Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Fistula Ani, dari yang Dibedah Sampai Dilem

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Anal fistula atau dikenal dengan fistula ani adalah terbentuknya saluran kecil di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus. Lubang fistula bisa terlihat dari permukaan kulit dan dari lubang ini bisa keluar nanah ataupun feses saat buang air besar.

Sebagian besar fistula adalah hasil dari infeksi pada kelenjar anus yang menyebabkan gumpalan nanah (abses) kecil. Abses ini kemudian membengkak dan membuat abses sulit keluar dari kelenjar anus. Akibatnya muncul peradangan yang meluas sampai perineum (area kulit sekitaran anus), anus, atau seluruhnya, dan kemudian menjadi fistula.

Kondisi ini biasanya ditangani dengan prosedur operasi. Ada beberapa pilihan operasi yang tersedia untuk Anda.

Pengobatan untuk mengatasi fistula ani

Pilihan operasi tergantung pada posisi fistula, kedalaman dan luasnya saluran fistula, serta apakah itu saluran tunggal atau cabang ke arah yang berbeda.

Dokter bedah akan memberikan pilihan operasi yang terbaik untuk Anda. Operasi fistula ani umumnya dilakukan pada pasien rawat jalan. Namun, jika fistula sangat besar atau dalam, mungkin Anda perlu menginap beberapa hari di rumah sakit.

Operasi dilakukan untuk menyembuhkan fistula dan menghindari kerusakan otot-otot sfingter, cincin otot yang membuka dan menutup anus, yang berpotensi mengakibatkan hilangnya kontrol usus besar.

Pilihan operasi untuk mengobati fistula ani

1. Fistulotomi

Fistulotomi adalah jenis operasi yang paling umum dilakukan untuk mengobati fistula ani. Operasi ini biasanya dilakukan dengan bius umum lalu membuka saluran fistula melalui bukaan dalam lubang anus ke bukaan luar dan menghasilkan alur yang akan menyembuhkan dari dalam ke luar.

Fistulotomi adalah perawatan yang efektif untuk kebanyakan kasus fistula ani. Meskipun prosedur ini biasanya hanya cocok untuk fistula yang tidak melewati banyak otot sfingter, sehingga mengurangi risiko inkontinensia urine.

Fistulotomi adalah pengobatan jangka panjang dengan tingkat keberhasilan tinggi, sekitar 92-97%. Namun, jika risiko inkontinensia cukup tinggi, biasanya dokter akan memberikan pilihan operasi yang lain.

2. Teknik seton

Jika fistula Anda melewati sebagian besar otot sfingter anus, dokter mungkin akan menawarkan untuk memasukkan satu seton.

Seton adalah seutas benang bedah yang tersisa di fistula selama beberapa minggu agar tetap terbuka. Ini berguna untuk mengeringkan fistula, membantu menyembuhkan, dan mencegah supaya tidak perlu memotong otot-otot sfingter.

Loose seton memungkinkan fistula mengalir, tetapi tidak menyembuhkannya. Untuk menyembuhkan fistula, seton yang lebih ketat dapat digunakan untuk memotong fistula secara perlahan.

3. Prosedur flap lanjutan

Prosedur flap lanjutan dapat dilakukan jika fistula melewati otot sfingter anus dan menjalani fistulotomi yang berisiko tinggi menyebabkan inkontinensia. Prosedur ini dilakukan dengan memotong fistula dan menutupi titik asal fistula dengan jaringan yang sehat.

Prosedur ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih rendah daripada fistulotomi, tapi bisa menghindari pemotongan otot sfingter. Fistula ani mungkin akan muncul kembali setelah melakukan prosedur ini.

Orang dengan kondisi tertentu seperti punya penyakit Crohn, ada jaringan yang pernah diradiasi, sudah pernah menjalani pengobatan sebelumnya, dan merokok meningkatkan kemungkinan kegagalan. Selain itu, meskipun otot sfingter tidak dipotong dalam prosedur ini, inkontinensia ringan hingga sedang masih bisa terjadi.

4. Plug bioprostetik

Pilihan lain dalam kasus di mana fistulotomi berisiko sebabkan inkontinensia adalah penyisipan plug (steker) bioprostetik. Ini adalah plug berbentuk kerucut yang terbuat dari jaringan hewan yang digunakan untuk memblokir pembukaan internal fistula.

Prosedur ini juga tidak memerlukan pemotongan otot sfingter. Namun, prosedur ini memiliki tingkat keberhasilan yang relatif rendah, sekitar kurang dari 50%.

5. Prosedur LIFT

Ligation intersphincteric fistula tract (LIFT) adalah prosedur yang relatif baru untuk mengobati fistula ani.

Prosedur ini dirancang sebagai pengobatan untuk fistula yang melewati otot sfingter anus, di mana jika melakukan fistulotomi akan terlalu berisiko.

Selama perawatan, pemotongan dibuat di kulit di atas fistula dan otot-otot sfingter terpisah. Fistula kemudian disegel di kedua ujungnya dan dipotong terbuka sehingga terbentang rata.

Sejauh ini, prosedur ini memiliki beberapa hasil yang menjanjikan, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan seberapa baik kerjanya dalam jangka pendek dan panjang.

Pengobatan untuk fistula ani tanpa operasi

Lem fibrin adalah satu-satunya pilihan pengobatan tanpa operasi untuk fistula ani, sampai saat ini.

Prosedur ini dilakukan oleh ahli bedah dengan menyuntikkan lem khusus ke fistula setelah Anda dibius. Lem inilah yang akan membantu menutup fistula.

Dibanding dengan fistulotomi, prosedur ini kurang efektif untuk fistula dan hasilnya tidak tahan lama. Namun, lem fibrin mungkin merupakan pilihan yang tepat untuk fistula yang melewati otot sfingter anus karena tidak perlu dipotong.

Untuk informasi lebih jelas soal prosedur mana yang paling cocok buat Anda, silakan konsultasikan langsung dengan dokter Anda. Pasalnya, kondisi setiap orang berbeda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca