Minta maaf tampak enteng di lidah, tapi nyatanya berat untuk dilakukan. Apalagi minta maaf pada pasangan. Kadang, ego yang kelewat tinggi bisa membuat kita merasa gengsi untuk minta maaf duluan. Bahkan sampai mau tidak mau mengesampingkan perasaan si dia yang mungkin sudah kepalang kecewa dengan perbuatan Anda. Lalu ujungnya? Anda berdua bisa saja makin bertengkar hebat karena tidak ada yang mau mengalah. Padahal, permasalahan bisa cepat selesai tanpa harus tarik urat jika Anda tahu bagaimana cara minta maaf yang tepat, kok!

Begini cara minta maaf pada pasangan agar cepat rujuk

1. Akui kesalahan Anda

saat bertengkar dengan pasangan

Jangan harap hubungan yang Anda jalin bersama pasangan akan selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Dalam beberapa waktu, ada masanya Anda melakukan kesalahan yang membuat pasangan marah. Begitu pula sebaliknya.

Daripada harus terus bertengkar tanpa ada habisnya, cobalah berbesar hati untuk minta maaf duluan dan mengakui kesalahan Anda (meski pemicu pertengkarannya mungkin bukan gara-gara Anda).

Anggapannya begini, ketika Anda berani melakukan suatu kesalahan, baik itu dengan sengaja maupun tidak, seharusnya Anda juga punya nyali untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan tersebut. Begitu, bukan?

2. Minta maaf setulus hati

pasangan marah

Apalah artinya hubungan asmara yang telah dibina sekian lama tapi kedua belah pihak tidak bisa saling memahami satu sama lain. Terutama ketika salah satu dari Anda sedang dirundung rasa sedih dan amarah.

Kesampingkan dulu semua ego, rasa malu, dan gengsi yang menyelimuti diri Anda, lalu sampaikan permintaan maaf yang tulus dari dalam hati.

Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi tanpa terkesan berlebihan. Beri juga alasan lengkap mengapa hal tersebut bisa terjadi tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Sebisa mungkin, usahakan untuk tidak membela diri karena ditakutkan justru akan menambah runyam permasalahan Anda berdua. Sebaliknya, tunjukkan keseriusan Anda dalam meminta maaf dan pastikan kejadian tersebut tidak akan terulang kembali di kemudian hari.

3. Posisikan diri sebagai pasangan

pasangan positif mengidap HIV

Kadang kala, kesulitan meminta maaf muncul karena Anda tidak merasa ada yang salah dari diri Anda. Atau dengan kata lain, Anda menganggap semuanya baik-baik saja. Padahal nyatanya pasangan sedang dilanda rasa kecewa atas sikap dan perbuatan Anda dulu.

Jika ini yang terjadi, coba tempatkan diri Anda sebagai pasangan. Pikirkan dengan baik tentang kemungkinan yang Anda rasakan bila dihadapkan dengan situasi seperti yang dialami pasangan.

Misalnya begini, pasangan merasa Anda terlalu dekat dengan rekan kerja di kantor tapi Anda malah merasa sebaliknya. Menurut Anda, kedekatan Anda dan orang tersebut hanyalah sebatas rekan kerja semata dan tidak lebih.

Sekarang, coba pikirkan dan posisikan diri sebagai pasangan dengan segala perilaku yang pernah Anda lakukan pada teman kerja tersebut. Apakah respon Anda akan tetap sama dan menganggap hal tersebut biasa saja?

4. Jangan sampai terbawa emosi

pasangan marah

Setelah berani mengakui kesalahan yang Anda perbuat dengan tulus, selanjutnya jangan sampai terbawa emosi jika pasangan belum benar-benar puas atas penjelasan Anda.

Ibarat api yang disiram minyak, kobaran amarahnya akan makin menjalar ke mana-mana jika ditambah “disiram” oleh emosi Anda.

Alih-alih memaksa si dia menerima permintaan maaf Anda, tenangkanlah diri sendiri dulu. Pejamkanlah mata Anda dan atur napas perlahan sebelum lanjut berbicara untuk meredam emosi. Meluapkan emosi dengan cara yang salah bisa menjerumuskan hubungan Anda berdua ke dalam masalah baru.

5. Jangan ragu minta maaf berulang kali

masalah kejiwaan

Kadang butuh lebih lebih banyak usaha untuk “menebus” kesalahan yang berbuah dari masalah pelik. Jangan berkecil hati bila di awal pasangan tampak tidak mengacuhkan permintaan maaf Anda.

Sah-sah saja untuk meminta maaf beberapa kali sampai hati pasangan luluh, terutama untuk kesalahan yang tergolong serius. Namun ingat, jangan terkesan memaksa dan merengek. Pastikan setiap ucapan maaf Anda benar-benar tulus dari dalam hati.

Cara minta maaf yang satu ini akan membuat pasangan melihat seberapa jauh keseriusan dan penyesalan Anda. Seiring berjalannya waktu, kepercayaan akan kembali tumbuh mengakar dalam jalinan asmara Anda berdua.

6. Beri pasangan waktu

pasangan berubah

Sama halnya dengan PDKT yang butuh proses, memaafkan pun demikian. Anda tidak bisa memaksa pasangan untuk mengampuni Anda detik itu juga setelah minta maaf.

Memaksa pasangan untuk memaafkan malah dapat mengacaukan emosinya dan membuat pasangan semakin marah. Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

Lihat situasi dan kondisinya. Jika pasangan Anda ingin menyendiri dulu, hormatilah keputusannya. Beri ia waktu untuk berpikir dan menenangkan diri. Jika ia sudah menunjukkan tanda-tanda ingin berdamai, barulah Anda boleh kembali mendekatinya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca