4 Kiat Jitu Mengurangi Kebiasaan Makan Gorengan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika batuk, Anda akan pasti ramai mendengar orang-orang menyarankan untuk mengurangi makan gorengan. Bahkan, saat sehat walafiat sekalipun, saran untuk membatasi makan gorengan juga sering terdengar. Memang, apa dampaknya jika terlalu banyak mengonsumsi gorengan? Apakah ada cara untuk membantu mengurangi kebiasaan makan gorengan? Sontek beberapa caranya berikut ini.

Dampak terlalu banyak makan gorengan

Pastel, pisang goreng, kentang goreng, dan makanan goreng-gorengan lainnya memang memiliki banyak penggemar. Bisa jadi Anda salah satunya.

Rasanya yang gurih serta teksturnya yang biasanya garing dijamin akan membuat Anda ketagihan.

Sayangnya, meski enak, jenis makanan ini cenderung tidak menyehatkan. Penyebabnya tak lain adalah kandungan kalorinya.

Makanan yang digoreng cenderung memiliki kalori lebih tinggi dibanding cara mengolah makanan lainnya. Selain itu, menurut sebuah studi, gorengan juga cenderung mengandung lemak jenuh.

Lemuk jenuh ini berpotensi untuk meningkatkan risiko penyakit jantung.

Tak hanya itu, penyakit kronis lainnya juga semakin gencar menyerang tubuh Anda ketika mengonsumsi gorengan berlebihan. Beberapa di antaranya adalah obesitas dan diabetes tipe 2.

Mengurangi kebiasaan makan gorengan bukan hal yang mudah sehingga Anda perlu cara jitu untuk mengakalinya.

Cara jitu mengurangi makan gorengan

Mengurangi Gorengan makanan ppok

Meski bahaya, bukan berarti Anda sama sekali tak boleh makan gorengan. Anda tetap boleh makan makanan satu ini, hanya saja Anda perlu mengurangi atau membatasinya.

Bagaimana kalau saya sangat menyukai gorengan? Tidak perlu cemas dan bingung, ikuti beberapa cara untuk mengurangi makan gorengan berikut ini.

1. Kuatkan niat Anda

Cara yang paling awal untuk mengurangi kebiasaan makan gorengan adalah memantapkan niat Anda. Kenapa? Jika sudah mantap dengan hal ini, Anda tentu jadi lebih kuat untuk menahan godaan makan gorengan ini dan itu.

Perbanyak membaca informasi yang berkaitan dengan kesehatan, sehingga memantapkan niat Anda untuk hidup lebih sehat dan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng.

2. Sajikan makanan dengan cara lain

Cara kedua yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi makan gorengan adalah menyajikan masakan tidak digoreng. Anda bisa mengolah makanan tersebut dengan direbus, dikukus, ditumis, dipanggang, atau dibakar.

Rasa makanan yang dipanggang dengan sedikit minyak, hampir mendekati makanan yang digoreng. Cara mengolah masakan ini terbilang lebih aman ketimbang digoreng langsung dengan banyak minyak.

Meskipun tidak segurih ketika digoreng, Anda tetap bisa mengakalinya. Misalnya, jangan memasak sayuran terlalu lama. Dengan begitu, sayuran Anda akan tetap renyah sekalipun tidak digoreng dengan minyak.

3. Selalu sediakan camilan sehat

Pernahkah Anda berpikir, kira-kira, apa yang menyebabkan Anda tak bisa lepas dari gorengan? Bisa jadi, salah satu alasannya adalah keinginan ngemil.

Tak memiliki camilan di tas atau di kantor mungkin membuat Anda memilih membeli gorengan. Nah, salah satu cara mengurangi makan gorengan adalah Anda perlu siap sedia camilan sehat.

Siapkan buah, roti gandum, susu, yogurt, atau puding di kantor atau di tas. Dengan begitu, Anda tidak akan memesan atau membeli gorengan di luar.

Supaya tidak bosan, cuma kombinasikan camilan yang Anda siapkan setiap hari.

4. Buat gorengan sendiri

Sesekali makan gorengan tidak masalah, asal Anda bisa mengerem nafsu untuk tidak memakannya terlalu banyak dan sering.

Selain itu, pilihlah gorengan yang jauh lebih sehat. Membuat gorengan sendiri bisa menjadi salah satu solusinya jika Anda benar-benar tidak tahan untuk menghindari makan gorengan.

Dengan membuat gorengan sendiri, Anda bisa memantau pilihan dan penggunaan minyak. Pilihlah minyak yang lebih sehat untuk menggoreng, seperti minyak zaitun atau minyak kanola.

Hindari menggunakan minyak bekas sisa menggoreng makanan lain. Gunakanlah sedikit minyak saja supaya tidak menyisakan banyak minyak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Jangan biarkan alergi mengganggu aktivitas harian Anda. Ketahui cara cepat mengatasi alergi obat yang kambuh sekaligus perawatan kondisinya di rumah.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi paracetamol

Alergi Paracetamol

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit