Mengapa Banyak Orang Berobat ke Penang?Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Pengobatan medis di Penang menjadi salah satu altenatif bagi pasien untuk menuntaskan penyakit mereka. 

Berdasarkan data dari The Malaysia Healthcare Travel Council, Malaysia menarik sekitar 1,2 juta kedatangan tahun lalu. Mengetahui pertambahan yang terjadi pada setiap tahunnya, pemerintah Malaysia memudahkan akses global untuk merasakan fasilitas dan pelayanan kesehatan.

Bila Anda bertanya-tanya mengapa beberapa pasien memutuskan berobat ke Penang, mungkin alasannya adalah salah satu dari berikut ini.

Alasan orang berobat ke Penang

Biasanya ada beragam hal yang menjadi pertimbangan pasien hingga akhirnya ia memutuskan berobat ke luar negeri. Berikut alasan orang yang memilih pengobatan di Penang.

1.  Second opinion

Sebagian pasien memutuskan berobat ke Penang adalah mendapatkan informasi dari dokter spesialis di luar negeri mengenai diagnosis yang mereka peroleh di Indonesia. Setelah berkonsultasi dan mendapat masukan tentang penyakitnya dari dokter berbeda, pasien dan keluarga umumnya menjadi lebih paham.

Jika tindakan yang disarankan sama, pasien dapat memilih dokter yang dirasa lebih nyaman untuk berkonsultasi atas kondisi atau penyakit yang dideritanya.

Rekomendasi dokter spesialis bisa diperoleh dengan menghubungi kantor perwakilan rumah sakit Penang di Indonesia.

2. Biaya 

Faktor biaya menjadi salah satu alasan pasien untuk berobat ke Penang. Secara keseluruhan, biaya berobat di Penang bisa lebih terjangkau atau mungkin sama dengan biaya berobat di Indonesia.

Agar persiapan lebih matang, Anda dapat meminta perkiraan biaya berobat melalui kantor perwakilan rumah sakit. Dengan demikian, Anda bisa membandingkan estimasi biaya berobat sebelum memutuskan berangkat ke Penang.

Namun, dalam kasus medis berat, pasien biasanya perlu terbang langsung ke Penang. Pasien disarankan berkonsultasi kepada dokter langsung, sebelum mendapatkan estimasi biaya pengobatan.

3. Alat medis yang canggih

Dikenal sebagai destinasi medical-tourism (berobat sambil berwisata), membuat rumah sakit di Penang menyediakan peralatan medis yang canggih. Upaya ini dilakukan untuk menarik calon pasien yang ingin berobat ke Penang. 

Pada kuartal awal 2019, Rumah Sakit Mt. Miriam menjadi salah satu tujuan utama penderita kanker.  Mereka menyediakan alat medis terbaru yaitu Cyber Knife. Alat tersebut dapat menjangkau tumor kecil yang terletak berdekatan dengan area kritis, seperti saraf pendengaran dan penglihatan. Tindakan dengan Cyber Knife cocok untuk pasien yang telah dinyatakan tidak dapat dioperasi atau diobati.

Contoh lainnya adalah pemeriksaan mammografi 3D, yang digunakan oleh Island Hospital dan Gleneagles Penang. Pemeriksaan mamografi 3D memberikan hasil pemeriksaan yang lebih detail dan meminimalkan rasa sakit pada payudara saat pemeriksaan.

4. Berobat sambil Jalan-jalan

Setelah berobat, biasanya pasien berkunjung ke beberapa tempat wisata di Penang. Ada beberapa destinasi wisata yang dapat dikunjungi, seperti Batu Feringhi, Perrsiaran Gurney, Penang Hill, Kuil Kek Lok Si, dan lainnya.

Bagi penikmat pantai, Anda dapat menginap 1-2 malam di area Batu Feringhi maupun Persiaran Gurney. Keduanya terletak di pusat kota.

Bila Anda menyukai fotografi, cobalah berburu pemandangan mural di Georgetown yang letaknya di pusat kota. Anda akan mendapatkan gambar yang terbaik saat cuaca cerah. Selain Georgetown, Wonderfood Museum juga menjadi pilihan yang menarik. Di sana terkenal dengan beragam replika makanan khas Penang.

Ada beragam sajian kuliner lokal yang bisa dicicipi. Anda bisa menikmati makanan khas daerah setempat mulai dari char koay teow, chendol, laksa, hokkien mee, hingga curry mee. Pasien yang berobat ke Penang dan pendamping, umumnya tidak melewatkan wisata kuliner. Ketika musim durian tiba, Anda dapat mencicipi beraneka jenis durian lezat dengan harga terjangkau.

Baca Juga:

Sumber