backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Tips Mencegah Mata Merah Setelah Berenang (Plus Cara Mengobatinya)

Ditinjau secara medis oleh dr. Yusra Firdaus


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 23/07/2019

Tips Mencegah Mata Merah Setelah Berenang (Plus Cara Mengobatinya)

Tahukah Anda bahwa klorin yang ditambahkan di kolam renang jika bercampur dengan urine, keringat, dan sebagainya bisa menyebabkan mata Anda merah? Baik atlet ataupun orang biasa, kerap mengalami mata merah setelah berenang. Agar tak terus berulang, simak cara mencegah mata merah setelah berenang berikut ini.

Klorin di kolam menjadi penyebab iritasi mata

mengatasi saraf kejepit

Klorin pada dasarnya dicampurkan ke kolam renang untuk mencegah penyebaran kuman dan wabah.

Namun, klorin yang bercampur dengan cairan tubuh, seperti urine, keringat, sel kulit, deodoran yang menempel pada tubuh, atau sisa make up pada tubuh maka akan menyebabkan beberapa permasalahan, seperti:

  • Mengurangi jumlah klorin yang tersedia untuk membunuh kuman
  • Membuat zat iritan yang disebut dengan kloramin
  • Kloramin ini yang diduga sebagai faktor risiko terjadinya mata merah setelah berenang.

    Bagaimana mencegah iritasi mata merah setelah berenang?

    1. Menggunakan kacamata renang

    pentingnya pakai kacamata renang

    Kacamata renang merupakan salah satu alat yang sebenarnya sangat dianjurkan untuk dipakai saat berenang. Selain Anda dapat melihat di air dengan jelas, kacamata renang dapat mencegah iritasi mata ketika Anda selesai berenang. 

    Hal tersebut dikarenakan kacamata renang dirancang untuk melindungi mata Anda dari zat iritan, seperti kloramin. 

    2. Mencuci mata

    Setelah berenang, usahakan untuk mencuci mata Anda. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan air keran dan dalam keadaan mata tertutup. 

    Cara ini biasanya cukup ampuh untuk membilas berbagai senyawa kimia yang menempel di sekitar mata Anda. 

    3. Menggunakan obat tetes mata

    bahaya pakai obat tetes mata steroid

    Sebelum memasuki air, usahakan untuk menggunakan obat tetes mata atau gel air mata agar cairan di mata tetap seimbang dan membuat mata Anda lebih nyaman.

    Biasakan pula memakai obat tersebut setelah berenang untuk menghindari iritasi mata merah akibat kloramin. 

    4. Minum air putih yang banyak

    minum air putih menghilangkan batu ginjal

    Salah satu penyebab mata memerah setelah berenang adalah tubuh kekurangan cairan. Oleh karena itu, minum air putih yang banyak sebelum dan sesudah berenang merupakan langkah yang cerdas agar mata Anda tetap lembap. 

    Selain keempat tips tersebut, ada cara lain untuk mencegah iritasi mata (mata merah), yaitu:

    • Hindari buang air kecil maupun besar di kolam renang.
    • Jika mendesak, langsung keluar dari kolam dan pergi ke toilet. 
    • Membasuh tubuh sebelum memasuki air agar kotoran yang menempel pada tubuh Anda hilang. 
    • Menggunakan bathing cap atau penutup kepala untuk perenang 

    Mencuci mata setelah berenang dapat mengobati mata merah

    cuci tangan air hangat dingin

    Jika setelah mengikuti langkah-langkah di atas dan mata Anda tetap merah setelah berenang, mungkin Anda perlu mengobatinya. 

    Seperti yang dilansir dari American Optometric Association, membilas mata secara menyeluruh dengan air hangat membantu menghilangkan iritasi pada permukaan mata. 

    Selain itu, Anda juga dapat mengompres mata Anda dengan kompres dingin untuk mengurangi peradangan dan iritasi. Jika sudah selesai, cobalah menggunakan obat tetes mata agar rasa gatal dan terbakar di mata dapat berkurang. 

    Akan tetapi, apabila Anda mengalami gejala komplikasi di bawah ini, segera konsultasikan dengan dokter mata Anda.

    • Iritasi dan mata merah yang mengeluarkan cairan nanah
    • Penglihatan terganggu dan kabur selama beberapa jam

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Yusra Firdaus


    Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 23/07/2019

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan