Sarcoidosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sarcoidosis?

Penyakit Sarcoidosis (dikenal juga sarkoidosis) adalah pertumbuhan sel radang yang berlebihan di bagian tubuh, yang memicu peradangan dari organ-organ – yang paling umum terjadi di paru-paru, kelenjar getah bening, mata dan kulit.

Sarcoid merupakan bentuk granuloma yang sangat populer yang juga dikenal dengan penyakit granulomatous. Granuloma dapat juga dipertimbangkan sebagai tumor yang tidak ganas. Tumor-tumor ini dapat dilihat melalui mikroskop.

Seberapa umumkah sarcoidosis?

Penyakit ini biasanya menyerang pria dan wanita. Penyakit ini dapat mneyerang pasien berumur 15 – 65 tahun. Penyakit ini dapat dikontrol dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sarcoidosis?

Tanda-tanda dan gejala dari penyakit ini bermacam-macam bergantung pada organ mana yang diserang Sarcoidosis. Sarcoidosis terkadang berkembang secara berkala dan memiliki gejala yang berlangsung tahunan. Dalam beberapa kasus, gejala dapat datang dan pergi secara tiba-tiba. Namun, ada juga pasien yang tidak memiliki gejala.

Gejala umum dari Sarcoidosis adalah:

  • Letih, napas pendek, berdebar-debar
  • Bibir kering, hilang nafsu makan, hilang berat badan
  • Demam, ruam, kaku atau bengkak pada persendian, bengkak besar pada kelenjar getah bening
  • Batuk kering, hidung kering atau basah dalam waktu yang lama (kronis)

Tanda-tanda lain juga berupa letih, pandangan kabur; kasus yang parah dapat berupa ophthalmia, tingkat kalsium tinggi dalam darah, liver, dan kerusakan ginjal, kelainan detak jantung dan infeksi kulit.

Gejala umum bagi Sarcoidosis paru terjadi pada pasien yang memiliki masalah paru-paru:

  • Batuk berkepanjangan
  • Napas pendek
  • Bunyi saat bernapas
  • Sakit pada dada

Sekitar 25% orang yang terinfeksi Sarcoidosis memiliki masalah kulit, berupa :

  • Ruam-ruam: merah atau ungu yang muncul pada kaki atau mata kaki
  • Luka: luka pada kulit yang membuat buruk penampilan pada hidung, pipi, dan telinga
  • Perubahan warna kulit: kulit yang terinfeksi dapat berubah menjadi lebih gelap atau lebih terang dari kulit normal
  • Tumor, tumor kecil: berkembang di bawah kulit, khususnya sekitar luka atau tato

Sarcoidosis juga menyerang mata tanpa gejala apapun. Ketika gejala pada mata terjadi, biasanya berupa:

  • Pandangan kabur
  • Luka pada mata
  • Mata bengkak merah
  • Sensitif terhadap cahaya

Terdapat kemungkinan beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda merasa gelisah terhadap suatu gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Walaupun Sarcoidosis tidak selalu serius, tetapi dapat meninggalkan bekas luka pada organ tubuh Anda. Anda harus segera ke dokter jika Anda memiliki dua atau lebih gejala dari Sarcoidosis, khususnya demam, tremor, pandangan kabur, sakit pada dada, atau berdebar-debar. Tubuh setiap orang bereaksi berbeda-beda. Selalu baik untuk berdiskusi dengan dokter Anda mengenai yang terbaik bagi kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab sarcoidosis?

Penyebab Sarcoidosis belum diketahui. Ketika Anda mengalami Sarcoidosis, sel dan jaringan yang radang pada bagian tubuh Anda berkumpul dan menyebar menjadi tumor kecil atau tumor. Tumor-tumor ini akan tumbuh dan menghalangi bagian tubuh bekerja, dan akan menyebabkan peradangan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sarcoidosis?

Ada banyak faktor risiko terhadap Sarcoidosis, seperti:

  • Sejarah keluarga yang memiliki penyakit: Jika seseorang dalam keluarga Anda memiliki penyakit ini, Anda cenderung lebih mudah untuk terserang juga
  • Turunan sistem imun lemah atau gangguan autoimun
  • Polusi di tempat tinggal atau kekurangan air bersih

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sarcoidosis?

Anda akan membaik tanpa pengobatan jika Anda menyesuaikan kebiasaan hidup pada masa awal penyakit. Namun, jika Anda memiliki beberapa gejala, Anda sebaiknya dirawat dan dipantau selama beberapa bulan atau tahun.

Obat-obat seperti prednisone cortisolsteroid immunosuppressive dan anti-peradangan adalah yang umum diberikan untuk 6 hingga 12 bulan dengan dosis paling rendah untuk mengontrol perkembangan granuloma.

Sarcoidosis dapat kambuh. Karenanya, dokter Anda akan memantau perkembangan pengobatan Anda melalui pemeriksaan klinis untuk melihat apakah gejala Anda membaik. Selain itu, dokter akan melakukan X-ray dan tes pernapasan.

Jika kondisi Anda bertambah serius dan antiobiotik tidak lagi efektif, dokter Anda akan memberikan obat-obatan yang lebih kuat seperti methotrexate untuk menghambat kanker dan pengobatan rheumatoid arthritis, immunosuppressant azathioprine, atau antiviral hydroxychloroquine. pengobatan tidak bisa dilakukan sendiri dan harus didampingi oleh dokter.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sarcoidosis?

Sarcoidosis merupakan salah satu yang sulit untuk didiagnosis karena Anda bisa saja tidak memiliki gejala atau Anda ternyata mengidap penyakit lain yang memiliki gejala yang mirip.

Dokter membutuhkan pemeriksaan fisik yang dikombinasikan dengan radiografi di dada dibanding hanya melakukan pemeriksaan fisik yang tidak bisa mendiagnosis secara akurat. Dokter juga akan menyarankan tes darah, tes pernapasan, tomography (CT), biopsi jaringan, tes TB dan ECG.

Jika dokter mendiagnosis granuloma paru, Anda mungkin membutuhkan bronchoscopy dengan menempatkan pemeriksa melalui hidung hingga paru-paru. Dokter akan melakukan biopsi dari pembedahan paru-paru (pembukaan pembedahan jaringan paru-paru yang diperiksa melalui mikroskop).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sarcoidosis?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi Sarcoidosis:

  • Kurangi makan garam selama diet jika Anda menggunakan steroid
  • Periksa tekanan darah, dan tes darah untuk diabetes
  • Vaccinations pneumococcal, vaksin untuk pneumonia
  • Jangan sengaja berhenti mengonsumsi obat-obat atau mengubah dosisnya walaupun Anda merasa baikan, tanpa sepengetahuan dokter
  • Jangan merokok: Merokok membuat kondisi medis Anda memburuk
  • Hindari sinar matahari langsung: matahari akan menimbulkan ruam yang menyebabkan penyakit granuloma memburuk

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kejang Demam (Step) pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Wajar bila orangtua panik saat bayi atau balitanya mendadak step alias kejang saat demam. Tapi sebenarnya, kondisi ini tak seburuk kelihatannya, kok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Tips Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Saat puasa, daya tahan tubuh bisa turun. Anda pun jadi rentan kena radang tenggorokan. Nah, ini dia caranya agar tetap lancar puasa saat radang tenggorokan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 19 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Gejala lupus di awal memang ringan. Namun, jika tidak diobati secepatnya, lupus bisa berkembang menjadi komplikasi yang memperparah kondisinya.

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 10 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab penyakit kulit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
sesak napas dispnea

Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit
cara alami mengatasi demam pada anak

Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit