghubungi Anda kembali, ternyata ada beberapa faktor yang membuat kebiasaan tersebut muncul, beberapa di antaranya adalah:

1. Berharap kembali

mantan susah move on

Salah satu alasan yang paling sering terjadi ketika mantan mengirim pesan kepada Anda adalah ia ingin kembali pada Anda alias belum bisa move on.

Hal ini dapat terjadi bila mantan Anda sedang berada di fase yang cukup menyedihkan, sehingga membutuhkan Anda untuk kembali berada di sisinya. Bisa juga, ia sedang teringat kembali masa-masa indah Anda berdua.

Misalnya, mantan Anda sedang mendengarkan lagu yang sering dinyanyikan berdua dulu atau melewati tempat kencan pertama. Perasaan sentimental tersebut ternyata dapat memicu perasaan rindu dan terkadang membuat mantan Anda mengirim pesan.

Biasanya, mereka hanya ingin melihat situasi, apakah Anda memang dapat diajak berkompromi untuk kembali bersama atau tidak.

2. Ingin berteman

kopi darat teman kencan

Jika mantan Anda mengirim pesan setelah sekian lama, mungkin ia hanya ingin kembali berteman dengan Anda.

Pada penelitian tahun 2017 terlihat bahwa kondisi ini umumnya terjadi pada pasangan yang putus dengan baik-baik dan memang dulunya berteman sebelum berpacaran.

Terdapat beberapa alasan yang mungkin membuat mantan dan Anda sendiri ingin menjalin pertemanan biasa, yaitu:

  • Tidak ingin kehilangan orang yang sering memberi saran dan percaya dengan orang terdekat.
  • Menghargai perasaan mantan dan tidak ingin melukai perasaan mereka.
  • Adanya perasaan sayang yang belum hilang sepenuhnya.

3. Ada urusan yang belum terselesaikan

mengirim pesan ke mantan

Pada dasarnya, jika Anda dan mantan pasangan mengakhiri hubungan dalam keadaan “gantung”, sangat mungkin ia masih akan menghubungi Anda kembali.

Hal ini terjadi karena ada masalah yang belum Anda berdua selesaikan. Misalnya, pada saat Anda memutuskan hubungan, mungkin alasannya kurang dapat diterima oleh mantan Anda.

Oleh karena itu, tidak jarang mantan mengirim pesan hanya untuk menanyakan apa salah mereka ketika berada dalam hubungan tersebut.

Alasannya, bisa jadi mereka ingin introspeksi diri dan tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dengan orang lain.

Jika mantan menghubungi kembali, haruskah ditanggapi?

mengganggu kesehatan mental

Mantan yang masih suka mengirim pesan kepada Anda terkadang akan menjadi masalah ketika Anda bingung akan membalasnya atau tidak.

Pada saat Anda melihat layar ponsel dan tertera nama mantan Anda, sering jantung berdegup lebih kencang dan membuat Anda keringat dingin. Walaupun terkadang ada yang senang dengan hal ini, tidak jarang mendapat pesan dari mantan bisa membuat Anda kesal.

Di satu sisi Anda menikmati kenyataan bahwa Anda masih dipikirkan oleh mantan Anda. Di sisi lain, Anda pun bingung bila melanjutkan komunikasi ini, perjuangan untuk move on bisa saja gagal dan ada kemungkinan Anda kembali tersakiti.

Menurut Anna Poss, seorang terapis, kepada Huffpost, jika terdapat perasaan cemas dan takut ketika mantan menghubungi Anda kembali, baiknya pesan tersebut tidak dibalas.

Akan tetapi, bila hubungan Anda memang dulunya sehat dan membahagiakan, mungkin saja membalas mantan dengan ramah dapat membuat Anda lebih bahagia.

Oleh karena itu, keputusan untuk membalas pesan jika mantan menghubungi kembali sepenuhnya berada di tangan Anda sendiri. Hal ini bergantung seberapa jauh Anda sudah meninggalkan masa lalu dan bisa kembali tanpa harus menguak luka.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

GRIFFITH, REBECCA L. et al. “Staying Friends With Ex-Romantic Partners: Predictors, Reasons, And Outcomes”. Personal Relationships, vol 24, no. 3, 2017, pp. 550-584. Wiley, doi:10.1111/pere.12197. Accessed 1 July 2019.

Here’s why your ex keeps texting you after the breakup https://www.huffpost.com/entry/reasons-ex-texting-after-breakup_l_5ce3360ce4b0e69c18f06b02 accessed July 1, 2019. 

What’s going on when you stay in touch with your ex https://www.psychologytoday.com/us/blog/close-encounters/201609/whats-going-when-you-stay-in-touch-your-ex accessed July 1, 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 20/07/2019
x