backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Apakah Guncangan Naik Mobil Saat Hamil Berbahaya?

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Apakah Guncangan Naik Mobil Saat Hamil Berbahaya?

Merasa waswas ketika harus naik mobil saat hamil? Anda mungkin melewati jalan berlubang atau polisi tidur yang menimbulkan guncangan. Guncangan inilah yang sering kali dikhawatirkan ibu hamil saat naik mobil.

Supaya Anda lebih nyaman dan tidak merasa khawatir berlebihan ketika harus naik mobil selama hamil, simak ulasan berikut ini.

Apakah guncangan mobil berbahaya untuk ibu hamil?

Guncangan tidak selalu berbahaya bagi ibu hamil, begitu pula dengan guncangan yang Anda rasakan saat naik mobil.

Mengutip laman UT Southwestern Medical Center, janin tidak akan terpengaruh oleh guncangan atau tekanan ringan pada perut ibu hamil karena terlindungi oleh cairan ketuban dan otot rahim.

Namun, perlu Anda ingat bahwa guncangan normal saat berkendara dengan mobil berbeda dengan guncangan saat kecelakaan.

Janin memang masih terlindungi saat ibu sedang berkendara dan melewati jalan berlubang atau polisi tidur.

Akan tetapi, apabila guncangan tersebut disebabkan oleh benturan keras saat kecelakaan, segeralah pergi ke dokter kandungan.

Pasalnya, trauma perut karena terjatuh atau kecelakaan mobil bisa menyebabkan solusio plasenta. Ini adalah kondisi ketika plasenta terlepas dari rahim sebelum waktunya.

Efek guncangan mobil bagi ibu hamil dan janin

naik kapal laut saat hamil

Anda harus lebih berhati-hati saat bepergian di awal kehamilan dan minggu-minggu terakhir menjelang persalinan.

Pasalnya, trimester pertama merupakan waktu ketika risiko keguguran cukup tinggi.

Volume air ketuban pada awal kehamilan juga relatif masih sedikit sehingga perlindungan tubuh janin masih belum optimal.

Sementara itu, air ketuban akan semakin berkurang pada minggu-minggu terakhir kehamilan.

Dengan begitu, perlindungan terhadap guncangan akan ikut berkurang. Solusio plasenta juga lebih berisiko terjadi pada trimester tiga kehamilan.

Meski guncangan saat naik mobil relatif aman bagi ibu hamil dan janin, Anda sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami perdarahan, nyeri punggung, mual berat, atau demam tinggi setelahnya.

Artikel terkait

Tips mengatasi guncangan naik mobil saat hamil

Walaupun sudah berhati-hati, kondisi jalan sering kali tidak bisa ditebak. Itu artinya, guncangan mungkin terjadi tanpa disadari. 

Meski relatif tidak berbahaya, ibu hamil tetap harus lebih waspada saat menghadapi jalanan yang menyebabkan guncangan pada perut.

Oleh karena itu, ibu hamil yang ingin traveling naik mobil perlu memerhatikan hal-hal berikut untuk mengurangi efek guncangan.

  • Gunakan pakaian yang nyaman.
  • Pastikan Anda tidak sedang dalam keadaan mual, muntah, atau lelah secara fisik ketika berkendara.
  • Lakukan peregangan sebelum berkendara.
  • Jika tidak mengemudi, pilihlah duduk di kursi belakang pengemudi. Kursi mobil bagian belakang lebih luas sehingga lebih nyaman.

Selain itu, hindari berkendara terlalu lama atau terlalu jauh. Jika ingin bepergian jauh dengan mobil saat hamil, usahakan untuk berhenti setiap 90 menit sekali dan lakukan peregangan.

Penggunaan sabuk pengaman untuk ibu hamil

Sabuk pengaman saat hamil

Meski memiliki perut yang besar, jangan pernah terpikirkan untuk tidak menggunakan sabuk pengaman kecuali dokter Anda menyarankannya.

Sebaliknya, sabuk pengaman justru harus selalu terpasang saat berkendara, tidak terkecuali ketika sedang hamil.

Untuk membuat sabuk pengaman di mobil terasa lebih nyaman sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi janin, pastikan Anda menggunakan sabuk pengaman tiga titik dengan dua tali. Setelah itu, ikuti tips berikut.

  • Posisikan tali atas menyilang di antara payudara dengan bagian atas dekat dengan tulang selangka.
  • Posisikan tali bawah yang melintang serendah mungkin dari perut Anda. Dengan begitu, sabuk pengaman tidak akan memberi tekanan, tetapi membantu Anda menopang perut.
  • Sesuaikan sabuk pengaman supaya terasa nyaman, tetapi jangan membuatnya terlalu longgar.
  • Walaupun guncangan dari naik mobil saat hamil muda relatif tidak berbahaya, sebisa mungkin usahakanlah untuk menguranginya ketika bepergian dengan ibu hamil.

    Selain itu, jangan ragu untuk segera pergi ke dokter kandungan jika Anda merasa tidak nyaman usai melewati jalanan yang membuat mobil terguncang cukup kencang.

    Kesimpulan

    Selama tidak menimbulkan keluhan, seperti perdarahan, nyeri punggung, atau demam tinggi, guncangan naik mobil saat hamil tidak akan membahayakan ibu dan janin. Guncangan ringan, seperti ketika melewati jalanan berlubang atau polisi tidur, akan teredam oleh cairan ketuban dan sabuk pengaman.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan