Haruskah Mencukur Rambut Kemaluan Sebelum Melahirkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/10/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Salah satu prosedur yang harus Anda jalani di hari persalinan adalah mencukur bulu kemaluan. Prosedur ini biasanya lumrah dilakukan di beberapa rumah sakit. Lantas, mengapa Anda harus mencukur bulu kemaluan sebelum bersalin? Bagaimana menurut pandangan medis? Berikut penjelasannya.

Apakah harus mencukur bulu kemaluan sebelum melahirkan?

Menurut Dr Cate Bell seorang bidan dan praktisi hipnobirthing di Sussex, seperti yang dilansir di Baby Center, Anda tidak perlu mencukur bulu kemaluan sebelum melahirkan karena hal ini justru bisa meningkatkan risiko infeksi, terutama jika Anda akan menjalani prosedur operasi caesar.

Sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Hospital Infection menemukan bahwa tidak ada risiko infeksi tidak akan menurun karena Anda mencukur bulu kemaluan sebelum melahirkan.

Menurut Dayna Freedman seorang dokter kandungan di Toronto mengatakan bahwa mencukur bulu kemaluan sebelum melahirkan menjadi hal yang lumrah dan menjadi sebuah rekomendasi karena beberapa rumah sakit persalinan hingga saat ini masih melakukan prosedur ini.

Namun, masih menurut Dayna Freedman, penelitian telah membuktikan bahwa mencukur bulu kemaluan sebelum prosedur operasi apapun tidak menurunkan risiko infeksi, faktanya justru bisa meningkatkan infeksi jika Anda melakukan cukur rambut kemaluan sebelum prosedur operasi.

Hal yang sama juga di tulis dalam WHO Surgical Site infection Prevention Guidelines bahwa mencukur bulu kemaluan sebelum prosedur operasi seperti melahirkan bisa meningkatkan risiko infeksi jika Anda tidak tahu bagaimana cara mencukur bulu kemaluan yang benar atau Anda menggunakan alat yang tidak steril. Infeksi ini bisa disebabkan oleh trauma mikroskopik pada kuit

Lalu, bagaimana jika saya punya kebiasaan mencukur bulu kemaluan?

Sebenarnya, mencukur bulu kemaluan adalah pilihan. Dari segi medis sendiri tidak ada manfaat yang diperoleh dengan mencukur bulu-bulu ini. Seseorang yang mencukur bulunya tidak berarti lebih sehat dari yang tidak mencukur.

Jika Anda tetap ingin mencukur bulu kemaluan karena alasan rasa nyaman, Anda bisa konsultasikan hal ini kepada dokter. Usahakan jangan mencukur rambut pubis di hari H-persalinan. Cukurlah bulu kemaluan, jauh-jauh hari sebelum hari persalinan. Jika kehamilan Anda normal, Anda pasti sudah tahu hari perkiraan lahir.

Bagaimana cara mencukur bulu kemaluan yang aman sebelum melahirkan?

1. Pemilihan alat cukur

Gunakan pisau cukur manual daripada yang elektrik. Gerakan dan jangkauan pisau cukur biasa dapat Anda atur sendiri, sehingga lebih aman dan mengurangi risiko terluka. 

Selain itu, para ahli menyarankan untuk memakai pisau cukur sekali pakai agar terjaga ketajamannya dan kulit terhindar dari infeksi bakteri. Hindari menggunakan alat cukur yang pernah dipakai oleh orang lain.

2. Gunakan krim cukur

Pilih krim cukur khusus wanita yang mengandung pelembap dan non-alkohol, untuk mencegah kulit organ intim mengering. Penggunaan krim penting agar pisau tidak langsung berkenaan dengan kulit dan melukainya.

3. Cara mencukur

Sebelum dicukur, sebaiknya pangkas dulu bulu kemaluan untuk menipiskannya sehingga proses mencukur pun jadi lebih mudah. Setelah agak tipis, Anda bisa mulai mencukur bulu kemaluan dimulai dari akarnya secara satu arah (dari atas ke bawah). Hindari mencukurnya dari arah yang berlawanan seperti dari bawah ke atas atau kiri ke kanan.

Setelah rapi, bersihkan area intim dan jaga agar tetap kering. Hindari memakai krim, gel, minyak atau apa pun pada kulit. Pemakaian produk tersebut bisa menyumbat folikel atau akar bulu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/05/2020 . 5 menit baca

Prosedur Tummy Tuck, Menciptakan Perut yang Rata dan Kencang dengan Operasi

Tummy tuck adalah bedah kosmetik untuk memperbaiki bentuk dan tampilan perut. Seperti apa prosedurnya dan siapa saja yang boleh melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Kecantikan 27/04/2020 . 4 menit baca

Hal yang Perlu Diketahui dan Dipersiapkan saat Lahiran Caesar Kedua

Persiapan untuk operasi caesar kedua, sama seperti operasi sebelumnya. Tetapi ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui dalam menghadapi kelahiran caesar ini.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Melahirkan, Kehamilan 04/04/2020 . 4 menit baca

Ibu, Ketahui Penyebab Induksi Tidak Berhasil

Ada beberapa penyebab kenapa induksi persalinan gagal atau dibatalkan pada sebagian ibu. Berikut beberapa alasan di balik gagalnya induksi persalinan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Melahirkan, Kehamilan 25/03/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 4 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 10 menit baca