Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sering mendengar bahwa pengukuran tekanan darah dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Banyak yang bilang, hasil tes tekanan darah di pagi hari lebih akurat untuk mendeteksi masalah kesehatan. Lantas, bagaimana jika diukur pada lain waktu? Benarkah ada perbedaan tekanan darah pada pagi, siang, maupun malam hari?

Perbedaan tekanan darah

Darah dalam tubuh Anda memiliki fungsi penting sebagai pengangkut oksigen serta zat gizi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Tanpa adanya tekanan, darah Anda tidak dapat didorong dan dialirkan ke sekujur tubuh.

Ketika terdapat masalah pada tekanan darah, Anda akan dianjurkan untuk melakukan pengecekan guna mengetahui apakah ada penyakit yang diderita atau tidak. Menurut Livescience, sebuah penelitian menyebutkan bahwa tekanan darah yang diukur pada pagi hari dapat melihat adanya masalah kesehatan lebih baik dibanding jika dilakukan pada malam hari.

Hal ini dijelaskan oleh Dr. Satoshi Hoshide, dari Jichi Medical University. Perbedaan tekanan darah ini cenderung meningkat pada pagi hari, dan populasinya banyak terjadi pada orang Asia ketimbang orang-orang di negara barat.

Apa saja faktor yang mempengaruhi perbedaan tekanan darah?

Setelah mengetahui hal ini, mungkin Anda akan bertanya-tanya kenapa hal ini bisa terjadi. Sebenarnya tekanan darah setiap orang akan selalu berubah-ubah. Polanya akan mulai tinggi pada pagi hingga siang hari kemudian mencapai puncaknya pada sore dan kemudian kembali turun pada malam hari.

Pola perubahan tekanan darah ini sangat berkaitan dengan jam biologis tubuh alias ritme sirkadian. Jam biologis tubuh mengatur kerja setiap organ tubuh manusia berdasarkan jadwal tertentu dalam rentang waktu 24 jam atau satu hari.

Tekanan darah dikatakan normal bila berada di bawah 120/80 mm Hg. Waspadai saat angka atas berada di rentang 120-139 dan angka bawah 80-89, dapat dikatakan bahwa Anda memiliki risiko hipertensi. Jika perbedaan tekanan darah ini terjadi pada Anda, coba ingat kembali apakah Anda memiliki faktor-faktor risiko berikut.

  • Merokok dan hobi ngopi. Kebiasaan merokok dan minum kopi bisa membuat risiko tekanan darah akan meningkat di pagi hari menjadi semakin besar.
  • Obat-obatan. Beberapa obat-obatan yang Anda konsumsi juga dapat memengaruhi kenaikan tekanan darah yang kemudian menyebabkan perbedaan tekanan darah. Misalnya pada obat asma, obat kulit dan alergi, serta obat flu.
  • Kerja larut malam. Bila Anda sering begadang atau bekerja pada¬†shift malam, ini dapat berperan menyebabkan perbedaan tekanan darah sehingga pada pagi hari tekanan darah akan meningkat.
  • Stres berlebihan. Kecemasan maupun stres yang berlebih, seiring berjalannya waktu dapat menurunkan kinerja sistem jantung dan pembuluh darah Anda sehingga kemudian menyebabkan masalah tekanan darah permanen.

Cara untuk memperbaiki perbedaan tekanan darah

Perbedaan tekanan darah ini sebenarnya dapat diperbaiki dengan beberapa cara berikut:

  • Monitor tekanan darah Anda secara teratur, hasil perbedaan tekanan darah yang sering terjadi dapat menunjukkan kemungkinan penyakit di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda memantau hasil pengukuran Anda agar dapat diatasi sejak dini.
  • Biasakan melakukan pola hidup sehat. Seperti dengan makan secara teratur, tidur yang cukup, berolahraga, dan mengonsumsi makanan yang sehat. Hal ini dapat membantu Anda menghindari masalah perbedaan tekanan darah.
  • Jika hal tersebut belum cukup membantu, Anda dapat bekonsultasi dengan dokter agar dapat diketahui penyebab dan solusi yang terbaik untuk diri Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit