7 Jenis Penyakit Tremor dan Cara Membedakannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tremor adalah gerakan otot yang tidak disengaja terjadi pada satu atau lebih di bagian tubuh. Tremor merupakan gerakan tubuh yang paling umum dan tidak terkendali. Biasanya tremor dapat memengaruhi tangan, lengan, kepala, wajah, suara, batang tubuh, dan kaki. Akan tetapi, sebagian besar tremor terjadi di tangan.

Pada beberapa orang, tremor adalah gejala kelainan neurologis atau muncul sebagai efek samping obat tertentu. Bentuk tremor yang paling umum, bagaimanapun bisa terjadi pada orang yang semula sehat-sehat saja.  Meski tremor bukanlah kondisi fatal, tapi ini bisa memalukan untuk orang dan membuat mereka lebih sulit melakukan tugas sehari-hari.

Ada beberapa jenis tremor yang bisa dibedakan menurut gejala dan penyebabnya. Mari simak ulasannya di bawah ini.

Jenis tremor dan cara membedakannya

1. Tremor esensial

Ini adalah jenis tremor yang paling umum. Biasanya dimulai dari gejala di satu sisi tubuh tertentu. Namun terkadang, tremor ini juga memengaruhi sisi tubuh yang lain. Kebanyakan jenis tremor esensial ini memengaruhi tangan kepala, suara, lidah, dan kaki.

2. Tremor fisiologis

Jenis tremor ini adalah tremor dengan bentuk getaran ringan tanpa adanya penyebab dari neurologis (otak). Hal itu bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Anda yang sehat. Getaran fisiologis dapat memengaruhi semua kelompok otot tubuh. Parahnya lagi, jenis tremor ini bisa memburuk jika Anda kelelahan, kadar glukosa darah rendah, keracunan logam, mengonsumsi alkohol, dan emosi yang meningkat.

3. Tremor distonik

Jenis tremor distonik merupakan tremor yang paling sering terjadi pada orang yang mengalami dengan distonia. Distonia adalah kelainan gerakan di mana seseorang mengalami kontraksi otot tak sadar yang menyebabkan gerakan memelintir dan berulang dan/ atau posisi atau postur yang abnormal dan menyakitkan. Tremor ini muncul secara tidak teratur. Untuk menanganinya, Anda bisa beristirahat total. Anda dapat mengurangi keparahan tremor dengan menyentuh bagian tubuh yang tremor.

4. Tremor cerebellar

Kondisi ini adalah getaran tremor lambat yang terjadi pada tungkai. Tremor ini terjadi di akhir sebuah gerakan yang Anda lakukan secara sadar dan Anda tujukan untuk melakukan sesuatu, misalnya ketika Anda hendak menekan tombol atau menyentuh ujung hidung Anda. Hal ini disebabkan oleh kerusakan otak kecil (cerebellum) akibat multiple sclerosis, stroke, atau tumor. Biasanya sisi otak yang mengalami kerusakan sama dengan sisi tungkai yang mengalami tremor.

5. Tremor Parkinson

Tremor jenis ini, kadang juga disebut sebagai ini juga disebut sebagai gerakan “pill-rolling” karena gerakannya terlihat seperti jempol dan jari-jari sedang memutar-mutar sebuah pil. Namun, tremor ini tidak selalu disebabkan oleh penyakit Parkinson.  Penyakit saraf, infeksi, toksin, dan obat-obatan tertentu juga dapat menimbulkan tremor ini. 

6. Tremor psikogenik

Kondisi ini juga sering disebut tremor fungsional, yang mana dapat muncul sebagai bentuk gerakan tremor. Jenis tremor ini mengalami gejala yang umumnya tidak disadari oleh Anda yang mengalaminya. Dalam beberapa kasus, tremor ini terjadi karena hanya disebabkan oleh sugesti saja.  

Pasalnya banyak pasisen dengan tremor psikogenik memiliki kelainan mental (didefinisikan sebagai gangguan psikologis yang menghasilkan gejala fisik) atau penyakit kejiwaan lainnya.

7. Tremor ortostatik

Kondisi ini gejalanya ditandai dengan kontraksi otot berirama yang terjadi pada kaki dan batang tubuh segera setelah Anda berdiri. Orang tersebut biasanya lebih merasakan ketidakseimbangan yang dirasakan saat berdiri dibandingkan tremor ortostatik. Tremor ini biasanya menghilang setelah duduk beberapa saat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Orang Dengan Parkinson Bisa Hidup Sehat dan Normal, Kok! Begini 5 Cara Mudahnya

Gejala parkinson memang mengganggu aktivitas, namun hal tersebut bukanlah sebuah halangan untuk menjalani hidup sehat dengan parkinson. Yuk, disimak caranya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 Mei 2019 . Waktu baca 6 menit

Pentingnya Asupan Vitamin B-12 Bagi Kesehatan Lansia

Di antara semua jenis vitamin yang ada, lansia perlu lebih memerhatikan kebutuhan vitamin B12 hariannya. Memang apa manfaat vitamin B12 untuk lansia?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Nutrisi, Hidup Sehat 7 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Glasgow Coma Scale (GCS), Penilaian Tingkat Kesadaran Manusia

Meski Glasgow Coma Scale (GCS) terbilang sederhana, namun metode ini efektif untuk merekam tingkat kesadaran seseorang setelah mengalami cedera kepala.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Oktober 2018 . Waktu baca 6 menit

Apa Artinya Jika Hasil Uji Kreatinin Saya Rendah?

Uji kreatinin adalah tes yang mengukur jumlah kreatinin dalam darah atau urin. Jika hasilnya rendah, ada 4 kemungkinan kondisi yang jadi penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 8 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
terapi musik untuk pasien parkinson

Manfaat Terapi Musik untuk Pasien Penyakit Parkinson

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit parkinson

Penyakit Parkinson, Berbahaya Tidak, Ya?

Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 September 2019 . Waktu baca 6 menit
tetani adalah

Tak Semua Gejala Tremor Akibat Parkinson, Ini Cara Mengetahuinya

Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 13 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit