Mungkinkah Lensa Kontak (Softlens) Bergerak ke Belakang Bola Mata?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan lensa kontak (softlens) punya aturan atau cara pakai tertentu yang harus dipatuhi oleh setiap penggunanya. Misalnya, Anda tidak disarankan untuk tidur dengan memakai lensa kontak, dan harus menaati waktu pakai lensa kontak. Sebab dikhawatirkan, softlens akan berpindah posisi dan masuk ke belakang mata. Memangnya bisa atau tidak, sih?

Bisakah softlens masuk sampai ke belakang mata?

efek pakai softlens infeksi mata akibat lensa kontak

Normalnya, softlens atau lensa kontak digunakan tepat di bagian depan bola mata. Hanya saja, Anda mungkin pernah mengalami atau sekadar mendengar bahwa lensa kontak juga bisa bergerak dan berjalan di sekitar bola mata.

Hal inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan softlens bergerak dan masuk ke belakang bola mata. Apalagi jika Anda sesekali pernah kehilangan softlens, dan cemas kalau ia berpindah ke balik mata.

Kabar baiknya, menurut Gary Heiting, OD, seorang dokter mata, bahwa softlens yang berpindah masuk ke belakang mata sebenarnya tidak mungkin terjadi. Kadang kala, softlens bisa saja terlepas dari bola mata yang dilindungi oleh lapisan kornea (pelindung mata).

Softlens mungkin akan bergerak-gerak di kelopak mata bagian bawah. Namun, pergerakan softlens biasanya hanya berada di sekitaran kelopak mata dan tidak akan berjalan terlalu jauh, apalagi sampai masuk ke belakang bola mata.

Ini dikarenakan pada permukaan bagian dalam kelopak mata, terdapat lapisan tipis, bening, dan lembap yang bernama konjungtiva. Konjungtiva bisa membantu kantung berukuran kecil, yang terletak di antara kelopak mata dan mata yang dipenuhi oleh air mata.

Sementara di bagian belakang kelopak mata, konjungtiva membentuk lipatan ke belakang. Dengan kata lain, konjungtiva bisa menjadi lapisan penutup luar untuk bagian putih dari bola mata, mengutip dari The University of Illinois College of Medicine.

Ketika softlens atau lensa kontak yang Anda gunakan tampak hilang, umumnya hanya bisa mencapai tepi atau ujung kantung konjungtiva, bukan sampai masuk ke belakang bola mata.

Perlindungan dari konjungtiva yang menyeluruh mulai dari kelopak mata sampai bola mata, membuat mustahil bagi benda apa pun, termasuk softlens, untuk bisa masuk ke belakang mata. Terlebih lagi sampai terjebak dan sulit dikeluarkan dari sana.

Bagaimana caranya mengeluarkan softlens yang “menghilang”?

bahaya pakai obat tetes mata steroid

Ketika sedang menggunakan softlens tapi rasanya tiba-tiba Anda tidak menemukan lensa kontak tersebut pada bola mata, Anda mungkin menduga softlens bergerak dan masuk ke belakang mata.

Padahal, kebiasaan mengucek mata atau mata tidak sengaja terbentur selama menggunakan lensa kontak dapat membuatnya bergeser.

Hal tersebut yang mungkin memicu softlens terlipat menjadi dua, dan kemudian terlepas dari kornea mata. Softlens yang terlipat tersebut kemungkinan tersangkut di kelopak mata bagian atas atau bawah, sehingga tampak seolah menghilang.

Agar lebih mudah, coba rasakan apakah seperti ada benda asing yang tersangkut di kelopak mata maupun area sekitarnya? Jika ini terjadi, Anda bisa mengembalikan softlens yang “menghilang”, atau mengiranya masuk ke belakang bola mata, dengan meneteskan obat tetes mata untuk softlens.

Selanjutnya pijat perlahan bagian kelopak mata atas atau bawah, tempat di mana softlens terasa tersangkut. Lakukan hal ini sembari Anda menutup mata. Biasanya, softlens akan bergerak ke posisi mata di mana Anda bisa melihatnya lagi.

Segera keluarkan softlens tersebut, dan sebaiknya hindari dulu pemakaian softlens untuk sementara waktu. Bila ketika dikeluarkan dari mata kondisi softlens terlipat menjadi dua, coba rendam di dalam air softlens selama beberapa waktu.

Setelah itu, Anda bisa membuka lipatan softlens tersebut perlahan-lahan guna mengembalikannya ke bentuk semula. Tak lupa, usahakan untuk lebih berhati-hati lagi saat pakai softlens agar kejadian “hilangnya” lensa kontak saat digunakan ini tidak terulang kembali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Lensa Kontak Boleh Digunakan Dalam Sehari?

Berapa lama Anda pakai lensa kontak dalam sehari? Hati-hati, menggunakan lensa kontak kelamaan bisa berdampak buruk. Lalu, sebaiknya berapa lama?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Mata Merah dan Berair: Gejala Coronavirus COVID-19 yang Jarang Diketahui

Baru-baru ini terdengar kabar bahwa mata merah merupakan indikasi dari gejala coronavirus COVID-19. Benarkah demikian? Simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
COVID-19, Penyakit Infeksi 12 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Lensa Kontak Tersangkut? Ini Cara Mengatasinya

Tidak perlu panik saat lensa kontak tiba-tiba hilang atau sulit untuk dilepaskan. Cara berikut ini dapat dilakukan Anda sendiri untuk mengatasi masalah ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 30 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mata merah karena softlens

6 Penyebab Umum Mata Memerah Saat Pakai Softlens

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
beda soft lens dan hard lens

Apa Bedanya Soft Lens dan Hard Lens? Mana yang Lebih Baik untuk Mata Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
cairan softlens tetes mata

Bolehkah Kita Menggunakan Cairan Softlens Sebagai Tetes Mata?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
softlens lensa kontak

Memahami Jenis Lensa Kontak (Softlens) dan Cara Pemakaiannya yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit