Antibodi Antimitokondrial

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu antibodi antimitokondrial?

Tes antibodi antimitokondrial adalah tes yang sering dilakukan untuk mendiagnosis primary biliary cirrhosis (PBC). Antibodi antimitokondrial merupakan bagian dari antibodi sitoplasma yang langsung melawan lipoprotein pada mitokondria. Antibodi antimitokondrial muncul pada 94% pasien primary biliary cirrhosis. Antibodi pada grup M-2 adalah antibodi yang sangat berperan dalam mendiagnosis PBC. Namun, antibodi ini tidak berguna untuk memantau perkembangan penyakit.

Kapan saya harus menjalani antibodi antimitokondrial?

Tes Antimitochondrial Antibody (AMA) atau AMA-M2 biasanya diresepkan oleh dokter ketka dokter menduga bahwa Anda menderita kelainan autoimmune seperti primary biliary cirrhosis cholestasis.

Berikut gejala-gejala munculnya primary biliary cirrhosischoletasis:

  • gatal-gatal
  • sakit kuning
  • lelah
  • sakit perut
  • hati membesar

Banyak orang yang menderita penyakit ini tanpa mengalami gejala apapun terlebih dahulu. Gangguan ini biasanya diidentifikasi pertama kali akibat kelainan pada tes lain seperti enzim hati, peningkatan jumlah alkaline phosphatase.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani antibodi antimitokondrial?

Tes ini dapat dilakukan dengan tes lain yang berfungsi untuk mendeteksi penyebab lain dari penyakit atau luka hati. Penyebabnya bisa saja termasuk infeksi, misal virus hepatitis, obat-obatan, penyalahgunaan alkohol, racun, penyakit bawaan, penyakit metabolisme, dan hepatitis autoimun. Tes AMA dan AMA-2 ini tidak dapat mengindentifikasi primary cholestatic cirrhosis, tes lain, dan gejala-gejala klinis, yang dapat mendiagnosis primary cholestatic cirrhosis.

Berikut tes lain yang diresepkan dokter Anda:

  • Anti-nuclear antibodies (ANA)
  • Immunoglobulin M (IgM)
  • Bilirubin
  • Albumin
  • C-reactive protein
  • Smooth Muscle Antibodies (SMA)

Dokter harus melakukan biopsi hati lain untuk mendeteksi diagnosis primary biliary cirrhosis setelah didapatkan hasil tes AMA positif, dan enzim hati yang tinggi. Sekitar 50% kasus primary cholestatic cirrhosis akan terdeteksi sebelum terjadi gejala-gejala yang jelas.

Penting bagi Anda untuk memahami peringatan dan pencegahan sebelum melakukan operasi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani antibodi antimitokondrial?

Anda harus mendengarkan penjelasan dokter tentang tes ini. Anda tidak perlu berpuasa atau melakukan persiapan khusus sebelum tes.

Bagaimana proses antibodi antimitokondrial?

Tenaga medis yang bertugas mengambil darah Anda akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani antibodi antimitokondrial?

Anda harus menekan-nekan bagian vena Anda jika Anda mengalami masalah hati, mungkin Anda mengalami gangguan pendarahan.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang proses ini, silakan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan instruksi yang lebih baik.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil normal:

Tidak muncul antibodi mitochondrial titre > 1:5 atau jumlah antibodi <0 unit

Hasil yang tidak normal:

Peningkatan jumlah antibodi:

  • primary biliary cirrhosis (PBC)
  • active chronic hepatitis
  • systemic lupus erythematosus
  • syphilis
  • drug-induced biliary obstruction
  • autoimmune hepatitis
  • extrahepatic obstruction
  • acute infectious hepatitis

Tergantung laboratorium yang Anda pilih, angka standard tes normal bisa berbeda-beda.  Diskusikan dengan dokter tentang hasil tes Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Tips Jitu Mengembalikan Nafsu Makan Anak Setelah Sakit

    Setelah sembuh dari sakit, anak biasanya masih tidak berselera untuk makan, ikuti beberapa cara ini untuk mengembalikan nafsu makan anak.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Pentingnya Konsumsi EPA bagi Pasien Kanker

    Salah satu kondisi yang dihadapi pasien kanker adalah kondisi kaheksia. Konsumsi EPA bantu menjaga asupan nutrisi terpenuhi untuk pasien kanker.

    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Nutrisi, Hidup Sehat 03/06/2020

    Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

    Obat NSAID biasanya digunakan untuk mengatasi gejala seperti nyeri atau demam. Namun, bolehkah digunakan untuk penyakit autoimun?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Jalani 4 Rutinitas Sehat Ini di Pagi Hari Agar Lebih Produktif

    Salah satu kunci agar bisa bekerja lebih produktif seharian adalah dengan melakukan rutinitas pagi yang dapat meningkatkan kondisi kesehatan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Direkomendasikan untuk Anda

    SADARI kanker payudara

    Apakah Kamu Berisiko Terkena Kanker Payudara?

    Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020
    stres kerja di rumah

    Terlalu Lama Kerja di Rumah Bikin Stres? Ini Cara Mengatasinya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020
    Apakah kandungan garam Himalaya lebih baik daripada garam dapur?

    Bahaya Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam Himalaya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020
    minyak jarak untuk bibir

    Plus Minus Pakai Minyak Jarak untuk Pelembap Bibir

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020