3 Gerakan Senam yang Aman Bagi Wanita Dengan Rahim Terbalik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Rahim adalah organ reproduksi yang penting bagi wanita. Namun, tidak semua wanita memiliki posisi rahim yang normal. Ada wanita yang punya kondisi rahim terbalik (retroverted). Kondisi rahim ini digambarkan ketika posisi rahim lebih miring ke belakang ke arah leher rahim. Posisi rahim yang tidak normal ini bisa terjadi karena bawaan lahir atau memiliki masalah kesehatan seperti endometriosis, fibrosis, atau radang panggul.

Prosedur medis yang biasanya dianjurkan dokter untuk mengatasi kondisi ini adalah pembedahan. Misalnya suspensi uterus. Prosedur ini dilakukan dengan laparoskopi, yaitu memasukkan sebuah alat bedah kecil dengan membuat sayatan kecil pada sekitar kulit tempat rahim berada.

Bisa juga dengan memasukkan perangkat kecil yang disebut pessary lewat vagina untuk menopang rahim agar posisinya tegak. Sayangnya, ini tidak dapat digunakan untuk jangka panjang karena berisiko menyebabkan infeksi.

Selain perawatan dokter, ada beberapa latihan yang membantu memperkuat ligamen dan otot dinding panggul sehingga rahim bisa kembali ke posisi vertikal. Apa saja latihan fisik yang aman untuk wanita dengan kondisi seperti ini? Simak ulasannya berikut ini.

Beragam senam untuk wanita dengan rahim terbalik

Berbagai gerakan senam dapat memengaruhi kekuatan otot dan ligamen pada tubuh. Bagi wanita dengan rahim terbalik, ada beberapa latihan fisik pilihan yang aman untuk dilakukan. Namun, jangan lupa untuk konsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum memulai program latihan.

Beberapa latihan fisik yang mana untuk wanita dengan rahim terbalik, antara lain:

1. Latihan Kegel

latihan kegel
Sumber: Birth Order Plus

Latihan ini menjaga otot dasar panggul (otot yang menegang ketika Anda menahan buang air kecil) jadi lebih kuat. Semakin kuat otot-otot ini, rahim yang terbalik bisa kembali ke posisi normal. Cara melakukan senam kegel cukup mudah, ikuti langkah-langkahnya berikut ini:

  • Kencangkan otot panggul bawah Anda selama kira-kira 3 detik.
  • Selama mengencangkan otot ini, jangan menahan napas atau mengencangkan otot perut, paha, dan pantat.
  • Lemaskan kembali otot panggul bawah selama 3 detik.
  • Ulangi latihan otot ini hingga 10 kali.
  • Untuk hasil yang maksimal, lakukan latihan ini sebanyak 3 kali sehari

2. Senam knee to chest

latihan fisik
Sumber: Funny Flex

Senam ini membantu menggeser posisi rahim yang miring ke belakang kembali ke posisi vertikal. Anda dapat melakukan gerakan ini dengan mudah, ikuti langkahnya berikut ini:

  • Posisikan tubuh berbaring telentang dan kedua tangan diletakkan di samping tubuh.
  • Tekuk kedua lutut dan telapak kaki menyentuh lantai.
  • Kemudian, angkat satu kaki ke dekat dada dan tahan dengan kedua tangan.
  • Tahan posisi ini selama 15 sampai 20 detik dan ulangi dengan bergantian kaki
  • Lakukan latihan ini 3 kali sehari, yang setiap setnya dilakukan 10 kali pengulangan

3. Senam oblique twists

latihan fisik
Sumber: Pinterest

Latihan ini memperkuat otot-otot panggul sehingga membantu rahim kembali ke posisi vertikal. Cara melakukan gerakan ini cukup mudah, ikuti langkahnya berikut ini:

  • Berbaring di lantai
  • Letakan kedua tangan di belakang kepala dan saling bertautan
  • Kemudian tekuk kedua lutut dan angkat lutut kiri dan angkat juga kepala Anda
  • Pastikan lutut kiri Anda mengenai ujung siku tangan kanan
  • Lakukan gerakan dengan tangan dan kaki bergantian dan ulangi sebanyak 10 kali

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Olahraga yang Cocok untuk Anak Remaja

Selain meningkatkan kebugaran fisik, olahraga untuk anak remaja bisa bantu memaksimalkan tumbuh kembangnya. Berikut pilihan olahraga yang cocok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 8 Mei 2019 . Waktu baca 8 menit

4 Jenis Olahraga Terbaik untuk Orang yang Sedang Diet Keto

Meski diet keto, Anda tetap perlu olahraga agar hasilnya optimal. Jangan asal gerak. Intip jenis olahraga untuk diet keto yang direkomendasikan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 28 April 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Jenis Olahraga yang Aman Bagi Pengidap Epilepsi

Susah-susah gampang memang memilih olahraga untuk penderita epilepsi. Salah-salah bisa bikin kejangnya kumat. Lalu, apa saja jenis olahraga yang disarankan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Olahraga Lainnya, Kebugaran 11 April 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Kebaikan Buat Tubuh Kalau Anda Rutin Ikut Senam Irama

Senam irama kerap dipandang sebelah mata sebagai olahraga sungguhan. Padahal untuk bisa melakukannya, Anda butuh stamina tubuh yang tidak main-main.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Olahraga Lainnya, Kebugaran 2 April 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gerakan plank untuk perut rata

7 Gerakan Plank yang Bisa Dilakukan untuk Membentuk Perut Rata

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 5 menit
olahraga mengurangi cemas depresi

3 Jenis Olahraga yang Bantu Mengurangi Perasaan Cemas dan Depresi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
cedera olahraga

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit
olahraga berat badan hamil

Bolehkah Ibu Hamil Berolahraga untuk Menurunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 7 November 2019 . Waktu baca 4 menit