Haruskah Ikut Program Hamil Khusus Setelah Keguguran?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Agustus 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Merencanakan untuk hamil kembali setelah keguguran tidaklah mudah. Akan ada banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam kepala Anda. Misalnya, kapan waktu yang tepat untuk kembali hamil, perlukah menjalani program hamil khusus setelah keguguran, serta berapa besar risiko keguguran untuk kedua kalinya.

Namun, jangan biarkan hal ini mematahkan semangat Anda. Setiap wanita yang mengalami keguguran tetap memiliki peluang untuk hamil kembali. Hanya saja, ada sejumlah hal yang perlu Anda cermati selama merencanakan kehamilan kembali.

Langkah yang perlu dilakukan setelah keguguran?

Langkah pertama dan terpenting yang perlu Anda lakukan setelah mengalami keguguran adalah memastikan rongga rahim telah bersih dengan melakukan kuret. Setelah itu, Anda perlu menjalani serangkaian pemeriksaan dan evaluasi oleh dokter.

Pemeriksaan dan evaluasi sebaiknya dilakukan sesegera mungkin untuk mencari penyebab dari keguguran dengan maksimal. Jangan menunda hingga berbulan-bulan setelahnya karena hal ini justru mempersulit dokter Anda untuk mengetahui faktor penyebab keguguran.

Faktor-faktor penyebab keguguran ini berperan besar dalam menentukan jenis program hamil yang Anda jalani dan persiapannya setelah keguguran

Beberapa faktor yang bisa jadi penyebab keguguran, yaitu: 

  • ibu hamil berusia lanjut
  • kelainan pada janin
  • kelainan bentuk rahim dan rongga rahim
  • gangguan metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Namun, banyak pula kasus keguguran terjadi tanpa penyebab yang diketahui dengan jelas. Maka itu, penting untuk dikomunikasikan dengan dokter kandungan anda untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya. 

Adakah pemeriksaan khusus yang perlu dilakukan?

Evaluasi yang dilakukan setelah keguguran pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan untuk wanita yang merencanakan kehamilan. 

Metode yang digunakan dapat berupa USG transvaginal, tes darah, MRI, dan pemeriksaan kondisi rahim. Metode yang dipilih juga biasanya akan disesuaikan oleh dokter kandungan dengan kondisi masing-masing ibu. 

Waktu terbaik menjalani program hamil setelah keguguran

hamil setelah vasektomi

Waktu terbaik merencanakan kehamilan berbeda pada setiap wanita, tergantung faktor-faktor berikut:

1. Kehamilan sebelumnya

Apabila kehamilan sebelumnya terjadi dengan mudah, maka kehamilan berikutnya harus bisa terjadi dalam 6 bulan hingga 1 tahun setelah keguguran. Anda tidak harus menunda terlalu untuk hamil kembali, asalkan semua risiko kehamilan telah terkendali.

Bagi wanita yang baru hamil setelah beberapa tahun menikah akibat masalah fertilitas, Anda tidak harus menunggu bertahun-tahun lagi untuk hamil kembali. Mungkin langsung masuk dalam program kehamilan intensif adalah pilihan yang bijak asalkan penyebab keguguran sebelumnya bisa diidentifikasi.

2. Risiko kehamilan

Jika Anda memiliki diabetes, hipertensi, dan obesitas, seluruh kondisi ini harus dikendalikan dahulu sebelum hamil kembali. Faktor risiko yang tidak terkendali bisa berbahaya bagi ibu dan janin, bahkan menggagalkan program hamil setelah keguguran.

Anda baru bisa hamil kembali dengan aman setelah gula darah terkendali, tekanan darah normal, dan berat badan mencapai angka ideal. Oleh sebab itu, waktu yang tepat untuk hamil kembali akan bervariasi pada setiap wanita.

3. Pembersihan rongga rahim

Ada dua metode yang digunakan untuk membersihkan rongga rahim, yakni dengan kuret dan obat-obatan. Metode kuret biasanya lebih banyak dipilih karena seluruh jaringan yang tersisa dalam rahim bisa dibersihkan dengan cepat, juga peluang untuk menyisakan jaringan yang lebih sedikit.

Sebaliknya, membersihkan rahim dengan obat-obatan memang lebih murah dan mudah. Namun, metode ini terkadang tidak bisa membersihkan rahim dengan sempurna sehingga membutuhkan tindakan kuret pada akhirnya.

Bila rahim tidak kunjung bersih maka kehamilan berikutnya akan sulit terjadi. Apabila terjadi komplikasi seperti infeksi dan perlengketan, tentunya akan memperlama proses terjadinya kehamilan berikutnya. 

Perlukah menjalani program hamil khusus setelah keguguran?

bidan atau dokter kandungan

Program kehamilan terdiri dari tiga jenis, yakni secara alami, inseminasi buatan (IUI), dan bayi tabung (IVF). Program hamil yang akan dijalani tentunya akan bergantung pada kondisi pasangan suami istri.

Jika kehamilan sebelumnya terjadi secara alami, Anda dapat merencanakan kehamilan selanjutnya dengan cara yang sama. Begitu pula bagi Anda yang hamil dengan program inseminasi buatan maupun bayi tabung, maka dapat segera mengulang program hamilnya. 

Setiap program memiliki kelebihan, kekurangan, serta risikonya masing-masing. Apa pun jenis program yang Anda jalani, keberhasilannya tetap bergantung pada upaya Anda dalam mengendalikan berbagai faktor risiko kehamilan.

Kiat mencegah keguguran terjadi kembali

Setelah mengalami keguguran, Anda mungkin akan fokus mencari program hamil demi merencanakan kehamilan selanjutnya. Akan tetapi, pastikan Anda juga melakukan berbagai hal agar keguguran tidak terjadi kembali.

Berikut adalah beberapa hal yang saya sarankan untuk mencegah keguguran di kemudian hari:

  • Melakukan pemeriksaan prakehamilan untuk mendeteksi risiko kehamilan sejak dini, termasuk kelainan.
  • Mengendalikan gula darah, tekanan darah, berat badan, serta kondisi lain yang dapat memengaruhi kehamilan.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan nutrisi.
  • Aktif bergerak dan berolahraga.

Suami pun dapat berperan aktif dengan beberapa cara. Antara lain berhenti merokok, mendampingi istri menjalani hidup sehat, dan menjaga berat badan ideal karena obesitas bisa menurunkan kualitas sperma dan akhirnya meningkatkan risiko keguguran.

Anda dan pasangan juga sebaiknya mencari tahu lebih banyak tentang persiapan kehamilan dari sumber-sumber terpercaya, misalnya dari karya buku saya yang berjudul “Papa Mama Siap Hamil”.  

Secara umum, tidak ada periode atau program hamil khusus yang perlu Anda jalani setelah keguguranKalau tubuh Anda dan pasangan sehat, serta faktor risiko lain sudah dikendalikan, maka kehamilan selanjutnya dapat direncanakan segera tanpa perlu menunda terlalu lama.

Jadi, jangan berkecil hati. Selalu ada kesempatan bagi Anda untuk mencoba kembali.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
pemeriksaan kehamilan pandemi covid-19
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 April 2020

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
periksa kehamilan pertama kali

Serba-serbi yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil Anak Kembar

Hamil anak kembar mungkin menjadi dambaan bagi banyak orang, tapi ada pula yang merasa cemas akan risiko yang dibawanya. Apa saja yang harus diperhatikan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
hamil anak kembar

Yang juga perlu Anda baca

Keguguran (Abortus)

Keguguran (abortus) adalah komplikasi kehamilan yang kerap terjadi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

4 Masalah yang Sering Terjadi Saat Sedang Hamil Muda

Hamil muda merupakan masa-masa kritis di mana awal terbentuknya janin. Di masa ini, biasanya ibu hamil sering mengalami gangguan fisik. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Trimester 1, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Dalam Keadaan Meninggal (Stillbirth)

Bayi lahir mati (stillbirth) adalah bayi yang mati saat usia kandungan ibu lebih dari 20 minggu, beda dengan keguguran. Apa saja penyebab bayi lahir mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit