5 Kesalahan Dalam Pernikahan yang Menjadi Penyebab Perceraian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 April 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak ada pihak yang sempurna dalam suatu pernikahan. Anda atau pasangan tentu pernah melakukan kesalahan yang memicu konflik, lalu bersama mencari solusinya agar hubungan kembali harmonis. Kesalahan dalam pernikahan adalah wajar, tapi ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari karena bisa menjadi penyebab perceraian.

Kesalahan yang bisa menjadi penyebab perceraian

Tak jarang, beberapa pasangan melakukan beragam kesalahan berikut tanpa sadar dan akhirnya memicu konflik berkepanjangan.

1. Tidak menyampaikan keinginan dengan jelas

Kunci dari hubungan yang langgeng adalah komunikasi. Anda dan pasangan harus saling menyampaikan keinginan satu sama lain dengan jelas, baik tentang pola asuh anak, keuangan, kehidupan seksual, atau masalah lain dalam pernikahan.

Hubungan yang telah terjalin lama tidak menjadi jaminan untuk langgeng bila kedua pihak tidak pernah berdiskusi. Sikap tertutup hanya akan menimbulkan asumsi yang belum tentu benar. Anda mungkin merasa telah memenuhi kebutuhan pasangan, padahal bukan itu yang ia harapkan. Hal ini lantas bisa menjadi penyebab perceraian.

2. Cara berkomunikasi yang tidak sejalan

Pernahkah Anda merasa tidak didengarkan saat mencoba memulai pembicaraan? Anda bisa jadi memiliki cara berkomunikasi yang tidak sejalan dengan pasangan. Kondisi serupa juga sering terjadi ketika seorang istri mengeluhkan satu hal yang sama berkali-kali, tapi sang suami tidak menggubris keluhan tersebut.

Seorang psikolog pernikahan di University of Louisville menjelaskan bahwa perilaku ini terjadi lantaran salah satu pihak menginginkan pembicaraan, tapi pihak lainnya tidak mengetahui cara yang tepat untuk menanggapinya. Meskipun sepele, ini bisa menjadi penyebab pertengkaran dan berujung pada perceraian.

3. Menghindari hubungan seksual

Hubungan seksual adalah salah satu faktor penting untuk menjaga keharmonisan pernikahan. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan hubungan fisik, tapi juga menciptakan keintiman dan memupuk kasih sayang antara Anda dan pasangan. Jalinan kasih sayang pun semakin kuat dan Anda seakan terus merasa jatuh cinta kepada pasangan.

Tanpa hubungan seksual yang sehat dan menenteramkan, kehidupan pernikahan terasa hambar. Seakan Anda tinggal bersama seorang teman sekamar tanpa adanya keintiman antara satu sama lain. Konflik pun dapat muncul dan akhirnya menjadi penyebab perceraian.

4. Melibatkan orang tua dalam pernikahan

Pernikahan adalah tentang Anda dan pasangan dan bukan tentang suami-istri beserta kedua orang tuanya. Masalah yang Anda hadapi dalam pernikahan idealnya diatasi bersama pasangan tanpa campur tangan orang lain, termasuk orang tua. Pasalnya, pengaruh orang lain dalam pernikahan dapat berubah menjadi suatu tekanan.

Orang tua memang memiliki niat baik untuk meredam konflik pernikahan yang dialami anaknya. Namun, ini bisa menjadi penyebab perceraian yang tidak disadari. Pada akhirnya, Anda harus bangkit bersama pasangan untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi.

5. Lupa menghargai pasangan

Fokus terhadap pekerjaan, anak, atau kegiatan di rumah sering membuat pasangan lupa untuk menunjukkan sikap menghargai satu sama lain. Padahal, hubungan yang sehat terbentuk dari sikap tersebut. Anda bisa melakukannya dengan tersenyum, kontak mata, memeluk, atau cara apa pun yang pasangan Anda sukai.

Sikap saling menghargai juga ditunjukkan dengan mendengarkan, menanggapi cerita, atau berkomunikasi dengan baik. Dengan cara itu, Anda dan pasangan akan sama-sama merasa memiliki posisi yang berharga dalam hubungan. Hasilnya adalah hubungan harmonis yang jauh dari penyebab perceraian.

Kesalahan dalam pernikahan yang menjadi penyebab perceraian seringkali dilakukan tanpa disadari. Akan tetapi, komunikasi yang jelas, rasa menghargai, serta sikap saling mengerti dapat membantu meminimalisasi konflik. Jika solusi yang Anda lakukan tidak berhasil, cobalah berdiskusi dengan pasangan untuk mencari penyelesaiannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Bercerai dengan Pasangan?

Waktu yang tepat untuk bercerai dengan pasangan bukan hal yang mudah. Pikiran ini terjadi ketika ada beragam faktor yang terpendam dalam pernikahan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

Banyak orang yang menjalin asmara ingin akhirnya berumah tangga, tapi ada juga yang malah sangat takut menikah sampai menghindari cari pacar. Kenapa begitu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26 September 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Tips Sukses Co-Parenting, Merawat Anak Bersama Mantan Setelah Bercerai

Merawat anak setelah bercerai dengan mantan pasangan memang tidak mudah. Tapi, bukan berarti tidak mungkin, apalagi dengan adanya co-parenting.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 23 Agustus 2019 . Waktu baca 8 menit

4 Tips Sederhana untuk Menghangatkan Kembali Rumah Tangga yang Hambar

Tidak selamanya pernikahan bisa hangat dan mesra terus. Lalu bagaimana cara memperbaiki pernikahan yanng mulai terasa hambar?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
pertimbangan sebelum memutuskan bercerai

4 Hal yang Harus Menjadi Pertimbangan Sebelum Bercerai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20 April 2020 . Waktu baca 4 menit