backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Kaya Zat Gizi, Inilah 6 Manfaat Buah Bit untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 24/08/2023

Kaya Zat Gizi, Inilah 6 Manfaat Buah Bit untuk Ibu Hamil

Bukan hanya menyegarkan, buah bit rupanya juga menyimpan berbagai manfaat, bahkan untuk ibu hamil. Dengan berbagai zat gizi yang dimilikinya, buah bit juga bisa turut menjaga kesehatan ibu dan janin.

Jika ibu masih ragu untuk mengonsumsi buah bit, simak berbagai informasi mengenai manfaatnya melalui artikel berikut!

Manfaat buah bit untuk ibu hamil

Meskipun masih kurang familiar bagi beberapa orang, buah bit tetap bisa Anda temukan di Indonesia.

Tidak hanya menyegarkan, buah yang identik dengan warna merah keunguan ini diketahui kaya akan vitamin, mineral, hingga zat besi untuk ibu hamil.

Supaya lebih yakin untuk mengonsumsinya, berikut adalah berbagai manfaat yang Anda ibu dapatkan dari buah bit.

1. Mencegah anemia

anemia pernisiosa adalah

Anda membutuhkan lebih banyak zat besi selama hamil. Kekurangan zat besi selama kehamilan membuat ibu hamil lebih berisiko mengalami anemia.

Anemia terjadi karena tubuh Anda tidak memiliki cukup zat besi untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein di dalam sel darah merah yang bertugas mengikat oksigen.

Jika tidak diatasi, anemia bisa mengganggu perkembangan janin dan bahkan meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Untungnya, sebuah penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Budhi Asih, Jakarta, pada 2022 menunjukkan bahwa jus buah bit dapat membantu meningkatkan hemoglobin.

Jus buah bit bahkan tetap aman untuk diberikan pada bumil yang memasuki trimester tiga.

2. Menjaga pertumbuhan janin

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition (2018), konsumsi 140 ml jus buah bit dapat mengurangi risiko intrauterine growth restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin terhambat.

Manfaat tersebut dapat diperoleh karena buah bit akan mengoptimalkan kinerja sel endotel yang berfungsi untuk membantu proses pemasokan darah ke plasenta.

Selain itu, buah bit juga mengandung vitamin A dan vitamin E yang dapat membantu perkembangan janin.

Meski begitu, Anda tetap tidak disarankan menjadikan buah bit sebagai satu-satunya sumber zat gizi selama kehamilan.

3. Menurunkan tekanan darah tinggi

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Islamic Medicine (2020) menunjukkan bahwa kombinasi buah bit dan belimbing dapat menurunkan tekanan darah.

Penelitian tersebut dilakukan selama dua minggu dengan memberikan 200 ml jus buah bit dan belimbing kepada sekelompok ibu hamil.

Hasilnya, tekanan darah rata-rata partisipan mengalami penurunan dari 146,53 mmHg ke 126,67 mmHg. Sementara itu, tekanan diastolik-nya turun dari 94,54 mmHg menjadi 91,13 mmHg.

Dengan tekanan darah yang terjaga karena buah bit, ibu hamil bisa terhindar dari hipertensi yang merupakan salah satu penyebab kelahiran prematur.

4. Mencegah gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan seperti sembelit merupakan salah satu kondisi yang kerap dikeluhkan ibu hamil.

Untuk mengatasinya, Anda bisa memanfaatkan kandungan serat dalam buah bit. Sebagai gambaran, dari 100 gram buah bit, Anda bisa mendapatkan hingga 2,8 gram serat.

Buah bit juga mengandung antioksidan seperti betalain yang dapat mencegah peradangan pada sistem pencernaan. Dengan begitu, gangguan pencernaan seperti sakit perut juga bisa dicegah.

Tahukah Anda?

Betalain juga berperan sebagai pewarna alami yang memberikan warna kemerahan pada buah bit.

5. Menguatkan sistem imun

Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh ibu hamil cenderung menurun. Inilah salah satu alasan mengapa ibu hamil lebih rentan terkena penyakit.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kekebalan tubuh selama hamil, salah satunya dengan mengonsumsi buah bit. Manfaat ini tentu diperoleh dari tingginya kandungan antioksidan pada buah bit.

6. Mencegah cacat tabung saraf pada janin

Meski tidak sebanyak pada jeruk atau lemon, buah bit juga mengandung asam folat yang dibutuhkan selama kehamilan.

Dengan memenuhi asupan asam folat selama kehamilan, Anda bisa mengurangi risiko neural tube defect atau kecacatan tabung saraf pada janin.

Bukan hanya untuk janin, asam folat juga bermanfaat bagi ibu hamil karena dapat menurunkan risiko preeklamsia dan komplikasi kehamilan lainnya.

Cara mengonsumsi buah bit untuk ibu hamil

Dari mulai dimakan langsung sampai dipanggang, berikut adalah berbagai cara mengolah buah bit yang bisa ibu hamil sesuaikan dengan selera.

  • Panggang: potong-potong buah bit, lalu masukkan ke dalam oven dengan suhu tinggi untuk membuatnya menjadi keripik.
  • Jus: Anda bisa membuat jus buah bit dengan menambahkan sedikit air atau tanpa tambahan air sama sekali. Anda juga bisa menjadikannya smoothies.
  • Rebus: jika ingin mempertahankan warnanya, rebus buah bit secara utuh dan jangan mengupas kulitnya. Rebus buah bit selama 20–30 menit.
  • Kukus: cara terbaik untuk mempertahankan kandungan gizi buah bit adalah dengan mengukusnya. Kukus buah bit secara utuh selama 30–40 menit. 

Sebisa mungkin, hindari mengonsumsi buah bit yang sudah menjadi produk olahan. Dengan mengolahnya sendiri, Anda bisa mempertahankan kandungan gizinya.

Risiko efek samping makan buah bit saat hamil

Meski buah bit memiliki berbagai manfaat untuk ibu hamil dan janin, Anda tetap tidak disarankan untuk mengonsumsinya secara berlebihan.

Selain dikhawatirkan menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, hingga diare, konsumsi buah bit secara berlebihan juga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko pembentuk batu ginjal.

Buah bit tinggi akan oksalat. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kristal oksalat dapat menumpuk pada urine dan mengendap pada ginjal sehingga membentuk batu.

Buah bit pada dasarnya aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Akan tetapi, bicarakanlah dengan dokter untuk mengetahui batasan konsumsinya dalam sehari, sebab setiap ibu hamil mungkin memiliki batasan yang berbeda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 24/08/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan