Menghadapi Pertanyaan “Kapan Hamil?” Bersama Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menjadi pasangan yang baru menikah tentu sering menjadi pusat perhatian.  Namun, perhatian dari orang lain terkadang menjadi sangat berlebihan, bahkan kadang sampai mencampuri urusan rumah tangga Anda. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang rencana hamil. Sayangnya, tidak semua orang nyaman dengan pertanyaan tersebut. Lantas, bagaimana cara tepat  menghadapi pertanyaan “kapan hamil”?

5 cara menghadapi pertanyaan “kapan hamil?”

Pertanyaan kapan hamil bisa muncul dari berbagai pihak: keluarga, teman dekat, hingga orang yang baru ditemui. Padahal, Anda dan pasangan mungkin telah memiliki rencana sendiri terhadap kondisi tersebut.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika Anda dan pasangan mendapati pertanyaan tersebut?

1. Hadapi sesuai dengan siapa yang menanyakannya

Cara tepat untuk menghadapi pertanyaan “kapan hamil?” biasanya bergantung pada siapa yang menanyakannya. Jika pertanyaan tersebut datang dari orang yang tidak terlalu dekat, cobalah untuk mengabaikannya.

Misalnya, hindari menjalin percakapan dengan orang yang memiliki potensi untuk bertanya atau mengomentari hidup Anda sekalipun Anda baru kenal dengannya kurang dari lima menit.

Sibukkan diri Anda dengan membaca buku atau bermain ponsel untuk menghindari percakapan yang tidak diinginkan.

Jika pertanyaan “kapan hamil?” datang dari keluarga, mertua, bahkan orangtua, cobalah untuk menghadapi dengan lebih sabar.

Pasalnya, sebagai orangtua dari Anda dan pasangan, mertua atau orangtua kandung Anda juga memiliki kebutuhan, atau kekhawatiran, hingga perasaan yang erat kaitannya dengan Anda dan pasangan.

Lagi pula, Anda mungkin tidak punya kuasa untuk mengontrol bagaimana cara orang lain melontarkan pertanyaan.

Meski begitu, Anda dan pasangan bisa mengatur jawaban seperti apa yang ingin Anda berikan kepada orang yang menanyakan pertanyaan tersebut.

2. Anda tidak memiliki kewajiban untuk menjawab

Ikuti kata hati Anda saat menghadapi pertanyaan “kapan hamil?” dari orang lain. Anda tidak perlu merasa bahwa orang lain berhak tahu tentang diri dan pilihan pribadi Anda dan pasangan. Mungkin orang lain juga tidak selalu memiliki niatan buruk dengan melemparkan pertanyaan tersebut.

Akan tetapi, apa pun tujuan orang lain melemparkan pertanyaan tersebut, Anda tidak memiliki kewajiban untuk memberikan jawaban.

Jika Anda sepakat dengan pasangan untuk belum memiliki anak, mungkin pertanyaan ini tidak akan terlalu membebani.

Namun, jika Anda sendiri dan pasangan tengah mendambakan dan telah berusaha cukup lama, pertanyaan semacam ini bisa saja menyakitkan.

Jika Anda merasa tidak enak hati menghadapi pertanyaan “kapan hamil?” dari orang lain, cobalah untuk menjawab sekenanya. Mereka yang bertanya terkadang tidak benar-benar mau mengetahui jawaban sebenarnya.

3. Cari celah untuk mengubah topik pembicaraan

Terkadang, pertanyaan mengenai urusan pribadi tidak bisa dihindari. Namun, jika Anda tidak mau terus-menerus merasa tertekan dengan situasi tersebut, cobalah untuk lebih berani menghadapi pertanyaan “kapan hamil?” atau pertanyaan pribadi lainnya.

Misalnya, jika ada yang menanyakan pertanyaan tersebut, jawablah dengan singkat dan jujur, misalnya dengan ucapan, “Aku sedang tidak ingin membahasnya. Lebih baik kita membahas yang lain saja. ”

Mungkin orang lain akan terkejut dengan respon Anda. Bahkan, mungkin Anda dianggap berlebihan dan terlalu penuh rahasia.

Namun, orang lain pun perlu diingatkan bahwa di setiap hubungan tetap ada batasan yang harus dihargai. Salah satunya adalah tidak menanyakan pertanyaan yang terlalu sensitif dan mungkin menyakiti hati orang yang mendapatkan pertanyaan tersebut.

Jika Anda merasa cara sebelumnya terlalu “berani”, Anda juga bisa melakukannya secara hati-hati agar tidak ketahuan. Misalnya, ajak orang lain untuk bergabung dalam percakapan. Lalu, perlahan, tarik diri Anda keluar dari percakapan tersebut.

Dengan begitu, bisa saja orang yang bertanya lupa bahwa Anda tidak benar-benar menjawab pertanyaan darinya.

4. Hindari kegiatan yang mungkin akan dihadiri banyak orang

Terkadang, menghindar adalah cara terbaik untuk menghadapi pertanyaan pribadi seperti “kapan hamil?” dan lain sebagainya. Jika Anda dan pasangan benar-benar tidak berhasil menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan berbagai cara, cobalah untuk menghindar.

Tidak perlu terlalu ekstrem, Anda bisa saja datang ke acara tersebut sedikit terlambat saat orang lain sudah sibuk mengobrol dengan satu sama lain.

Setelah itu, sebelum orang lain sempat mencurahkan perhatiannya kepada diri Anda, Anda dan pasangan bisa pergi lebih awal, sebelum acara benar-benar selesai.

Dengan begitu, semakin sedikit orang yang bisa Anda temui dan semakin kecil kesempatan orang lain untuk mencampuri ranah pribadi Anda. Jika perlu, beri tahu kepada orang-orang terdekat yang mungkin menanyakan pertanyaan tersebut bahwa Anda dan pasangan merasa tidak nyaman.

Jika orang terdekat Anda tahu bagaimana cara menghargai orang lain, tentu mereka akan mengerti dan berusaha memahami batasan antara mereka terhadap hidup Anda.

5. Jangan suka ingin tahu terhadap hidup orang lain

Jika Anda tidak ingin orang lain kepo terhadap hidup Anda, mungkin Anda perlu melakukan hal yang sama.

Artinya, jika Anda tidak ingin susah payah menghadapi pertanyaan “kapan hamil?”, hargai orang lain dengan tidak melontarkan pertanyaan sejenis. Cobalah untuk peka terhadap kondisi yang dihadapi orang lain.

Pasalnya, jika Anda tidak bisa mengontrol diri sendiri terhadap hidup orang lain, bisa saja orang lain merasa sah-sah saja menanyakan hal tersebut.

Lebih baik membahas topik yang sama-sama menyenangkan untuk kedua belah pihak. Selain tidak menyakiti perasaan satu sama lain, hubungan bisa terjalin dengan baik dan harmonis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Paru-Paru Anda

Menjaga kesehatan paru-paru dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan mudah. Apa saja? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Bingung kenapa banyak nyamuk di rumah? Mungkin Anda "membuka" sarang nyamuk di rumah Anda. Yuk simak cara mencegah sarang nyamuk pada artikel ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Bladder Outlet Obstruction (Obstruksi Outlet Kandung Kemih)

Obstruksi outlet kandung kemih (bladder outlet obstruction) adalah penyumbatan yang mengurangi atau menghentikan aliran urine ke uretra.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Kandung Kemih 13/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Sistokel (Kandung Kemih Turun)

Sistokel adalah kondisi ketika kandung kemih turun atau jatuh ke area vagina, akibat melemahnya dinding rahim. Bagaimana pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Kandung Kemih 13/08/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

moisturizer dulu atau sunscreen

Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/08/2020 . Waktu baca 3 menit
obat meriang

4 Jenis Obat Meriang yang Bisa Dibeli di Apotek

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 14/08/2020 . Waktu baca 5 menit
ingus

Memahami dari Mana Asal Ingus dan Ciri-Ciri Ingus yang Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 14/08/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
manfaat konsumsi kalsium

4 Alasan Tubuh Tetap Perlu Kalsium di Masa AKB

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 14/08/2020 . Waktu baca 5 menit