home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Menarik perhatian orang yang disukai dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari mencari perhatian hingga flirting atau menggoda orang tersebut. Sebenarnya, ada berbagai faktor yang menjadi alasan mengapa orang menggoda lainnya. Apa saja?

Alasan orang menggoda orang lain

Ketertarikan fisik tumbuh karena sering bersama

Siapa yang tak kenal istilah flirting? Adegan dua orang berjalan di sebuah restoran atau kafe dan mencuri pandang satu sama lain dengan lagu romantis berputar di kepala mereka berdua.

Lalu, keduanya saling menghampiri dan tersipu malu sembari salah tingkah. Entah itu berusaha membenarkan pakaian yang sudah rapi atau menata rambut yang baik-baik saja.

Begitu percakapan dimulai, tidak jarang salah satu pihak mencoba menggoda pihak lainnya untuk mencairkan suasana yang kikuk tersebut. Mulai dari memuji apa yang lawan bicaranya kenakan hingga mengeluarkan lelucon yang sebenarnya tidak begitu lucu.

Sebenarnya, menurut penelitian dari Journal of Business Communication ada beberapa alasan mengapa orang menggoda orang lain. Terlepas dari apakah lawan bicara yang menggoda ini benar-benar menyukai Anda atau tidak, ada kemungkinan mereka memiliki maksud terselubung, seperti sebagai berikut.

1. Ingin mengubah status dengan orang lain

Salah satu alasan mengapa orang menggoda orang lain adalah keinginan untuk mengubah relasi dengan orang yang digoda. Selain mengekspresikan rasa suka, flirting digunakan untuk meningkatkan keintiman hubungan antar individu.

Sebagai contoh, Anda menggoda teman sendiri untuk meningkatkan status hubungan yang sudah ada, dari teman hingga mungkin menjadi pasangan. Bahkan, perilaku menggoda juga dapat dikaitkan agar hubungan semakin dekat alias PDKT.

Maka dari itu, orang yang terlibat dalam hubungan romantis atau ingin melakukan pendekatan dengan temannya sendiri menggunakan flirting agar semakin intim. Di sisi lain, alasan ini juga menjadi bumerang bagi mereka yang sudah memiliki pasangan, tetapi sering melirik orang lain dan menggoda mereka.

Akibatnya, tidak jarang flirting yang dilakukan oleh orang yang sudah berpasangan dianggap sebagai perilaku tidak setia.

2. Menarik perhatian orang yang disukai

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, alasan orang menggoda orang lain yang paling umum adalah untuk menarik perhatian lawan bicara mereka. Flirting juga dilakukan untuk melihat apakah lawan bicara tertarik untuk memulai hubungan intim dengan Anda.

Anda mungkin sering melihat bagaimana seorang wanita menggunakan isyarat yang menggoda untuk memberitahu lawan bicaranya bahwa ia menyukai mereka.

Dengan begitu, orang yang terlibat dalam proses flirting ini secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa mereka siap untuk memulai suatu hubungan.

Maka dari itu, menggoda membantu seseorang dalam menentukan apakah orang yang disukai mau berkencan atau tidak. Lalu, mereka akan masuk ke tahap selanjutnya dalam proses pendekatan karena merasa sudah mendapat lampu hijau dari orang tersebut.

3. Mencari kesenangan

jujur pada pasangan

Selain ingin memulai hubungan romantis, ternyata tidak sedikit alasan orang menggoda orang lain hanya sekadar mencari kesenangan. Maksudnya, flirting yang orang lain lakukan berdasarkan alasan ini hanya main-main, alias tidak serius ingin memulai suatu hubungan.

Bagi mereka yang mencari kesenangan lewat flirting menganggap perilaku ini dapat menghabiskan waktu dan menyenangkan. Umumnya, menggoda tanpa maksud serius ini sering terlihat di tempat kerja karena dianggap menimbulkan sensasi yang menyenangkan bagi pria dan wanita yang terlibat di dalamnya.

Oleh karena itu mungkin Anda sering melihat rekan kerja saling menggoda satu sama lain tanpa tujuan yang serius karena dipandang sebagai kegiatan yang berbahaya. Bahkan, flirting for fun ini juga dilihat sebagai hiburan yang membuat orang lain semangat untuk menggoda.

4. Mencapai tujuan tertentu

Pernahkah Anda digoda dan dipuji oleh orang lain dan setelahnya dimintai tolong? Alasan orang menggoda orang lain ternyata bisa untuk mencapai tujuan tertentu yang menguntungkan mereka. Entah itu mengambilkan barang, membantu melakukan tugas, atau bentuk bantuan lainnya.

Sifat genit yang menggoda tersebut dapat menghasilkan keuntungan bagi orang tertentu dengan menggabungkan dominasi sosial dan manipulasi. Begini, flirting dapat membuat target orang tersebut merasa tersanjung atau disukai.

Lalu, respon positif tersebut tidak jarang membentuk target rela membantu Anda. Sebagai contoh, tidak sedikit pekerja yang menggoda atasan atau rekan kerja mereka demi mendapatkan imbalan. Mulai dari kenaikan pangkat hingga hal-hal remeh seperti mengerjakan pekerjaan mereka.

Dengan begitu, alasan orang menggoda orang lain ternyata bisa digunakan untuk memanfaatkan orang lain demi tujuan pribadi.

5. Meningkatkan kepercayaan diri

kencan pertama

Berbeda dengan mencari kesenangan, ada kemungkinan alasan orang menggoda orang lain adalah ingin membangun harga diri mereka sendiri.

Alasan ini mungkin sering dilakukan pada beberapa pelayan wanita yang secara tidak langsung diminta untuk menggoda pelanggan pria yang datang ke restoran.

Tujuan awalnya mungkin ingin membuat pelanggan tersebut merasa nyaman. Namun, tidak sedikit dari mereka yang akhirnya melakukan hal tersebut karena ingin meningkatkan harga diri mereka.

Terlebih lagi ketika orang menerima godaan tersebut dengan positif, flirting dapat menjadi umpan balik bagi orang yang melakukannya dan tanpa sadar membangun harga diri mereka.

6. Ingin berhubungan intim

Terakhir, alasan orang menggoda orang lain karena dimotivasi oleh keinginan untk berhubungan intim. Hal ini sudah sangat jelas dan sering dilakukan oleh pasangan.

Bagi sebagian orang mungkin melihat flirting sebagai bagian dari proses melanjutkan sebuah hubungan. Namun, bagi mereka yang sudah memiliki pasangan justru perilaku ini cenderung memperlihatkan keinginan untuk berhubungan intim.

Walaupun demikian, tidak semua flirting bertujuan untuk berhubungan intim dengan orang lain. Kadangkala metode menggoda orang lain dapat terjadi tanpa adanya ketertarikan fisik atau seksual.

Sebagai contoh, Anda mungkin pernah menangkap basah seseorang menggoda orang yang tidak mereka sukai, seperti barista di kafe atau bercanda dengan kakek sendiri.

Memahami alasan orang menggoda orang lain adalah hal yang penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Hal ini dikarenakan flirting dapat menciptakan konteks yang ambigu, tetapi termasuk bagian dari komunikasi manusia. Akibatnya, flirting tidak jarang menyebabkan persepsi pelecehan seksual dibandingkan bentuk komunikasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

SIRC: Guide to Flirting. Social Issues Research Center. Retrieved 20 May 2020, from http://www.sirc.org/publik/flirt.html

Henningsen, D., Braz, M., & Davies, E. (2008). Why do We Flirt? Flirting Motivations and Sex Differences in Working and Social Contexts. Journal Of Business Communication, 45(4), 483-502. doi: 10.1177/0021943608319390. Retrieved 20 May 2020. 

Weinstein, E. (2018). The attractor factor: why we flirt and what it means. Psych Central. Retrieved 20 May 2020, from https://psychcentral.com/lib/the-attractor-factor-why-we-flirt-and-what-it-means/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 05/06/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x