Sulit Punya Anak, Mungkin Anda Memiliki Varikokel

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 April 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak pria sering tidak menyadari bahwa mereka memiliki varikokel sampai harus menjalani analisis sperma untuk melihat subur atau tidak. Penemuan “tidak sengaja” inilah yang kemudian bisa menjadi salah satu jawaban mengapa pasangan suami istri belum juga dikaruniai buah hati.

Infertilitas, atau ketidaksuburan, didiagnosis ketika pasangan tak kunjung mendapat tanda kehamilan setelah melakukan hubungan seks tanpa kondom, setidaknya selama 12 bulan. Varikokel (varises pada skrotum) terjadi pada 15% dari semua pria, dan 40% di antaranya membawa akibat pria tidak subur.

Sebelum mengetahui hubungan varikokel dan ketidaksuburan pada laki, mari kenali dulu apa itu varikokel.

Apa itu varikokel?

Varikokel adalah varises (pembesaran vena) yang terjadi pada skrotum. Kondisi ini terjadi pada sekitar 10 hingga 15 persen pria. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan yang biasanya menyerupai pembesaran di atas testis, tanpa perubahan warna.

Pleksus pampiniformis adalah sekelompok vena di skrotum. Vena-vena ini membantu mendinginkan darah sebelum mengalir ke arteri testis, yang memasok darah testis. Jika testis terlalu panas, maka sperma yang sehat tidak dapat diproduksi.

Kesehatan sperma memengaruhi kesuburan, jadi penting bagi pembuluh darah untuk mendinginkan darah. Kebanyakan orang dengan varikokel tidak memiliki gejala, tetapi beberapa mungkin mengalami masalah kesuburan. Ketika seseorang memiliki varikokel, mereka mungkin juga mengalami pembengkakan dan kelembutan skrotum.

Apakah varikokel menyebabkan pria tidak subur?

Peran pria dalam kesuburan adalah menyediakan sperma sehat sehingga dapat berenang melalui vagina, ke dalam rahim, dan sampai ke tuba falopii untuk membuahi sel telur.

Ketika sperma berhasil bertemu dengan sel telur terjadilah pembuahan. Sel telur yang sudah dibuahi kemudian akan berkembang menjadi embrio dan kemudian bertumbuh menjadi janin.

Agar dapat melalui semua proses itu, seorang pria membutuhkan air mani, atau ejakulasi, yang mengandung cukup sperma baik. Nah, memiliki varikokel akan menghambat sperma melalui proses itu, dan menyebabkan seorang pria menjadi tidak subur (infertilitas).

Varikokel dapat meningkatkan suhu testis, yang memengaruhi perkembangan sperma. Peningkatan suhu ini memiliki dua efek. Pertama, menyebabkan penurunan produksi testosteron, yang merupakan hormon pria yang terlibat dalam produksi sperma.

Penurunan testosteron akan menyebabkan penurunan jumlah sperma yang diproduksi dan juga dapat menyebabkan cacat dalam perkembangan sperma. Akibatnya, kemampuan sperma untuk berenang (motilitas) menjadi terganggu.

Sementara itu, efek kedua, peningkatan suhu juga diperkirakan menyebabkan peningkatan spesies oksigen reaktif yang bisa merusak DNA dan membran sperma, atau lapisan luar. Semua efek ini merusak kesehatan sperma.

Varikokel tidak selalu membuat pria tidak subur

Sebuah studi tahun 2014 mengumpulkan data pada 816 pria dengan masalah infertilitas. Hampir sepertiganya dinyatakan memiliki varikokel.

Artinya, penelitian tersebut menunjukkan bahwa varikokel terkadang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seorang pria menjadi tidak subur. Namun, bukan berarti pria dengan varikokel selalu memiliki masalah infertilitas.

Orang dengan varikokel memiliki tantangan tersendiri dalam memiliki sang buah hati. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa memilikinya.

Sebuah studi di tahun 2012 menemukan beberapa bukti bahwa mengobati varikokel dapat meningkatkan kesuburan, terutama jika penyebab infertilitas pasangan tidak diketahui. Namun, penelitian ini masih perlu pengamatan lebih lanjut.

Tonjolan pembuluh darah pada orang dengan varikokel dapat merusak sperma dan mengurangi jumlah sperma. Namun, pada orang dengan jumlah sperma rata-rata, varikokel bisa saja tidak memengaruhi kesuburan laki-laki.

Itu sebabnya, saat kehamilan yang diharapkan tak kunjung datang, sangat penting untuk melakukan berbagai tes, termasuk tes jumlah sperma. Varikokel bukanlah satu-satunya penyebab seorang pria menjadi tidak subur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Masih Saja Sulit Hamil, Meski Sudah Berkali-kali Mencoba?

Satu dari lima pasangan divonis tidak subur yang penyebabnya tidak bisa dijelaskan. Kenapa saya masih saja sulit hamil meski sudah berulang kali mencoba?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesuburan, Kehamilan 14 Mei 2018 . Waktu baca 5 menit

Tuba Falopi Tersumbat, Ini Penyebab yang Bisa Buat Susah Hamil

Adanya sumbatan dapat mengganggu fungsi tuba fallopi untuk membantu proses kehamilan. Kondisi ini disebut hydrosaphinx. Cari tahu lebih lanjut di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 28 April 2018 . Waktu baca 6 menit

Sering Nyeri Saat Haid? Hati-hati, Bisa Jadi Kista Endometriosis

Kista endometriosis adalah penyakit yang mengancamkaum wanita. Sebenarnya, apa itu kista endometriosis? Seberapa bahaya penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Nyeri Kronis, Health Centers 13 April 2018 . Waktu baca 4 menit

Daftar Obat-obatan yang Bisa Membuat Anda Susah Hamil

Terkadang bukan salah tubuh Anda jika tak kunjung memiliki momongan. Mungkin, obat-obatan Anda yang menjadi penyebab susah hamil. Apa saja jenis obat itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

infertilitas atau masalah kesuburan pada pria

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 April 2020 . Waktu baca 4 menit
mioma uteri atau fibroid rahim

Mioma Uteri (Fibroid Rahim)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2018 . Waktu baca 11 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 11 Oktober 2018 . Waktu baca 7 menit
kelainan pada rahim

5 Kelainan Rahim Pada Wanita yang Bisa Membuat Susah Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 31 Juli 2018 . Waktu baca 8 menit