Definisi

Apa itu monospot?

Tes mononukleosis adalah tes darah untuk mencari antibodi yang menunjukkan mononucleosis (mono), yang biasanya disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Antibodi ini dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

Uji Monospot (uji heterophil) adalah tes pemindaian cepat untuk mendeteksi jenis antibodi (heterophil antibodi) yang terbentuk selama infeksi tertentu. Sampel darah ditempatkan pada slide mikroskop dan dicampur dengan zat lain. Jika terdapat antibodi heterophil, darah akan menggumpal. Hasil ini biasanya menunjukkan infeksi mono. pengujian monospot biasanya dapat mendeteksi antibodi 2-9 minggu setelah seseorang terinfeksi. Biasanya tidak digunakan untuk mendiagnosis mono yang dimulai lebih dari 6 bulan sebelumnya.

Kapan saya harus menjalani tes monospot?

Tes mono dibutuhkan ketika seseorang, terutama saat remaja atau orang dewasa, didiagnosis memiliki gejala infeksi mononucleosis oleh dokter. Kadang orang kebingungan membedakan gejala tersebut dengan gejala pilek atau flu. Beberapa gejala yang lebih umum dari mono meliputi:

  • demam
  • sakit kepala
  • sakit tenggorokan
  • pembengkakan kelenjar di leher dan/atau ketiak
  • keletihan berkelanjutan atau kelelahan

Beberapa orang mungkin mengalami gejala tambahan seperti:

  • sakit perut
  • hati membesar dan/atau limpa
  • ruam

Pengujian dapat diulang ketika hasil awal menunjukan negatif tetapi kecurigaan mono tetap tinggi.

 

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani monospot?

Tes mono cepat dan mudah dilakukan, tetapi khusus untuk antibodi heterofil, bukan EBV. Test ini juga menunjukan hasil positif pada orang dengan limfoma, lupus eritematosus sistemik (lupus), dan beberapa jenis kanker pencernaan, meskipun tidak digunakan sebagai alat diagnostik atau pemindaian untuk kondisi-kondisi tersebut.

Ketika tes mono negatif dan/atau dokter ingin memperoleh informasi lebih lanjut tentang keberadaan dan status infeksi EBV, dokter akan melakukan satu atau lebih dari kombinasi antibodi EBV. Tes ini dapat menunjukkan apakah seseorang rentan terhadap EBV, telah memiliki infeksi baru, telah memiliki infeksi EBV di masa lalu, atau memiliki infeksi EBV yang telah diaktifkan.

Antibodi heterofil menurun setelah minggu keempat penyakit, dan tes mono akan menjadi negatif karena infeksi telah sembuh.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani monospot?

Tidak ada persiapan khusus yang diperlukan. Diskusikan dengan dokter Anda tentang segala kekhawatiran Anda tentang perlunya tes, risikonya, bagaimana hal itu akan dilakukan, atau apa arti dari hasil yang akan didapatkan

Bagaimana proses yang biasa dilakukan untuk uji monospot?

Tes monospot dilakukan pada sampel kecil dari darah yang diambil dari ujung jari Anda atau dari vena.

Untuk sampel jari, tenaga kesehatan profesional akan mengambil sampel dengan:

  • membersihkan tangan Anda dengan sabun dan air hangat atau kapas alkohol
  • memijat tangan Anda tanpa menyentuh area tusukan.
  • menusuk kulit di sisi jari tengah atau jari manis Anda dengan alat kecil yang disebut lanset
  • menyeka tetes darah pertama
  • menempatkan tabung kecil yang disebut tabung kapiler di area tusukan dan mengumpulkan sejumlah kecil darah
  • meletakkan kasa atau kapas di area tusukan saat tabung dilepaskan
  • memberi tekanan di area tersebut dan kemudian memasang perban

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani tes monospot?

Anda dapat melepaskan perban dan kapas sekitar 20 sampai 30 menit. Anda akan diberikan  tanggal/waktu untuk mendapatkan hasil tes Anda. Dokter Anda akan menjelaskan hasil tes yang berarti bagi Anda. Anda harus mengikuti instruksi dari dokter Anda.

 

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil tes monospot biasanya tersedia dalam waktu 1 jam.

Normal (negatif): Sampel darah tidak membentuk gumpalan (tidak ada antibodi heterophil terdeteksi).

Abnormal (positif): Terdapat gumpalan pada sampel darah (terdeteksi adanya antibodi heterophil). Jika terdapat gumpalan pada sampel darah, Anda mungkin memiliki mono.

Monospot pada minggu kedua atau ketiga penyakit membuat diagnosis infeksi mononucleosis sangat kecil kemungkinannya, tapi selama minggu pertama sakit, tes mungkin akan menunjukan hasil negatif yang palsu. Jika perlu, jalani pengujian lebih lanjut untuk antibodi spesifik terhadap Virus Epstein-Barr (EBV serologi) dapat dilakukan. Komponen EBV serologi termasuk EBV IgM (biasanya menunjukkan infeksi baru) dan EBV IgG (biasanya menunjukkan infeksi sebelumnya).

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca