Merasa waswas ketika harus naik mobil saat hamil? Anda mungkin melewati jalan berlubang atau polisi tidur yang menimbulkan guncangan. Guncangan inilah yang sering kali dikhawatirkan ibu hamil saat naik mobil.
Merasa waswas ketika harus naik mobil saat hamil? Anda mungkin melewati jalan berlubang atau polisi tidur yang menimbulkan guncangan. Guncangan inilah yang sering kali dikhawatirkan ibu hamil saat naik mobil.

Supaya Anda lebih nyaman dan tidak merasa khawatir berlebihan ketika harus naik mobil selama hamil, simak ulasan berikut ini.
Guncangan tidak selalu berbahaya bagi ibu hamil, begitu pula dengan guncangan yang Anda rasakan saat naik mobil.
Mengutip laman UT Southwestern Medical Center, janin tidak akan terpengaruh oleh guncangan atau tekanan ringan pada perut ibu hamil karena terlindungi oleh cairan ketuban dan otot rahim.
Namun, perlu Anda ingat bahwa guncangan normal saat berkendara dengan mobil berbeda dengan guncangan saat kecelakaan.
Janin memang masih terlindungi saat ibu sedang berkendara dan melewati jalan berlubang atau polisi tidur.
Akan tetapi, apabila guncangan tersebut disebabkan oleh benturan keras saat kecelakaan, segeralah pergi ke dokter kandungan.
Pasalnya, trauma perut karena terjatuh atau kecelakaan mobil bisa menyebabkan solusio plasenta. Ini adalah kondisi ketika plasenta terlepas dari rahim sebelum waktunya.

Anda harus lebih berhati-hati saat bepergian di awal kehamilan dan minggu-minggu terakhir menjelang persalinan.
Pasalnya, trimester pertama merupakan waktu ketika risiko keguguran cukup tinggi.
Volume air ketuban pada awal kehamilan juga relatif masih sedikit sehingga perlindungan tubuh janin masih belum optimal.
Sementara itu, air ketuban akan semakin berkurang pada minggu-minggu terakhir kehamilan.
Dengan begitu, perlindungan terhadap guncangan akan ikut berkurang. Solusio plasenta juga lebih berisiko terjadi pada trimester tiga kehamilan.
Meski guncangan saat naik mobil relatif aman bagi ibu hamil dan janin, Anda sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami perdarahan, nyeri punggung, mual berat, atau demam tinggi setelahnya.
Artikel terkait
Walaupun sudah berhati-hati, kondisi jalan sering kali tidak bisa ditebak. Itu artinya, guncangan mungkin terjadi tanpa disadari.
Meski relatif tidak berbahaya, ibu hamil tetap harus lebih waspada saat menghadapi jalanan yang menyebabkan guncangan pada perut.
Oleh karena itu, ibu hamil yang ingin traveling naik mobil perlu memerhatikan hal-hal berikut untuk mengurangi efek guncangan.
Selain itu, hindari berkendara terlalu lama atau terlalu jauh. Jika ingin bepergian jauh dengan mobil saat hamil, usahakan untuk berhenti setiap 90 menit sekali dan lakukan peregangan.

Meski memiliki perut yang besar, jangan pernah terpikirkan untuk tidak menggunakan sabuk pengaman kecuali dokter Anda menyarankannya.
Sebaliknya, sabuk pengaman justru harus selalu terpasang saat berkendara, tidak terkecuali ketika sedang hamil.
Untuk membuat sabuk pengaman di mobil terasa lebih nyaman sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi janin, pastikan Anda menggunakan sabuk pengaman tiga titik dengan dua tali. Setelah itu, ikuti tips berikut.
Walaupun guncangan dari naik mobil saat hamil muda relatif tidak berbahaya, sebisa mungkin usahakanlah untuk menguranginya ketika bepergian dengan ibu hamil.
Selain itu, jangan ragu untuk segera pergi ke dokter kandungan jika Anda merasa tidak nyaman usai melewati jalanan yang membuat mobil terguncang cukup kencang.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Camarasa, S. H. (2021, December 16). Which are the most high-risk months to be driving when pregnant? Fundación MAPFRE. Retrieved 27 June 2024 from https://www.fundacionmapfre.org/en/blog/months-with-the-highest-risk-for-driving-when-pregnant/.
Can bumping my pregnant belly hurt the baby? | Your pregnancy matters | UT southwestern Medical Center. (n.d.). UT Southwestern Medical Center | The #1 Hospital in DFW and Texas*. Retrieved 27 June 2024 from https://utswmed.org/medblog/can-bumping-my-pregnant-belly-hurt-baby.
Driving while pregnant: Seat belts and staying safe | Pregnancy articles & support | NCT. (2019, March 4). NCT (National Childbirth Trust). Retrieved 27 June 2024 from .
Pregnancy and driving. (2022, February 26). Fundación MAPFRE. Retrieved 27 June 2024 from https://www.fundacionmapfre.org/en/education-outreach/road-safety/child-restraint-systems/safe-travel/pregnancy-and-driving.
Car safety for pregnant women, babies, and children. (n.d.). value is what Coveo indexes and uses as the title in Search Results.–> ACOG. Retrieved 27 June 2024 from https://www.acog.org/womens-health/faqs/car-safety-for-pregnant-women-babies-and-children.
Placental abruption: Symptoms, causes & effects on baby. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved 27 June 2024 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9435-placental-abruption.
Traveling while pregnant information – Brigham and women’s hospital. (n.d.). Boston Hospital & Medical Center – Brigham and Women’s Hospital. Retrieved 27 June 2024 from https://www.brighamandwomens.org/obgyn/brigham-obgyn-group/patient-education/traveling-while-you-are-pregnant.
Versi Terbaru
08/07/2024
Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)