Seberapa Keras Suara yang Bisa Merusak Telinga?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Sering mendengarkan lagu terlalu keras? Hati-hati, suara keras merusak telinga Anda. Sekarang mungkin Anda belum merasakannya, tapi nanti. Ya, mendengarkan suara terlalu keras dapat merusak pendengaran Anda. Tingkat kebisingan dan lamanya waktu Anda mendengarkan suara keras dapat menyebabkan Anda mengalami gangguan pendengaran. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Bagaimana suara keras bisa menyakiti telinga?

Salah satu dampak paling buruk dari mendengarkan suara terlalu keras adalah gangguan pendengaran secara permanen, dan ini tidak bisa diperbaiki lagi. Pendengaran Anda bisa rusak karena suara keras dalam waktu singkat, seperti ledakan, atau suara keras yang terus-menerus Anda dengar.

Sebelum Anda mengetahui bagaimana suara dapat merusak telinga Anda, sebaiknya Anda mengenal terlebih dahulu bagaimana Anda bisa mendengar suara. Suara yang Anda dengar diterima oleh telinga dalam bentuk gelombang suara. Gelombang suara ini kemudian masuk ke telinga melalui telinga luar menuju ke gendang telinga. Gelombang suara membuat gendang telinga bergetar yang kemudian menuju ke tiga tulang kecil dalam telinga tengah. Selanjutnya, getaran suara memasuki telinga dalam (koklea), di mana terdapat sel-sel rambut yang melapisi ruangan ini. Sel-sel rambut inilah yang akan mengubah getaran suara menjadi sinyal untuk dikirim ke otak untuk diinterpretasikan.

Lalu, bagaimana jika suara yang Anda dengarkan terlalu keras? Suara keras yang Anda dengar akan diterima telinga dalam bentuk gelombang suara. Gelombang suara ini kemudian akan menggetarkan gendang telinga dan dapat mengganggu sistem pendengaran halus. Suara yang terlalu keras juga dapat menyebabkan tulang kecil di telinga tengah bergeser. Selain itu, suara keras yang mencapai telinga dalam (koklea) juga dapat merusak sel-sel rambut yang melapisi koklea. Akibatnya, sel-sel rambut rusak dan tidak dapat mengirim sinyal suara ke otak untuk diinterpretasikan.

Jika Anda sering mendengar suara keras, sel-sel rambut semakin banyak yang rusak dan ini tidak dapat diperbaiki lagi. Hal inilah yang membuat Anda mengalami gangguan pendengaran.

BACA JUGA: Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Bagaimana suara yang keras itu?

Tingkat kebisingan suara dapat diukur dengan desibel (dB). Semakin tinggi kebisingan suara, semakin tinggi ukuran desibel, semakin bisa pula kemungkinan suara tersebut bisa merusak telinga Anda. Para ahli menyebutkan bahwa paparan suara lebih dari 85 dB secara terus-menerus dapat merusak telinga Anda. Jadi, mulai sekarang sebaiknya kecilkan volume TV, radio, dan pemutar musik Anda, serta hindari tempat-tempat yang bising.

Berikut ini merupakan tingkat desibel beberapa suara yang sering kita dengar.

Suara menyakitkan (dari desibel 120 ke atas)

  • 150 dB = suara kembang api yang berada kira-kira 1 meter di dekat Anda
  • 140 dB = senjata api, mesin jet
  • 120 dB = pesawat jet saat lepas landas, bunyi sirene

Sangat keras sekali (dari desibel 90 ke atas)

  • 110 dB = suara maksimal beberapa MP3 player, gergaji
  • 106 dB = alat pemotong rumput
  • 100 dB = bor tangan, bor pneumatik
  • 90 dB = kereta bawah tanah, sepeda motor

Sangat keras (dari desibel 70 ke atas)

  • 80-90 dB = hair-dryer, blender
  • 70 dB = lalu lintas sangat ramai, vacuum cleaner, alarm jam

Sedang (dari desibel 40 ke atas)

  • 60 dB = percapakan biasa, alat pengering pakaian,alat pencuci piring
  • 50 dB = suara curah hujan sedang
  • 40 dB = kamar yang tenang

Lemah

  • 30 dB = suara bisikan

BACA JUGA: Suara Bising Bisa Menyebabkan Perut Buncit. Lho, Kok Bisa?

Bagaimana saya tahu suara yang saya dengarkan terlalu keras?

Terkadang, Anda mungkin tidak sadar bahwa suara yang Anda dengarkan terlalu keras. Seperti saat Anda mendengarkan lagu kesukaan Anda menggunakan headphone atau earphone Anda. Untuk itu, Anda perlu mengetahui ciri berikut yang menandakan bahwa suara yang Anda dengarkan terlalu keras.

  • Saat Anda berbicara, Anda harus meningkatkan volume suara Anda agar terdengar
  • Anda tidak dapat mendengar suara orang yang berada satu meter dari Anda
  • Anda tidak dapat mendengar, atau suara di kuping terdengar teredam setelah Anda meninggalkan ruangan yang bising
  • Saat Anda sedang mendengarkan lagu menggunakan headphone atau earphone, orang lain di dekat Anda dapat mendengar suara musik yang Anda dengar
  • Telinga Anda terasa sakit atau berdenging (tinnitus) setelah Anda mendengar suara keras

Bagaimana saya dapat melindungi telinga dari suara keras?

Sebenarnya, mudah saja Anda melindungi telinga Anda dari suara bising, yaitu dengan menghindarinya. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melindungi telinga Anda adalah:

  • Menggunakan alat pelindung telinga. Saat Anda mendengar suara keras atau bising (bagi Anda yang bekerja di tempat bising, menonton konser, menggunakan hair-dryer, atau sering berada di jalanan yang bising), sebaiknya gunakan penutup telinga atau penyumbat telinga. Penutup atau penyumbat telinga dapat mengurangi kebisingan sebesar 15-30 dB jika digunakan dengan baik, tergantung dari pembuatannya dan apakah sesuai dengan ukuran telinga Anda.
  • Jangan terlalu lama mendengar suara keras atau berada di tempat bising.
  • Saat Anda mendengarkan musik dengan earphone, sebaiknya turunkan volume musik Anda jika Anda merasa sudah terlalu keras.
  • Jika Anda membeli peralatan yang mengeluarkan suara bising, seperti blender, hair-dryer, vacuum cleaner, sebaiknya pilih produk yang mengeluarkan suara lebih halus.
  • Jangan menggunakan mesin yang mengeluarkan suara bising dalam waktu bersamaan di rumah, seperti tidak menggunakan radio dan televisi dengan suara keras di waktu bersamaan.
  • Jangan mencoba meredam kebisingan yang Anda dengar di sekitar Anda dengan suara lainnya. Misalnya, jangan menambah volume televisi saat Anda sedang menggunakan vacuum cleaner.
  • Gunakan bahan penyerap suara, seperti karpet dan gorden, untuk mengurangi kebisingan di rumah.

BACA JUGA: 4 Kiat Mencegah Hilangnya Pendengaran Pada Usia Lanjut

Share now :

Direview tanggal: Desember 16, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 8, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca