Giant Cell Arteritis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu giant cell arteritis?

Arteritis sel raksasa atau giant cell arteritis adalah kondisi di mana lapisan arteri meradang dan membengkak. Kondisi ini mengakibatkan arteri mengalami penyempitan sehingga mengurangi persediaan darah ke jaringan di seluruh organ.

Meskipun arteri di setiap bagian tubuh bisa berisiko mengalami peradangan, arteri di kedua bagian pelipislah yang paling terpengaruh. Inilah sebabnya, arteritis sel raksasa juga sering kali disebut sebagai arteritis temporal. 

Jika tidak segera ditangani dan diobati dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan stroke dan kebutaan. 

Seberapa umumkah giant cell arteritis?

Giant cell arteritis adalah kondisi yang umumnya terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria.

Penyakit ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala giant cell arteritis?

Gejala paling umum dari giant cell arteritis adalah pusing parah, khususnya di dua bagian pelipis. Beberapa tanda dan gejala khas lainnya dari giant cell arteritis adalah:

  • Tanda-tanda flu seperti demam, kelelahan, pusing, sendi kaku, otot sakit
  • Penglihatan buram atau penglihatan ganda (satu objek terlihat seperti ada dua)
  • Kulit kepala sensitif dan mudah terluka
  • Nyeri di rahang atau lidah saat mengunyah atau berbicara
  • Turun berat badan drastis tanpa sebab

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki beberapa gejala serius, seperti:

  • Tiba-tiba kehilangan penglihatan permanen pada salah satu atau kedua mata
  • Gejala tidak membaik setelah satu minggu
  • Sakit kepala parah yang sebelumnya tak pernah dialami, berhubungan dengan demam atau sakit saat mengunyah

Jika dokter mendiagnosis Anda terkena arteritis sel raksasa, Anda perlu segera dan melakukan pengobatan teratur untuk menghindari kebutaan permanen.

Penyebab

Apa penyebab giant cell arteritis?

Penyebab penyakit ini belum diketahui. Namun, para ahli percaya bahwa giant cell arteritis adalah kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya untuk melawan infeksi pada tubuh.

Saat itu, infeksi akan menyerang lapisan pembuluh darah yang membuat arteri meradang dan bengkak menyebabkan sel darah arteritis. Kondisi ini dapat diturunkan ke generasi berikutnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk giant cell arteritis?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami giant cell arteritis adalah:

  • Usia. Penyakit ini paling banyak terjadi pada orang tua, rata-rata di atas 70 tahun, dan jarang terjadi pada orang-orang di bawah 50 tahun.
  • Jenis kelamin. Wanita berisiko dua kali lipat terkena artetitis sel raksasa daripada pria.
  • Rematik polimialgia. Sekitar 15 persen orang yang sakit rematik polimialgia juga mengalami arteritis sel raksasa.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini. Faktor-faktor risiko ini hanya sebagai referensi. Anda sebaiknya bertanya dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk giant cell arteritis?

Dokter akan memberikan resep obat kortikosteroid (prednisone) untuk meredakan gejala dan mencegah kehilangan penglihatan. Gejala-gejala dari arteritis sel raksasa biasanya akan berkurang setelah beberapa hari mengonsumsi obat tersebut. Meski begitu, risiko kekambuhan juga masih bisa terjadi. Dokter akan mengatur dosis jika gejalanya tidak juga membaik.

Untuk menghindari efek samping kortikosteroid, dokter mungkin akan memberikan Anda resep vitamin D dan suplemen kalsium serta pemeriksaan tulang secara berkala.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk giant cell arteritis?

Dokter akan mendiagnosis berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik yang komprehensif. Di samping itu, ada beberapa tes seperti:

  • Tes darah khusus (tingkat sedimentasi eritrosit) untuk mengevaluasi peradangan
  • Biopsi arteri temporer
  • Rontgen dada
  • MRI
  • USG Doppler
  • Positron emission tomography (PET)

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi giant cell arteritis?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi giant cell arteritis adalah:

  • Minum obat teratur. Jangan ganti atau berhenti berobat tanpa izin dokter.
  • Rutin konsultasi ke dokter. Rutinlah memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Sampaikan ke dokter jika Anda mengalami efek samping tidak biasa dari minum obat kartikosteroid.
  • Menjaga pola makan sehat. Perbanyak makan buah dan sayur, kurangi makan berlemak dan tinggi gula.
  • Perbanyak olahraga. Olahragalah secara teratur setidaknya 30 menit dalam sehari. Tak perlu olahraga berat, lakukan aktivitas fisik sederhana yang Anda sukai seperti bersepeda atau jogging.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Memasuki Masa Lansia Tubuh Semakin Kurus?

Selain kulit semakin keriput, berat badan lansia juga biasanya semakin menyusut. Memangnya, apa penyebab tubuh semakin kurus saat masuk masa lansia?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

Dibanding yang masih muda, orang tua lebih gampang kedinginan. Namun, penyebab lansia mudah kedinginan tidak sesepele karena suhu AC yang terlalu rendah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Lansia yang Susah Makan, Bolehkah Hanya Minum Susu?

Lansia memang cenderung susah makan dan lebih suka minum susu. Tetapi, bukan berarti susu bisa digunakan sebagai pengganti makan.

Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Hati-hati, 6 Masalah Mulut dan Gigi Ini Rentan Menyerang Lansia

Masalah gigi dan mulut menjadi penyebab lansia bergigi ompong. Namun, apa saja masalah gigidan mulut yang umumnya rentan terjadi? Baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

mengajak orang tua pindah

Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
kebutuhan vitamin dan mineral

Ragam Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Sistem Imun Lansia

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
masalah tidur lansia

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
batuk terus gejala gagal jantung

Duduk Terlalu Lama Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020