Aktivitas yang Direkomendasikan Setelah Pulih Dari DVT

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Deep vein thrombosis (DVT) merupakan sebuah penyakit ketika adanya penggumpalan darah di pembuluh darah vena yang letaknya jauh di dalam otot kaki. Penyakit ini bisa disembuhkan, tetapi ada beberapa aktivitas sehari-hari yang perlu dilakukan setelah pulih dari DVT. Apa saja?

Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya. 

Menjalani aktivitas setelah pulih dari DVT

Normalnya, orang yang baru saja pulih dari DVT dapat melakukan aktivitas apapun asalkan mereka merasa nyaman. Hal ini dilakukan agar penggumpalan darah di otot kaki tidak kembali terjadi. 

Namun, ada beberapa hal yang direkomendasikan ketika menjalani aktivitas setelah pulih dari DVT seperti:

1. Aktivitas penting setelah pulih dari DVT adalah berhenti minum alkohol

pengaruh alkohol

Salah satu tips yang bisa Anda lakukan setelah pulih dari DVT adalah berhenti minum alkohol. Hal ini dikarenakan satu gelas minuman beralkohol dapat mengencerkan darah Anda.

Ketika Anda minum alkohol namun masih mengonsumsi obat antikoagulan, seperti Coumadin, maka kemanjuran obat tersebut dapat berkurang.

Selain itu, minum alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan Anda dehidrasi dan dapat mempercepat penggumpalan darah. Oleh karena itu, biasakan untuk membatasi atau berhenti mengonsumsi alkohol setelah DVT. 

2. Menghindari jenis sayur tertentu

sayur tahan di kulkas

Selain berhenti minum alkohol, ternyata memperhatikan jenis sayur tertentu untuk dimakan juga perlu dilakukan sebagai aktivitas setelah pulih dari DVT.

Seperti yang dilansir dari laman Nutrition Guide for Clinicians, buah dan sayur memang penting untuk sel darah di tubuh. Bahkan, penderita DVT seharusnya mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin K, seperti brokoli, kembang kol, dan kubis. Dengan begitu, tubuh mereka dapat mengontrol proses penggumpalan darah yang kurang stabil. 

Akan tetapi, bagi Anda yang sedang dalam masa pemulihan dan mengonsumsi obat-obatan seperti Warfarin mungkin perlu menghindari sayuran ini sementara. Alasannya karena sayuran yang mengandung vitamin K membantu tubuh memproduksi protein yang menyebabkan pembekuan darah. 

Jika sering dikonsumsi bersama dengan Warfarin, proses tersebut akan terganggu dan mungkin Anda membutuhokan waktu yang lebih lama untuk sembuh. Maka itu, memperhatikan asupan sayuran untuk tubuh Anda pun perlu diperhatikan agar DVT tidak kembali terjadi. 

3. Tetap aktif berolahraga

jalan cepat

Beberapa dari Anda mungkin sedikit cemas untuk kembali menjalankan aktivitas rutin berolahraga setelah pulih dari DVT. Hal ini dikarenakan Anda mungkin menganggap olahraga akan menimbulkan kembali pembekuan darah pada otot kaki. 

Menurut sebuah artikel dari jurnal Circulation, Anda dapat melakukan aktivitas fisik dengan normal. Bahkan, tetap aktif berolahraga sangat direkomendasikan. 

Olahraga seperti berjalan santai atau berenang dapat membantu Anda lebih cepat pulih. Jenis aktivitas fisik seperti ini biasanya dapat meningkatkan aliran darah dan membuat tubuh merasa lebih baik. 

Dengan begitu, Anda dapat mengurangi risiko pembengkakan akibat DVT. Namun, jika jenis olahraga di atas tidak biasa Anda lakukan, ada beberapa macam peregangan yang dapat dicoba, seperti memutar pergelangan kaki. 

4. Tidak duduk terlalu lama

penyebab kaki kesemutan

Aktivitas yang perlu diperhatikan bagi pekerja kantoran setelah pulih dari DVT adalah menghindari duduk terlalu lama di depan komputer. 

Hal ini dikarenakan duduk terlalu lama bisa kembali menyebabkan kembalinya penggumpalan darah yang berlebiha di otot kaki Anda. Bahkan, ketika Anda sedang bepergian jauh menggunakan mobil, kereta api, atau pesawat, duduk berjam-jam sangat tidak dianjurkan. 

Supaya DVT tidak kembali muncul, Anda bisa menggerakkan kaki secara teratur. 

Apabila memungkinkan, Anda bisa berdiri dan berjalan kaki di sekitar tempat duduk Anda. Jangan lupa untuk minum air dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dengan begitu, Anda tidak lagi perlu khawatir deep vein thrombosis kembali ke Anda. 

4. Memakai stocking kompresi

Hal lain yang perlu diperhatikan setelah pulih dari penyakit DVT memakai stoking kompresi agar bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih sehat. Biasanya dokter akan merekomendasikan ini.

Stocking kompresi adalah jenis kaus kaki yang jauh lebih elastis dibandingkan kaus kaki lainnya. Fungsinya adalah untuk menciptakan sirkulasi darah yang lancar karena stocking ini jauh lebih ketat pada bagian kaki.

Tekanan pada daerah tersebut kemudian membantu pembuluh darah memompa darah lebih banyak, sehingga aliran darah ke jantung pun lancar. Maka itu, stocking kompresi membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit pada kaki akibat DVT.

Aktivitas setelah pulih dari DVT memang sangat tergantung dengan kondisi Anda. Jangan terlalu memaksakan diri seandainya belum mampu melakukan sejumlah aktivitas di atas dengan maksimal. Jika Anda ragu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan arahan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Gejala Penggumpalan Darah di Dalam Tubuh, Sesuai Lokasi Gumpalannya

Penggumpalan darah bisa terjadi pada siapa saja. Dibiarkan terus, gumpalan darah bisa mematikan. Maka, kenali gejala penggumpalan darah sedini mungkin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Penggumpalan Darah di Kaki Akibat Duduk Terlalu Lama

Duduk terlalu lama tidak baik untuk kesehatan. Salah satu dampak dari kelamaan duduk adalah penggumpalan darah yang bisa berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 April 2017 . Waktu baca 6 menit

Trombosis Vena Dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT)

Trombosis vena dalam atau DVT adalah penyakit yang terjadi ketika terdapat gumpalan darah di pembuluh darah vena. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 22 September 2016 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala deep vein thrombosis

Jangan Abaikan Gejala Deep Vein Thrombosis, Ini Bahayanya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
darah menggumpal setelah operasi

3 Hal yang Wajib Dilakukan Agar Darah Tak Menggumpal Setelah Operasi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit
proses pembekuan darah koagulasi

Koagulasi Adalah Proses Pembekuan Darah, Seperti Apa Mekanismenya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Tamara Alessia
Dipublikasikan tanggal: 8 Agustus 2018 . Waktu baca 6 menit
penggumpalan darah di kaki

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Penggumpalan Darah di Kaki Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2018 . Waktu baca 5 menit