Pola Makan Ini Bisa Membantu Mengurangi Jamuran. Mau Coba?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/01/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Candida adalah jenis ragi jamur yang sebetulnya sudah ada di dalam tubuh manusia, paling banyak terdapat di bagian usus. Namun, jika jumlahnya berlebih jamur ini akan menimbulkan masalah kesehatan sendiri. Infeksi jamur ini disebut dengan candidiasis alias jamuran.

Candidiasis paling sering terjadi menyerang bagian mulut, telinga, hidung, kuku kaki, kuku jari, saluran cerna, dan vagina. Gejala candidiasis bervariasi tergantung pada area infeksi. Anda mungkin memiliki bagian kulit berwarna merah atau putih yang menyebabkan gatal dan iritasi. Tanda-tanda lainnya meliputi kesulitan menelan atau rasa sakit.

Apa yang menyebabkan seseorang terkena candida?

Anthony Salzarulo sebagai salah satu praktisioner kesehatan di New York, dikutip dari Health, mengatakan bahwa sebetulnya tubuh punya keseimbangan ragi alami yang berfungsi baik untuk kesehatan. Namun, seperti yang telah disinggung di atas, pertumbuhan ragi yang berlebih bisa berbahaya bagi tubuh.

Penyebab candida berkembang biak di antaranya disebabkan oleh penggunaan antibiotik berlebih. Antibiotik pada dasarnya bisa mematikan beberapa bakteri baik dan mengacaukan keseimbangan antara bakteri jahat dan baik.

Cynthia Sass, RD, dari Health juga mengatakan bahwa sistem kekebalan tubuh yang lemah dan asupan makan yang buruk, terlebih asupan gula yang tinggi, juga dapat menyebabkan candida jadi tumbuh berlebih di tubuh Anda. Maka dari itu, ada diet candida yang fungsinya untuk mengendalikan serta menormalkan bakteri mikrobioma dalam usus.

Bagaimana diet candida dilakukan?

Salzarulo percaya bahwa pertumbuhan berlebih candida di perut sering disebabkan oleh adanya kandungan gula, gandum dan produk susu yang berlebih. Maka dari itu Anda harus menghindari beberapa makanan yang terbuat dari bahan-bahan tersebut dengan tujuan untuk mengembalikan keseimbangan ragi di dalam tubuh Anda.

Salzarulo merekomendasikan untuk berfokus pada apa yang diperbolehkan dalam diet candida, bukan pada batasan seberapa banyak makannya. 

Makanan yang harus dijauhi pada diet candida

1. Gula dan buah-buahan manis

Makanan apapun yang mengandung gula bisa memperparah pertumbuhan jamur berlebih pada usus Anda. Hati-hati untuk mengonsumi pemanis buatan, karena bisa mengubah keseimbangan bakteri baik dan jahat pada usus.

Buah juga mengandung gula fruktosa yang jika dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu pertumbuhan jamur. Baiknya, konsumsi buah-buahan seperti lemon, stroberi, dan kiwi yang tidak mengandung terlalu banyak fruktosa.

2. Makanan yang mengandung ragi

Minuman beralkohol juga merupakan salah satu asupan yang dilarang pada diet candida karena mengandung ragi. Minuman beralkohol seperti wine dibuat dengan menggunakan ragi dalam prosesnya. Makanan lainnya yang mengandung ragi antara lain keju yang berumur, cuka, roti, makanan yang dipanggang, daging asap, jamur, dan makanan sisa yang dihangatkan berkali-kali.

Makanan yang harus ditambah

1. Makanan yang mengandung probiotik

Lebih banyak mengonsumsi probiotik untuk menambah jumlah bakteri baik dalam tubuh Anda adalah salah satu poin penting dalam diet candida. Teorinya, bakteri baik ini akan membantu menekan pertumbuhan jamur dalam tubuh Anda. Anda dapat mengonsumsi yoghurt atau makanan lainnya seperti kimchi dan oncom sebagai sumber probiotik. Pilihan lainnya adalah Anda bisa mengonsumsi suplemen probiotik.

2. Sayuran hijau

Sayuran hijau tidak mengandung terlalu banyak ragi dan mengandung vitamin serta zat besi untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Karena itu, tak ada salahnya untuk menambah asupan sayuran hijau dalam menu Anda sehari-hari. Baik itu dijadikan sayur atau dijus dan diolah jadi smoothies. 

Apakah pola makan ini terbukti bermanfaat?

Menurut Mayo Clinic, mengurangi konsumsi gula dan tepung putih yang diproses dapat membuat seseorang merasa lebih baik secara umum. Namun, ini diduga karena perubahan pola makan yang bergeser ke arah lebih banyak mengonsumsi makanan segar dan gandum utuh, bukan karena pencegahan terhadap tumbuhnya ragi dalam saluran pencernaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Manfaat Cordyceps Militaris, Jamur yang Berkhasiat bagi Kesehatan Terutama untuk Pernapasan

Mari mengenal jamur cordyceps yang sejak dulu digunakan sebagai pengobatan tradisional Cina dan berbagai manfaatnya bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit