home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Benarkah Berhenti Nge-Gym Bikin Badan Gemuk?

Benarkah Berhenti Nge-Gym Bikin Badan Gemuk?

Mitosnya, berhenti fitness di gym bisa bikin tubuh jadi gemuk. Hal inilah yang mendasari keengganan orang untuk mulai rutin latihan fitness di gym. Sejumlah penelitian telah menunjukkan, adanya penurunan kegiatan olahraga dapat mengakibatkan sejumlah perubahan negatif, antara lain peningkatan risiko serangan jantung hingga depresi. Jadi, perubahan apa yang akan terjadi saat Anda berhenti fitness? Apa benar membuat badan menjadi gemuk? Simak jawabannya di bawah ini.

Benarkah tubuh bisa jadi gemuk ketika berhenti fitness?

Sebetulnya, ada alasan logis yang bisa menjawab mitos tersebut. Ketika Anda awalnya rutin melakukan fitness, lalu tiba-tiba berhenti dalam waktu cukup lama, kemungkinan badan berubah menjadi gemuk bisa saja terjadi.

Mengapa demikian? Saat Anda melakukan fitness secara rutin, makanan yang diasup dengan energi yang dibakar saat fitness sepadan hasilnya. Namun, ketika berhenti fitness ataupun melakukan olahraga lainnya, maka kepadatan dan ketangkasan otot akan menurun. Lalu, metabolisme tubuh juga akan melambat, alhasil lemak yang tersisa cenderung tersimpan di dalam tubuh.

Apa otot yang sudah terbentuk akan berubah jadi lemak?

Tidak, otot dan lemak merupakan dua hal yang berbeda di dalam tubuh. Namun, ketika Anda yang biasa melatih otot-otot kemudian tiba-tiba berhenti berolahraga, otot akan mengecil dan sel lemak pun meningkat. Pada dasarnya, hal ini akan berdampak perlahan pada kenaikan berat badan.

Otot Anda akan melemah dan tertutup oleh lemak

Latihan yang Anda lakukan selama fitness akan membangun dan menguatkan otot-otot tubuh. Sedangkan jika Anda tidak melatihnya secara rajin dan terus menerus, otot akan mengalami kondisi yang disebut atrofi.

Atrofi otot terjadi ketika Anda tidak berlatih fisik secara rutin sehingga kekuatan otot akan diambil alih. Akibatnya, biasanya Anda akan mulai mengalami masalah sendi dan ligamen. Perlahan, tubuh pun mulai kehilangan massa otot, terutama jika Anda telah terbiasa oleh latihan ketahanan. Seberapa cepat Anda kehilangan massa otot tergantung kepada usia Anda. Semakin Anda tua, maka semakin cepat Anda akan kehilangan massa otot.

Para ahli mengatakan bahwa dalam waktu kurang diri 30 hari setelah berhenti fitness, Anda akan melihat otot kehilangan kekuatan dan daya, termasuk kecepatan, kelincahan, mobilitas, dan bergerak dari sisi ke sisi. Sekitar dalam waktu seminggu, otot Anda akan kehilangan beberapa potensi pembakaran lemak dan melambatnya metabolisme. Akibatnya, lemak mulai bertambah dan menutupi otot Anda.

Disarankan untuk tetap berolahraga

Menurut departemen Department Counseling and Psychological Service di Universitas California, Santa Cruz, orang-orang yang berhenti fitness sangat mungkin untuk terkena gejala stress. Setelah itu, Anda mungkin akan mengalami perubahan pola tidur, sulit untuk berkonsentasi, tubuh jadi mudah sakit dan pegal. Maka disarankan ketika memutuskan untuk berhent fitnees, setidaknya tetap melatih tubuh Anda untuk berolahraga. Anda bisa melakukan push up, sit up, atau back up guna mencegah bahaya-bahaya tubuh saat berhenti berolahraga seperti contoh di atas.

 

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Stop Exercising Effects http://www.health.com/fitness/stop-exercising-effects Diakes pada 27 Juli 2014

What Happens to Your Muscles if You Stip Exercising http://www.medicaldaily.com/what-happens-your-muscles-if-you-stop-exercising-how-your-body-responds-less-404900 Diakes pada 27 Juli 2014

The Effects of Stoppin Exercise http://www.livestrong.com/article/555339-the-effects-of-stopping-exercise/ Diakes pada 27 Juli 2014

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus