3 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/06/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin hanya mengenal makanan berlemak. Tapi, sebenarnya ada dua kelompok lemak yang terkandung dalam makanan, yaitu lemak baik dan lemak jahat. Lemak baik justru dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya, menghasilkan hormon misalnya. Berbeda dengan kandungan lemak jahat dalam makanan yang harus Anda batasi konsumsinya. Salah satu jenis lemak yang tergolong jahat bagi tubuh adalah lemak jenuh. Nah, apa saja sih makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi?

Apa itu lemak jenuh?

Lemak jenuh merupakan molekul lemak sederhana yang tidak memiliki ikatan rangkap antara molekul karbon karena adanya molekul hidrogen yang membuatnya jenuh. Biasanya, lemak jenuh berbentuk padat pada suhu kamar.

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat Anda. Hal ini kemudian dapat meningkatkan risiko Anda terkena berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke. Ini mengapa Anda harus membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.

Berbagai makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi

Biasanya, makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi adalah makanan yang berasal dari hewan. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi adalah:

1. Daging merah

Daging merah, seperti daging sapi dan kambing biasanya tinggi lemak jenuh. Terutama, jika Anda mengambil bagian daging yang mengandung banyak lemak, seperti sirloin, rib eye, dan T-bone. Mengonsumsi daging tinggi lemak setiap hari tentu dapat membuat kadar kolesterol Anda bertambah.

Untuk menurunkan risikonya, sebaiknya pilihlah bagian daging yang tidak mengandung banyak lemak atau gajih. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir tentang kadar kolesterol Anda setelah mengonsumsi daging, terutama jika Anda mempunyai kadar kolesterol tinggi.

2. Susu dan produk susu

Susu tinggi lemak dan produk susu, seperti keju, es krim, dan yogurt, juga mengandung lemak jenuh tinggi. Kadang, susu dan produk susu ini juga terkandung dalam makanan yang Anda makan, kue misalnya, sehingga secara tidak sadar Anda telah mengonsumsi banyak lemak jenuh.

Untuk mengurangi jumlah lemak jenuh yang masuk ke tubuh Anda, ada baiknya Anda memilih susu atau produk susu dengan kandungan lemak rendah, seperti susu rendah lemak atau susu skim, yogurt rendah lemak, dan sebagainya.

3. Makanan berminyak dan berlemak

Banyak makanan yang mengandung minyak dan lemak tinggi tanpa Anda sadari. Karena dalam pembuatannya, makanan tersebut menggunakan mentega, minyak sayur, krim, atau mayones. Dengan penambahan minyak atau lemak tersebut, maka makanan yang tadinya sehat dan bergizi tinggi bisa menjadi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.

Contohnya saja, salad yang ditambahkan dengan mayones atau ayam berlapis tepung terigu yang digoreng dengan minyak sayur seperti pada makanan fast food. Metode memasak dengan cara menggoreng dalam minyak banyak membuat ayam jadi mengandung lemak jenuh tinggi. Oleh karena itu, pilihlah metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus, mengukus, atau memanggang.

Berapa banyak seharusnya konsumsi lemak jenuh dalam sehari?

The American Heart Association merekomendasikan konsumsi lemak jenuh hanya sebanyak 13 gram lemak jenuh per hari atau sekitar 5-6% dari kalori harian Anda. Misalnya, jika Anda membutuhkan kalori harian total sebanyak 2000 kalori, maka sebaiknya kalori yang Anda dapatkan dari lemak jenuh tidak lebih dari 120 kalori.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Dianggap Jahat, Lemak Jenuh Ternyata Juga Baik Bagi Kesehatan Jantung

Lemak jenuh sering dikaitkan dengan kadar kolesterol tinggi, stroke, serta penyakit jantung. Padahal, lemak jenuh juga memiliki manfaat bagi tubuh.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 21/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Anak Obesitas Masih Boleh Makan Makanan Berlemak?

Lemak identik dengan berat badan yang bertambah. Jika demikian, bolehkah anak yang mengalami obesitas makan makanan mengandung lemak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Nutrisi Anak 20/12/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Jenis Minyak yang Sebaiknya Tidak Digunakan untuk Memasak

Minyak merupakan salah satu sumber lemak yang kaya manfaat. Meski demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua minyak cukup sehat untuk memasak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit

7 Makanan Penurun Kolesterol untuk Tubuh yang Lebih Sehat

Kolesterol tinggi berbahaya bagi kesehatan. Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi berbagai pilihan makanan penurun kolesterol berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/11/2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
kebutuhan lemak balita

Panduan Seputar Kebutuhan Lemak Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020 . Waktu baca 7 menit
kebutuhan lemak untuk bayi

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020 . Waktu baca 7 menit
obat asam urat dan kolesterol

Beragam Pilihan Obat Asam Urat dan Kolesterol Tinggi yang Ampuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27/01/2020 . Waktu baca 4 menit