Benarkah Berhenti Nge-Gym Bikin Badan Gemuk?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mitosnya, berhenti fitness di gym bisa bikin tubuh jadi gemuk. Hal inilah yang mendasari keengganan orang untuk mulai rutin latihan fitness di gym. Sejumlah penelitian telah menunjukkan, adanya penurunan kegiatan olahraga dapat mengakibatkan sejumlah perubahan negatif, antara lain peningkatan risiko serangan jantung hingga depresi. Jadi, perubahan apa yang akan terjadi saat Anda berhenti fitness? Apa benar membuat badan menjadi gemuk? Simak jawabannya di bawah ini.

Benarkah tubuh bisa jadi gemuk ketika berhenti fitness?

Sebetulnya, ada alasan logis yang bisa menjawab mitos tersebut. Ketika Anda awalnya rutin melakukan fitness, lalu tiba-tiba berhenti dalam waktu cukup lama, kemungkinan badan berubah menjadi gemuk bisa saja terjadi.

Mengapa demikian? Saat Anda melakukan fitness secara rutin, makanan yang diasup dengan energi yang dibakar saat fitness sepadan hasilnya. Namun, ketika berhenti fitness ataupun melakukan olahraga lainnya, maka kepadatan dan ketangkasan otot akan menurun. Lalu, metabolisme tubuh juga akan melambat, alhasil lemak yang tersisa cenderung tersimpan di dalam tubuh.

Apa otot yang sudah terbentuk akan berubah jadi lemak?

Tidak, otot dan lemak merupakan dua hal yang berbeda di dalam tubuh. Namun, ketika Anda yang biasa melatih otot-otot kemudian tiba-tiba berhenti berolahraga, otot akan mengecil dan sel lemak pun meningkat. Pada dasarnya, hal ini akan berdampak perlahan pada kenaikan berat badan. 

Otot Anda akan melemah dan tertutup oleh lemak

Latihan yang Anda lakukan selama fitness akan membangun dan menguatkan otot-otot tubuh. Sedangkan jika Anda tidak melatihnya secara rajin dan terus menerus, otot akan mengalami kondisi yang disebut atrofi.

Atrofi otot terjadi ketika Anda tidak berlatih fisik secara rutin sehingga kekuatan otot akan diambil alih. Akibatnya, biasanya Anda akan mulai mengalami masalah sendi dan ligamen. Perlahan, tubuh pun mulai kehilangan massa otot, terutama jika Anda telah terbiasa oleh latihan ketahanan. Seberapa cepat Anda kehilangan massa otot tergantung kepada usia Anda. Semakin Anda tua, maka semakin cepat Anda akan kehilangan massa  otot.

Para ahli mengatakan bahwa dalam waktu kurang diri 30 hari setelah berhenti fitness, Anda akan melihat otot kehilangan kekuatan dan daya, termasuk kecepatan, kelincahan, mobilitas, dan bergerak dari sisi ke sisi. Sekitar dalam waktu seminggu, otot Anda akan kehilangan beberapa potensi pembakaran lemak dan melambatnya metabolisme. Akibatnya, lemak mulai bertambah dan menutupi otot Anda.

Disarankan untuk tetap berolahraga

Menurut departemen Department Counseling and Psychological Service di Universitas California, Santa Cruz, orang-orang yang berhenti fitness sangat mungkin untuk terkena gejala stress. Setelah itu, Anda mungkin akan mengalami perubahan pola tidur, sulit untuk berkonsentasi, tubuh jadi mudah sakit dan pegal. Maka disarankan ketika memutuskan untuk berhent fitnees, setidaknya tetap melatih tubuh Anda untuk berolahraga. Anda bisa melakukan push up, sit up, atau back up guna mencegah bahaya-bahaya tubuh saat berhenti berolahraga seperti contoh di atas.

 

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sebenarnya, Bolehkah Beli Obat-obatan dari Aplikasi Online?

Beli obat online memang mudah dan praktis, tinggal buka aplikasinya saja. Namun, benarkah aman dan terpercaya? Simak dulu penjelasan ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Obat Asam Urat yang Efektif Meredakan Nyeri dan Mencegah Kambuh

Asam urat perlu dikontrol agar tidak kambuh. Berikut obat asam urat, baik di apotik atau resep dokter, dan cara mengobati asam urat lain untuk Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 9 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
obat eksim alami

Obat Herbal untuk Mengatasi Eksim Secara Tradisional

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit