Hati-hati, Area Tubuh Laki-laki yang Satu Ini Rawan Kena Kista

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Coba cek bagian belakang tubuh Anda. Tepat di atas celah antara bokong, apa Anda melihat sebuah benjolan mirip bisul berukuran besar? Jika ya, mungkin itu tandanya Anda punya penyakit pilonidal. Kista yang juga biasa disebut sinus pilonidal ini paling sering mengenai pria, terutama anak muda. Orang yang banyak duduk seperti supir taksi juga berisiko tinggi untuk mengalami penyakit pilonidal.

Kista ini memang jinak, dan bukan gejala kanker. Tapi Anda tetap perlu hati-hati. Karena jika terus dibiarkan, kista dapat terinfeksi dan terisi nanah, dan ini bisa terasa menyakitkan.

Apa penyebabnya, ya?

Tanda dan gejala penyakit pilonidal

Penyakit pilonidal mungkin terabaikan karena seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, orang yang menderita penyakit ini cendrung untuk terkena kista yang meradang dan terinfeksi di area atas di antara celah bokong. Kista tersebut bervariasi dalam ukuran dan dapat menyebabkan nyeri ketika berjalan atau duduk.

Sinus pilonidal biasanya mengandung rambut, debu dan sisa kotoran. Jika sinus tersebut terinfeksi, Anda mungkin akan menyadari adanya kemerahan dan pembengkakan di sekitar celah bokong Anda. Sinus tersebut dapat mengeluarkan nanah dan darah atau mengeluarkan bau busuk dari nanah yang mengering dan dapat menjadi benjolan yang bengkak (abses). Area yang terinfeksi sensitif terhadap sentuhan. Dalam beberapa kasus, seseorang yang kista Pilonidalnya terlanjur terinfeksi dapat mengalami demam, mual atau perasaan sakit.

Sekitar setengah dari orang yang menderita kondisi ini memiliki penyakit pilonidal kronis. Penyakit pilonidal yang berulang tidak begitu intens dan menyakitkan dibandingkan dengan gejala yang akut karena nanah keluar dari sinus dan melepaskan tekanan. Namun, infeksi tersebut dapat berlangsung secara jangka panjang hingga kista harus diangkat dengan operasi.

Beberapa kasus langka dari kista pilonidal terjadi di bagian-bagian tubuh selain di dekat tulang ekor. Misalnya, banyak tukang cukur rambut, perawat kecantikan anjing dan pencukur domba yang terkena kista pilonidal pada kulit di antara jari-jari.

Apa yang menyebabkan kista tumbuh di antara celah bokong?

Penyebab pasti dari kondisi ini tidaklah jelas, tetapi para ahli berpendapat bahwa kista pilonidal dapat disebabkan oleh perubahan hormon, pertumbuhan rambut, dan gesekan dari pakaian atau karena duduk untuk waktu yang lama.

Rambut yang rontok, terutama rambut yang kasar atau kaku, dapat terperangkap di celah antara bokong. Duduk adalah aktivitas yang menyebabkan gesekan, dapat memaksa rambut yang tumbuh di area tersebut untuk masuk kembali ke dalam kulit. Sistem kekebalan tubuh menganggap rambut tersebut asing dan melawannya, yang kemudian menyebabkan pembentukan kista di sekitar rambut dan dapat menjadi terinfeksi. Kondisi ini berkembang dengan lebih mudah jika sudah ada folikel rambut yang teriritasi.

Olahraga yang memengaruhi area bokong, pakaian ketat di sekitar bokong, panas, atau banyak berkeringat dapat membuat folikel rambut menjadi teriritasi atau meregang. Folikel rambut dapat menjadi tersumbat dan terinfeksi dan kemudian membuka ke jaringan di sekitarnya, membentuk abses jika terus berolahraga atau berjalan. Beberapa penyakit pilonidal dapat dialami saat lahir.

Bagaimana cara mengobati penyakit pilonidal?

Kista pilonidal adalah abses atau bisul. Ini perlu dikeringkan, atau dipotong lewat pembedahan, untuk bisa sembuh. Seperti bisul lainnya, penyakit pilonidal tidak bisa sembuh dengan antibiotik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit