Kolesistektomi Laparoskopi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu batu empedu?

Batu empedu atau gallstones adalah ‘batu’ yang terbentuk pada kantung empedu. Hal ini merupakan kondisi yang umum terjadi dan dapat menurun pada keluarga. Risiko batu empedu meningkat seiring bertambahnya usia Anda dan jika Anda sering mengkonsumsi makanan yang berlemak.

Kapan saya perlu menjalani kolesistektomi laparoskopi?

Jika Anda mengalami rasa sakit disebabkan oleh batu empedu, direkomendasikan untuk melakukan pengangkatan batu empedu.

Pencegahan & peringatan

Apa yang perlu saya ketahui sebelum menjalani kolesistektomi laparoskopi?

si dilakukan dengan membuat beberapa sayatan kecil. Jika Anda pernah menjalani operasi pada daerah empedu, cenderung berdarah banyak, atau memiliki masalah yang membuat dokter sulit untuk melihat kantung empedu Anda, operasi terbuka dapat menjadi pilihan bagi Anda. Dokter Anda akan menentukan jenis operasi apa yang sesuai untuk Anda.

Apakah ada alternatif lain selain kolesistektomi laparoskopi?

Ada alternatif lain yang dapat melarutkan dan menghancurkan batu empedu, namun teknik ini melibatkan obat-obatan yang keras, memiliki efek samping dan angka kegagalan yang tinggi.

Antibiotik dapat digunakan untuk mengobati infeksi pada kantung empedu. Mengkonsumsi makanan rendah lemak juga dapat menghindari serangan rasa sakit.

Akan tetapi, alternatif-alternatif tersebut tidak dapat menyembuhkan kondisi, dan gejalanya cenderung untuk terjadi kembali.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani kolesistektomi laparoskopi?

Anda dilarang makan dan minum apapun selama 8 jam sebelum tes.

Anda mungkin diharuskan untuk berhenti mengkonsumsi obat-obatan pada hari atau sebelum operasi. Anda sebaiknya mengkonsultasikan pada dokter terlebih dahulu sebelum mengganti atau berhenti mengkonsumsi obat-obatan.

Ikuti instruksi lainnya untuk persiapan prosedur operasi.

Bagaimana proses kolesistektomi laparoskopi?

Operasi biasanya dilakukan dengan bius total dan berlangsung selama sekitar 1 jam.

Ahli bedah akan membuat beberapa sayatan kecil pada perut. Peralatan seperti teleskop akan dimasukkan ke dalam perut untuk dilakukan operasi.

Ahli bedah akan membebaskan saluran kistik dan arteri Anda. Kantung empedu akan dipisahkan dari liver dan diangkat.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani kolesistektomi laparoskopi?

Anda diperbolehkan pulang pada hari yang sama.

Anda dapat kembali beraktivitas setelah 2 sampai 4 minggu, tergantung jenis operasi dan aktivitas Anda.

Berolahraga dapat membantu Anda kembali beraktivitas seperti biasa. Konsultasikan pada dokter terlebih dahulu.

Anda akan pulih total dan dapat kembali beraktifitas seperti biasa.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Komplikasi dapat meliputi perdarahan, infeksi, dan cedera pada saluran yang membawa cairan empedu dari kantung empedu ke lambung. Selama proses kolesistektomi laparoskopi, usus atau pembuluh darah utama dapat terluka pada saat peralatan dimasukkan ke dalam perut. Komplikasi tersebut jarang terjadi. Komplikasi spesifik lainnya dapat meliputi:

  • kerusakan pada struktur seperti usus, kandung kemih atau pembuluh darah
  • munculnya hernia di sekitar sayatan
  • surgical emphysema
  • kebocoran cairan atau batu empedu
  • tertahannya batu
  • nyeri yang berlanjut
  • diare
  • peradangan pada lapisan perut
  • reaksi alergi
  • luka pada saluran empedu
  • luka pada usus
  • kerusakan serius pada hati

Anda dapat meminimalisir risiko komplikasi dengan mengikuti instruksi dari dokter sebelum operasi, seperti berpuasa dan berhenti mengkonsumsi obat tertentu.
Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit