3 Posisi Tubuh yang Bisa Ibu Coba untuk Mengatasi Bayi Sungsang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 April 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagaimana jika sudah mendekati minggu kelahiran tetapi posisi bayi dalam rahim belum siap alias sungsang? Nah, jangan khawatir dulu. Posisi tubuh ibu menjelang persalinan bisa diatur sedemikian rupa agar posisi bayi berubah jadi kepala di bawah. Seperti apa posisi tubuh dan postur yang baik bagi ibu hamil untuk mengatasi bayi sungsang? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu posisi sungsang?

Posisi sungsang terjadi saat bayi yang sudah mendekati hari lahirnya masih di posisi kaki mengarah ke jalan lahir, atau posisi melintang secara horizontal di rahim ibu. Dalam kehamilan normal, bayi menjelang hari kelahirannya secara otomatis akan berada dalam rahim dengan posisi kepala ke bawah untuk bersiap-siap dilahirkan. Posisi ini disebut dengan posisi vertex.

Secara umum, kehamilan sungsang akan diatasi dengan operasi caesar. Sebab, dengan persalinan normal ada risiko lebih tinggi bayi terjebak di jalan lahir dan mengalami putusnya suplai oksigen melalui tali pusar.

Jika posisi bayi sungsang, dokter biasanya akan melakukan external cephalic version (ECV). ECV merupakan cara dokter untuk memanipulasi posisi secara manual dengan tangan. Dokter melakukan ECV dengan memberikan tekanan kuat tapi cukup lembut pada perut Anda untuk mendorong mengubah posisinya dalam rahim.

Prosedur ini akan dilakukan di rumah sakit dengan tetap memantau detak jantung dan ultrasound bayi untuk memeriksa posisinya. Namun, tidak semua wanita hamil akhirnya berhasil mengatasi bayi sungsang dengan metode ini. Biasanya dokter akan merekomendasikan prosedur ini dilakukan pada usia kehamilan 36-38 minggu.

Oleh karena itu, beberapa wanita melakukan berbagai cara di rumah untuk mengatasi bayi sungsang sebelum lahir, salah satunya dengan beberapa posisi tubuh tertentu.

Posisi ibu hamil untuk mengatasi bayi sungsang

Mengatur posisi tubuh ibu hamil atau postural management adalah teknik untuk mengubah posisi janin dari sungsang ke posisi vertex dengan cara mengatur posisi ibu hamil saat berbaring atau duduk. Manajemen postur dilakukan beberapa kali dalam satu hari.

Sebenarnya teknik-teknik ini masih kontroversial, sebab metode ini belum didukung oleh landasan ilmiah yang terbukti efektif membuat posisi bayi bisa berubah menjadi vertex. Penelitian masih sangat dibutuhkan terkait metode ini.

Meskipun begitu, dilansir dari WebMD, posisi-posisi tubuh ibu ini dianggap sebagai praktik yang aman. Namun, tetap sebaiknya konsultasikan dahulu kepada dokter sebelum mencoba salah satu posisi ini. Apalagi jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus seperti tekanan darah tinggi, atau sedang cedera, atau sedang dirawat di rumah sakit.

Beragam posisi tubuh ibu untuk mengatasi bayi sungsang

Posisi-posisi ini menggunakan gravitasi bumi untuk mengubah posisi kepala bayi ke arah serviks (leher rahim). Posisi-posisi ini biasanya dilakukan selama kurang lebih 15 menit dan diulang beberapa kali dalam sehari.

Saat melakukan gerakan ini sebaiknya saat kondisi perut dan kandung kemih kosong agar Anda cukup rileks. Jangan melakukan gerakan ini sehabis makan atau sebelum buang air kecil.

Anda juga memerlukan bantuan dan pengawasan dari orang terdekat untuk melakukan posisi ini dengan benar dan aman. Kemungkinan Anda juga akan merasa pusing saat terbangun dari posisi-posisi ini, sehingga Anda perlu orang lain yang membantu Anda bangkit atau menahan posisi agar tidak jatuh.

Posisi tubuh ibu yang bisa membantu mengatasi bayi sungsang dalam rahim adalah:

1. Breech tilt

Sumber: Spinningbabies.com

Berbaringlah di atas papan keras yang cukup lebar dan kuat, misalnya papan setrika. Papan tersebut bisa disangga ke sofa atau kursi rumah yang kokoh dan tidak mudah bergeser. Sangga papan tersebut di sofa yang tingginya sekitar 30,5 cm sampai 45,7 cm. Kemudian berbaring di papan tersebut dengan posisi kepala Ibu ada di bawah, dan kaki ibu ada di papan bagian atas.

Mulailah dengan berbaring di atas papan dengan badan lururs, setelah posisi aman, tekuk kaki dari lurus jadi menekuk. Kaki ditekuk dengan telapak kaki menginjak papan.

2. Duduk dengan menekuk lutut ke dada

duduk menekuk lutut

Saat duduk di tempat yang datar, tekuk posisi lutut menempel ke arah dada, dan paha menempel di perut. Jangan terlalu memaksakan lutut hingga benar-benar menempel di dada, tekuk semampu yang Anda bisa saja.

3. Open knee chest (menungging)

Sumber: Milescircuit.com

Selain posisi duduk dan berbaring, open knee chest atau menungging sering dilakukan untuk mengatasi bayi sungsang.

Mulailah dengan posisi dada mengarah ke lantai, lutut harus menempel dengan lantai. Selanjutnya gerakkan bahu dan tangan ke depan, lutut diam di tempat. Sebaiknya selipkan bantal tipis di bawah dada. Suami atau pendamping Anda di belakang membantu menopang berat badan dengan kain yang kuat.

Usahakan posisi lutut kanan dan kiri berjauhan, tidak menempel. Tahan posisi ini selama kurang lebih 15-30 menit.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) memang sudah terkenal khasiatnya, bahkan untuk sang buah hati. Inilah berbagai khasiat minyak kelapa untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
susah bab setelah melahirkan normal

Penyebab dan Cara Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
hamil tua tapi belum kontraksi

Sudah Masuk Usia Hamil Tua, Tapi Kok Belum Kontraksi? Apakah Perlu Cemas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit