Bolehkah Curhat Masalah Pernikahan Kepada Teman dan Keluarga?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/04/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Teman dekat dan keluarga merupakan tempat terbaik untuk mencurahkan isi hati bagi kebanyakan orang. Anda pun mungkin telah terbiasa untuk saling menceritakan banyak hal secara gamblang. Lantas, bagaimana jika Anda menghadapi masalah dalam pernikahan? Mengingat pernikahan juga melibatkan pasangan, bolehkah Anda curhat mengenai masalah pernikahan kepada teman dan keluarga?

Curhat mengenai masalah pernikahan itu tidak disarankan

konsultasi ke psikolog

Anda mungkin ingin mendapatkan saran dari orang-orang terdekat saat menghadapi rintangan dalam pernikahan. Namun, ada alasan tertentu mengapa Anda sebaiknya tidak menceritakan masalah pernikahan saat curhat dengan teman atau keluarga.

Saat Anda merasa marah kepada pasangan, akan sulit bagi Anda untuk bersikap objektif dan menggambarkan pasangan Anda dengan cara yang baik. Dilatarbelakangi amarah, Anda bisa saja menuturkan hal-hal negatif yang menimbulkan kesan buruk tentang pasangan Anda.

Selain itu, teman dekat dan keluarga Anda belum tentu mampu menanggapi masalah serumit pernikahan sekalipun Anda telah terbiasa curhat kepada mereka. Alih-alih merasa lebih baik, tanggapan dari teman dekat dan keluarga bisa saja membuat Anda semakin merasa marah dan frustrasi. Inilah sebabnya berkonsultasi dengan seorang psikolog lebih disarankan.

Alasan lain yang seringkali tidak disadari adalah tujuan seseorang saat menceritakan masalah rumah tangganya kepada orang lain. Kebanyakan orang yang menceritakan masalah pernikahannya sebenarnya mencari persetujuan, tetapi mereka salah sasaran. Persetujuan ini seharusnya Anda dapatkan dari pasangan dan bukan dari teman ataupun keluarga.

Masalah pernikahan yang sebaiknya disimpan saat curhat

menyimpan rahasia dari pasangan

Pernikahan adalah hubungan yang melibatkan Anda dan pasangan. Apa pun yang Anda bagikan kepada orang lain turut melibatkan privasi pasangan Anda. Inilah sebabnya ada beberapa hal yang sebaiknya tidak disampaikan saat Anda curhat kepada teman dekat ataupun keluarga. Hal tersebut di antaranya:

1. Masalah keuangan

Masalah keuangan adalah topik yang sensitif karena menyangkut kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Membicarakan masalah ini juga dapat menyinggung perasaan pasangan Anda. Apa pun masalah keuangan yang Anda alami selama berumah tangga, jangan membicarakannya dengan orang lain.

2. Apa pun yang membuat pasangan Anda merasa tidak nyaman

Pasangan Anda mungkin tidak menyukai bentuk tubuhnya yang gempal. Atau, ia mungkin memiliki kepercayaan diri yang rendah. Jika pasangan Anda menceritakan ini, maka ia telah memercayakannya kepada Anda. Jangan hancurkan kepercayaan yang ia berikan dengan menceritakannya saat curhat tentang masalah pernikahan.

3. Kehidupan seksual

Membagikan detail kehidupan seksual Anda kepada orang lain akan merusak keintiman yang Anda ciptakan bersama pasangan. Maka dari itu, apa pun urusan ranjang yang Anda lakukan bersama pasangan sebaiknya tidak menjadi konsumsi publik, termasuk bagi teman dan keluarga Anda.

4. Masa lalu pasangan

Membicarakan masa lalu pasangan ketika curhat mengenai masalah pernikahan amat tidak disarankan. Pasalnya, hal ini tidak jauh berbeda dengan membongkar aib pasangan Anda. Perlu diingat bahwa walaupun Anda telah menerima pasangan apa adanya, teman dan keluarga Anda belum tentu beranggapan serupa.

Sebelum curhat mengenai masalah pernikahan Anda kepada orang lain, coba pikirkan kembali mengapa Anda melakukan hal tersebut. Anda tentunya tetap boleh berkeluh-kesah kepada orang-orang terdekat, tetapi lakukanlah dengan cara yang sehat.

Hindari menceritakan pasangan Anda dengan kesan yang menjelekkan, atau terlalu banyak menceritakan hal yang sifatnya pribadi. Amarah terhadap pasangan tidak bisa dijadikan alasan untuk mengungkapkan hal seperti ini. Seperti halnya Anda berhak mengungkapkan isi hati kepada orang lain, pasangan Anda pun berhak memiliki privasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tak Makin Stres, Ini 3 Tips Mencegah Pertengkaran Jelang Pernikahan

Sering kali terjadi konflik di antara pasangan sebelum hari pernikahan tiba. Bagaimana agar pertengkaran menjelang pernikahan dapat dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/10/2019 . Waktu baca 4 menit

4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

Banyak orang yang menjalin asmara ingin akhirnya berumah tangga, tapi ada juga yang malah sangat takut menikah sampai menghindari cari pacar. Kenapa begitu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/09/2019 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Quality Time Bersama Pasangan Setelah Punya Anak

Pernikahan dan memiliki anak seringkali membuat pasangan lupa menghabiskan waktu berdua. Memangnya, apa saja pentingnya quality time bersama pasangan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Seks & Asmara 16/09/2019 . Waktu baca 4 menit

4 Tips Sederhana untuk Menghangatkan Kembali Rumah Tangga yang Hambar

Tidak selamanya pernikahan bisa hangat dan mesra terus. Lalu bagaimana cara memperbaiki pernikahan yanng mulai terasa hambar?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 4 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pernikahan beda usia

Pernikahan Beda Usia, Membawa Tantangan Sekaligus Dinamika

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit
masalah menjelang pernikahan

4 Masalah Utama yang Sering Diributkan Menjelang Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 10/12/2019 . Waktu baca 5 menit