4 Lensa yang Bisa Dipilih Supaya Kacamata Jadi Antisilau

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda merasa sangat silau ketika menggunakan kacamata di luar ruangan saat matahari berada di atas kepala. Memang tidak berbahaya, tapi karena silaunya ini, Anda jadi tidak bisa beraktivitas dengan nyaman. Nah, Anda bisa mencoba beberapa lensa kacamata yang dibuat khusus supaya antisilau dan melindungi mata Anda dari cahaya matahari.

Beragam kacamata antisilau

1. Lensa high-definition

Lensa ini didesain khusus secara digital supaya Anda dapat melihat dengan jelas dan tepat. Ketepatan perubahan minus atau plus bisa mencapai 0,01 dioptri. Hal ini berbeda jauh dibandingkan dengan alat pembentuk lensa konvensional lainnya yang ketepatannya hanya berada pada kisaran 0,125 – 0,25 dioptri.

Selain itu proses pembentukkan lensa juga disesuaikan dengan jenis gagang kacamata yang dimiliki. Hal-hal tersebut yang membuat kacamata yang menggunakan lensa antisilau ini dapat membantu penggunanya melihat dengan lebih tajam dan awas.

2. Lensa adaptif

Bukan hanya antisilau, kacamata yang dilengkapi dengan lensa ini akan berubah warna sesuai dengan kondisi cahaya di sekitarnya. Misalnya, saat di dalam ruangan lensa akan terlihat bening, tapi jadi berwarna abu-abu atau cokelat pada saat terkena cahaya matahari. Lebih tepatnya, lensa dapat berubah warna apabila terkena sinar ultraviolet (UV), sehingga pada kondisi berawan pun lensa akan tetap mengalami perubahan warna.

Perubahan warna ini yang membantu untuk mengurangi rasa silau akibat sinar terang dari matahari. Keuntungannya, lensa dapat melindungi mata dari sinar UV sekaligus dapat digunakan pada berbagai jenis kelainan refraksi, mata minus, mata plus, maupun mata silindris.

3. Lensa polarized

Lensa ini bisa melengkapi kacamata antisilau karena memiliki lapisan kimia yang membuatnya tidak akan memantulkan sinar. Jika tangkapan pantulan cahaya alias silau berkurang, maka Anda akan lebih mudah menangkap warna. Terdapat 2 jenis ketebalan lensa yang dapat dipilih, yaitu:

  • 0,75 milimeter – cocok untuk digunakan bagi Anda yang sering beraktivitas ringan di luar ruangan.
  • 1,1 milimeter – lebih cocok untuk Anda yang sering melakukan aktifitas ekstrem di luar ruangan. Penambahan ketebalan lensa tidak semakin mengurangi rasa silau.

Jenis lensa ini lebih sering ditemukan pada kacamata hitam atau biasa dikenal dengan sebutan sunglasses. Berikut beberapa cara untuk mengetahui apakah kacamata hitam Anda memiliki lapisan polarized yang antisilau atau tidak:

  • Terdapat perbedaan ketajaman warna saat Anda mengenakan dan tidak mengenakan kacamata.
  • Umumnya lensa akan terlihat lebih gelap dibandingkan lensa lainnya.
  • Terdapat pengurangan rasa silau dari pantulan mobil ataupun aspal saat berkendara di siang hari.

4. Pelapis anti-reflektif

Nah, jika ingin memodifikasi kacamata yang sudah ada menjadi antisilau, Anda bisa menggunakan pelapis ini. Pelapis ini bisa digunakan pada semua jenis lensa.

Penggunaan lapisan anti-reflektif akan membantu mengurangi rasa silau sekaligus mengurangi pantulan cahaya pada permukaan lensa kacamata. Beberapa merk pelapis anti-reflektif bahkan sudah dilengkapi dengan kemampuan untuk mengurangi baretan dan juga noda minyak pada lensa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terganggu Kulit Gatal di Malam Hari? Simak Cara Mengatasinya

Kulit gatal di malam hari memang sangat mengganggu. Pilih krim yang mengandung bahan yang tepat agar gatal-gatal bisa hilang dengan cepat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Cabut Gigi Jika Punya Gigi Sensitif?

Setelah cabut gigi, banyak yang merasa gigi mereka menjadi lebih sensitif dari biasanya. Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya?

Ditulis oleh: Maria Amanda
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Kehujanan Bisa Bikin Sakit, Ini 4 Kiat Ampuh Mencegahnya

Setelah kehujanan Anda sering kali sakit. Untungnya sakit setelah kehujanan dapat dicegah. Bagaimana caranya? Yuk, intip di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Banyak orang menilai gigi gingsul membuat senyuman pemiliknya bertambah manis. Berikut serba-serbi kesehatan gigi gingsul yang perlu Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

seks saat hamil kelahiran prematur

Benarkah Berhubungan Seks Saat Hamil Sebabkan Kelahiran Prematur?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit
5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gigi kelinci gigi tonggos

Penyebab Gigi Tonggos dan Pilihan Cara Memperbaikinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 10 menit
sembuh covid-19

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit