5 Manfaat Kesehatan yang Bisa Didapat Setelah Menikah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain mendapatkan bahagia dan adanya teman untuk hidup bersama, adakah keuntungan dari menikah yang baik untuk kesehatan? Menikah bukan hanya sekedar menyatukan kedua pasang manusia untuk beranak pinak lalu kembali pada asalnya. Menikah nyatanya punya keuntungan dan kebaikan tersendiri, khususnya untuk kesehatan. Apa saja manfaat kesehatan dari menikah? Simak penjelasannya berikut ini.

Keuntungan dari menikah yang baik untuk kesehatan

Sebuah studi di Inggris melakukan penelitian terhadap 25.000 orang penderita sakit jantung yang menikah dengan yang tidak menikah. Hasilnya ditemukan kalau di antara pasien yang menikah dan memiliki pasangan, kondisinya 14% membaik lebih cepat daripada pasien yang melajang. Studi tersebut menyimpulkan adanya hubungan dari menikah dengan tingkatan kesehatan seseorang yang lebih baik.

1. Menurunkan risiko sakit jantung

Seperti contoh penelitian di atas, penelitian lain juga mengemukakan bahwa keuntungan dari menikah dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda. Dalam penelitian yang berasal dari Universitas Turku di Finlandia, wanita dan laki-laki yang sudah menikah diketahui mempunyai risiko 65%-66% lebih rendah untuk mengalami penyakit jantung, jika dibandingkan dengan orang yang belum menikah.

Belum ada penjelasan ilmiah dan pasti mengenai hal ini, namun mereka menganggap bahwa pernikahan dapat meningkatkan dukungan emosional, terbangunnya keintiman fisik, serta ikatan sosial yang lebih dalam. Semua hal tersebut dapat membuat tekanan darah seseorang menurun dan stabil, yang kemudian berdampak pada kesehatan jantung.

3. Berguna untuk menghindari stress

Sebuah laporan medis yang diterbitkan oleh University of Chicago menemukan suatu hal mengenai manfaat pernikahan, yang memiliki efek untuk menurunkan hormon kortisol sebagai pemicu tekanan psikologis. Begitupun dengan seseorang yang sedang dalam berada hubungan jangka panjang, hubungan tersebut dapat memperkuat dan mengubah hormon stress jadi perasaan bahagia terhadap pasangannya.

4. Lebih cepat pulih kesehatannya

Selain bisa menurunkan risiko terkena penyakit, ternyata dengan menikah juga bisa mendukung masa pemulihan operasi menjadi lebih cepat. Kathleen King, seorang peneliti dari University of Rochester menyatakan bahwa seseorang yang menikah dan menjalani operasi, berpotensi 2 kali hidup lebih lama. Hal ini akan berkaitan erat dengan dukungan serta kehadiran pasangan yang menemani hari-hari Anda selama masa pemulihan.

5. Tidur lebih nyenyak

Siapa yang menyangka kalau dengan menikah bisa membuat Anda mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas. Wendy Troxel, seorang psikolog di Universitas Pittsburg menemukan bahwa wanita yang menikah memiliki 10% kualitas tidur yang lebih baik daripada wanita yang tidak menikah. Aktivitas seks sebelum tidur diduga kuat sebagai salah satu alasan tubuh melepaskan hormon oksitosin yang membuat tidur jadi lebih nyenyak.

Jadi, apa menikah itu penting untuk kesehatan?

Sebetulnya yang paling penting untuk meningkatkan kesehatan Anda adalah diri Anda sendiri, bukan orang lain. Hindari gaya hidup dan makan tidak sehat, fokuskan saja diri Anda pada hal yang bisa membuat bahagia. Karena pada dasarnya jiwa yang bahagia akan menimbulkan tubuh yang sehat pula.

Mengenai menikah atau tidak menikahnya seseorang, tidak selalu orang yang menikah akan sehat serta bahagia, begitupun sebaliknya. Suatu perubahan pada hidup dapat menjadi hal yang baik bagi mereka yang dapat beradaptasi dengan baik. Namun tidak dipungkiri juga, bertambahnya tanggung jawab juga dapat memberikan dampak buruk bagi mereka yang belum siap. 

Pada akhirnya, hal terpenting adalah bagaimana Anda menjalankan fungsi Anda di masyarakat, salah satunya fungsi sosial. Bila Anda dapat menjalaninya dan menghadapi tantangan hidup dengan baik, maka Anda dapat merasa bahagia dan tentunya sehat jiwa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit