Penyakit Graves

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit Graves?

Basedow, atau biasa disebut dengan penyakit Graves adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan kelenjar tiroid menjadi agresif. Tiroid adalah kelenjar endokrin yang memiliki peran penting dan terletak di leher di mana hormon tiroid diproduksi untuk mengontrol aktivitas tubuh. Jika kelenjar tiroid terlalu aktif dan memproduksi lebih banyak hormon tiroid, maka akan menyebabkan hipertiroidisme.

Seberapa umumkah penyakit Graves?

Penyakit Graves adalah salah satu penyakit yang lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria. Anda dapat mencegah penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan berdiskusi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit Graves?

Tanda dan gejala penyakit Graves adalah:

  • Gelisah atau cemas
  • Sering merasa sangat lelah, lemas, dan tidak bertenaga
  • Dada lebih besar dari biasanya (pada laki-laki)
  • Konsentrasi menurun atau sulit untuk konsentrasi
  • Masalah pada penglihatan, pandangan tampak kabur atau ganda (1 objek terlihat ada 2)
  • Tonjolan bola mata (exophthalmia)
  • Muncul gondok
  • Sering buang air kecil
  • Mudah berkeringat
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Jantung berdebar-debar atau detak jantung yang cepat
  • Tubuh gemetaran
  • Berat badan turun drastis

Kemungkinan terdapat gejala atau pertanda yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran terkait penyakit ini, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau Anda memiliki pertanyaan seputar penyakit Graves, silakan konsultasikan dengan dokter Anda sebab kondisi tubuh manusia berbeda-beda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit Graves?

Penyakit Graves disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh, dikenal sebagai penyakit autoimun. Kondisi ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dalam tubuh Anda secara perlahan dan mengakibatkan kelainan pada kelenjar tiroid. Itulah mengapa kelenjar tiroid mengeluarkan hormon lebih banyak dari biasanya.

Penyakit Graves adalah salah satu penyakit yang bisa diturunkan. Meski begitu, penyakit ini tidak menular.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit Graves?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit Graves adalah:

  • Jika orangtua, kakek, nenek, atau saudara kandung Ada punya riwayat penyakit ini, maka Anda berisiko juga mengalaminya.
  • Wanita memiliki risiko yang lebih tinggi daripada pria.
  • Cenderung terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 40 tahun.
  • Orang yang memiliki gangguan kekebalan tubuh seperti terkena penyakit diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis (rematik) cenderung lebih berisiko terkena penyakit ini.
  • Stres mental dan fisik.
  • Sedang hamil.
  • Merokok.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit Graves?

Dokter biasanya akan meresepkan obat beta blocker untuk mengatasi detak jantung cepat, berkeringat, dan merasa cemas. Penyakit Graves menyebabkan hipertiroidisme yang dapat diobati dengan menurunkan kadar hormon tiroid dalam tubuh Anda dengan mengonsumsi obat, yodium radioaktif atau melakukan operasi. Namun, untuk kasus operasi atau penggunaan sinar radioaktif, kemungkinan Anda harus menggunakan asupan hormon tiroid pengganti seumur hidup.

Beberapa penyakit mata yang disebabkan oleh Graves dapat diobati dengan yodium radioaktif, obat-obatan, dan operasi. Namun, yodium radioaktif biasanya tidak terlalu efektif dan dapat menyebabkan kerusakan pada mata Anda. Dokter akan memberikan steroid inhibitor untuk kekebalan tubuh (prednison) atau tetes mata untuk membantu mengurangi iritasi dan bengkak pada mata.

Selain itu, Anda pun bisa menggunakan kain bersih untuk menutupi mata ketika tidur untuk menghindari kekeringan mata. Dokter akan melakukan operasi atau metode radioaktif lainnya jika diperlukan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit Graves?

Dokter akan mendiagnosis pasien berdasarkan sejarah keluarga dan gejala penyakit. Dokter dapat mengambil darah untuk diuji. Selain itu, Anda mungkin akan dites menggunakan rontgen, CT Scan, atau yodium radioaktif.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit Graves?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang membantu Anda mengatasi penyakit Graves adalah

  • Minum obat teratur seperti yang disarankan dokter.
  • Lakukan olahraga secara tertur jika diperbolehkan.
  • Periksakan mata Anda setidaknya setahun sekali atau lebih.
  • Jika Anda merokok, berusahalah untuk berhenti merokok. Jika Anda tidak merokok, maka berusahalah untuk menghindari paparan asap rokok.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Transplantasi Ginjal

Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri atau sakit punggung

Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
pencegahan anemia

7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit