Acanthosis Nigricans

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu acanthosis nigricans?

Acanthosis nigricans adalah kelainan pigmentasi kulit yang ditandai dengan munculnya area seperti beludru berwarna gelap pada lipatan-lipatan di tubuh. Kulit yang terpengaruh dapat menebal. Sering kali, acanthosis nigricans memengaruhi ketiak, pangkal paha (selangkangan), dan leher.

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang-orang yang obesitas atau diabetes. Anak-anak yang memiliki kondisi ini berisiko lebih tinggi terhadap diabetes tipe 2. Meski termasuk jarang, kondisi ini juga bisa jadi pertanda dari tumor bersifat kanker pada organ internal, seperti lambung atau hati.

Acanthosis nigricans dapat menjadi pertanda dari masalah kesehatan yang lebih serius, seperti prediabetes. Perawatan paling efektif adalah dengan berfokus pada akar permasalahannya. Kondisi ini cenderung akan menghilang setelah mengatasi penyebabnya.

Seberapa umum acanthosis nigricans?

Acanthosis nigricans sangat umum dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Kelainan pigmentasi kulit ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor yang memicunya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala acanthosis nigricans?

Gejala dan ciri utama dari acanthosis nigricans adalah perubahan warna kulit. Perubahan pada kulit biasanya terlihat secara perlahan. Kulit yang terpengaruh juga dapat berbau atau gatal. Biasanya, perubahan warna kulit ini akan muncul pada lipatan-lipatan kulit dan daerah lain tubuh, meliputi:

  • Ketiak
  • Lipatan paha
  • Bagian belakang leher
  • Siku
  • Lutut
  • Buku-buku jari
  • Bibir
  • Telapak tangan
  • Telapak kaki

Mungkin ada gejala lain yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab acanthosis nigricans?

Kondisi perubahan warna kulit ini telah dikaitkan dengan:

  • Resistensi insulin. Kebanyakan orang dengan acanthosis nigricans telah kebal terhadap insulin. Insulin merupakan hormon yang disekresikan oleh pankreas yang membantu tubuh dalam mengolah gula. Resistensi insulin biasanya menyebabkan diabetes tipe 2.
  • Kelainan hormon. Acanthosis nigricans sering kali terjadi pada orang dengan kelainan, seperti kista indung telur, tiroid yang tidak aktif, atau masalah dengan kelenjar adrenal.
  • Obat-obatan dan suplemen tertentu. Niacin, pil KB, hormon pertumbuhan, obat-obatan tiroid, suplemen pembentuk tubuh, prednisone, dan kortikosteroid lain dalam dosis tinggi dapat menyebabkan perubahan warna kulit ini.
  • Kanker. Acanthosis nigricans juga kadang terjadi dengan limfoma atau saat tumor kanker mulai bertumbuh pada organ internal, seperti lambung, usus besar, atau hati.

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena acanthosis nigricans?

Ada banyak faktor risiko untuk kondisi ini, antara lain:

  • Obesitas. Semakin berat tubuh Anda, semakin tinggi risiko acanthosis nigricans.
  • Riwayat keluarga. Beberapa jenis acanthosis nigricans merupakan kondisi turunan

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Kelainan pigmentasi kulit ini biasanya terdeteksi saat pemeriksaan kulit. Biopsi kulit akan diperiksa untuk mengeliminasi kemungkinan penyebab lainnya. Apabila penyebabnya tidak jelas, dokter dapat merekomendasikan tes darah, X-ray, tes glukosa darah, atau tes fasting insulin. Dokter juga dapat melihat apakah ada faktor pemicu dalam pengobatan yang Anda jalani.

Penting untuk memberi tahu dokter tentang suplemen makanan, vitamin atau suplemen pembentuk tubuh yang sedang Anda gunakan selain pengobatan dengan resep.

Bagaimana pengobatannya?

Tidak ada perawatan spesifik yang tersedia untuk kelainan pigmentasi kulit yang umumnya dipicu oleh resistensi insulin ini. Perawatan yang dilakukan adalah berfokus pada penyebab terjadinya. Mengobati penyebabnya dapat mengembalikan warna dan tekstur normal pada area kulit yang terpengaruh. Contohnya:

  • Penurunan berat badan. Apabila perubahan warna kulit Anda disebabkan oleh obesitas, menurunkan berat badan menjadi solusinya.
  • Menghentikan pengobatan atau suplemen. Apabila kondisi Anda terkait dengan pengobatan atau suplemen yang Anda gunakan, dokter dapat menyarankan untuk menghentikan penggunaan zat tersebut.
  • Melakukan operasi. Apabila acanthosis nigricans dipicu oleh tumor yang bersifat kanker, operasi pengangkatan tumor sering kali dapat mengatasi perubahan warna (diskolorasi) kulit.

Apabila Anda terganggu dengan tampilan kulit atau luka terasa tidak nyaman dan mulai berbau, dokter mungkin akan menyarankan penggunaan:

  • Sabun antibakteri, gunakan secara perlahan karena scrub dapat memperburuk kondisi
  • Antibiotik oles/salep
  • Obat jerawat oral
  • Terapi laser untuk mengurangi ketebalan kulit

Perawatan lain untuk memperbaiki tampilan kulit meliputi Retin-A, 20% urea, alpha hydroxyacids, vitamin D oles dan obat resep asam salisilat. Namun perawatan tersebut hanya sedikit membantu.

Acanthosis nigricans yang disebabkan oleh obat akan menghilang begitu pengobatan dihentikan.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi acanthosis nigricans?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi perubahan warna kulit akibat kondisi ini:

  • Menjalani gaya hidup sehat secara konsisten
  • Kurangi berat badan
  • Atur pola makan
  • Hindari pengobatan yang cenderung menyebabkan atau memperburuk kondisi

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Edema Makula Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Edema makula diabetik adalah komplikasi diabetes yang bisa memicu kebutaan. Bagaimana cara mencegahnya? Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers 13/02/2020 . 4 menit baca

Diabetes Meningkatkan Risiko Rematik Hingga 20 Persen

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko rematik hingga sebesar 20 persen apabila tidak ditangani dengan baik. Apa yang menjadi penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers 10/02/2020 . 3 menit baca

Mengenal Jenis-Jenis Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik adalah kondisi komplikasi dari diabetes. Neuropati diabetik tidak hanya 1 jenis, melainkan ada 4 jenis yang bisa dibedakan gejalanya.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Diabetes, Health Centers 04/02/2020 . 5 menit baca

Suka Makan Jantung Pisang? Ini 5 Manfaat yang Wajib Anda Tahu

Manfaat jantung pisang mampu menangkal beragam bakteri yang menyebabkan penyakit tertentu. Jantung pisang juga membantu mengatasi komplikasi diabetese.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 29/12/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
penderita diabetes meninggal covid-19

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 5 menit baca
diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . 4 menit baca
neuropati diabetik

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . 4 menit baca