“Kamu Nggak Pernah Ngertiin Aku!” — Begini Caranya Agar Anda dan Pasangan Saling Mengerti Satu Sama Lain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11/09/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bosan dengar argumen seperti “Kamu nggak pernah ngertiin aku!” atau “Kapan, sih, kamu pernah dengerin omongan aku?” setiap kali bertengar dengan pasangan? Manusia pada hakikatnya memang butuh didengarkan dan dimengerti oleh orang lain. Tak terkecuali dalam tiap hubungan asmara dengan segala lika-likunya. Namun sayang, tidak semua orang bisa atau mau memahami dan mendengarkan keinginan pasangannya.

Padahal, menyediakan diri (dan juga hati) untuk mendengarkan si dia, tak hanya kemauan tapi juga keluh-kesahnya, adalah salah satu tanda cinta Anda kepada pasangan. Lantas, bagaimana harusnya menjalin  komunikasi yang baik dengan pasangan? Contek tips dan triknya di sini

Mendengarkan tak sekadar mendengar pakai telinga, harus memahami juga

Mendengarkan adalah bentuk penghargaan, rasa hormat kepada pikiran dan perasaan orang yang Anda cintai. Tapi tentu mendengarkan tidak hanya pakai telinga, juga harus pakai hati.

Faye Doll, dalam tesisnya yang berjudul Partners’ Listening Styles and Relationship Satisfaction: Listening to Understand vs. Listening to Respond mengatakan kalau “mendengarkan” itu terbagi dalam dua jenis. Mendengarkan dengan pengertian dan mendengarkan dengan tanggapan. Seseorang yang merasa telah didengarkan dengan penuh pengertian oleh partner bicaranya cenderung merasa lebih puas dengan hubungan asmaranya.

Sedangkan kalau mendengarkan hanya sambil menanggapi cuek — “oh gitu..”; “Ya emang udah harusnya gitu..”; “Yaudahlah, yang lalu biarkan berlalu”; dst — mereka cenderung akan semakin down atau malah menarik diri dari Anda. Lagipula, belum tentu semua kebutuhan si dia untuk didengarkan belum tentu membutuhkan jawaban essay dari Anda. Kebanyakan “tuntutan” untuk minta didengarkan ini hanya membutuhkan Anda untuk benar-benar… mendengarkan.

Komunikasi, kunci kebahagiaan dan keharmonisan pasangan

Menurut psikolog Carl Rogers, mendengarkan dan memahami pasangan adalah salah satu cara mewujudkan hubungan yang sehat. Jika Anda mendengarkan keluh kesah pasangan, hal itu cenderung akan membuat pasangan Anda semakin terbuka dengan Anda. Anda tidak mau, kan, kalau pasangan Anda sering berbohong dan cenderung menutupi semua hal? Anda pun bisa mewujudkan hubungan yang luwes, demokratis, dan harmonis dengan membuka jalur komunikasi dua arah. Dan yang paling penting, Anda bisa menjadi pilar kokoh untuknya pasangan untuk menampung cerita atau masalahnya.  

Ada baiknya Anda mengetahui dulu apa tujuan daripada mendengarkan pasangan. Tujuannya antara lain adalah memperoleh informasi, memahami situasi seseorang, dan memberikan rasa lega bagi orang yang bercerita. Hal ini juga berkaitan dengan alasan mengapa beberapa orang pergi ke psikolog. Mereka datang karena merasa ingin permasalahannya didengarkan dan syukur-syukur diberikan solusi.

Kemampuan dan keikhlasan Anda untuk mendengarkan pasangan adalah tanda Anda mau memahami pesan-pesan yang pasangan Anda lontarkan dalam curahannya. Bonusnya, Anda pun bisa memperbaiki hal-hal yang sebelumnya tidak benar dan keromantisan pun bisa terjalin dengan utuh.

Kendati demikian, Anda juga bisa menonjolkan sisi peduli dengan apa yang mereka katakan dan rasakan. Penting juga untuk diketahui, kalau Anda terbiasa mendengarkan orang dengan penuh simpati, makan kemungkinan pasangan Anda atau orang lain cenderung akan mendengarkan Anda juga.  

Bagaimana caranya untuk mendengarkan dan memahami pasangan?

Menjadi pendengar yang baik nyatanya tidak mudah, lho. Anda membutuhkan latihan dan rasa sabar yang besar. Lagipula, ketika Anda berusahan memahami pasangan, Anda butuh mengalihkan perhatian penuh pada pasangan. Semakin sering melakukannya, semakin Anda jago dalam memahami pasangan, dan semakin positif juga hubungan Anda berdua.

Berikut adalah beberapa tips dan cara untuk menjadi pendengar baik:

  • Coba posisikan Anda sebagai pasangan, atau orang yang bercerita
  • Fokus dan dengarkan makna-makna penting dari isi cerita
  • Perhatikan bahasa tubuhnya, biasanya bahasa tubuh menujukkan perasaan yang sebetulnya
  • Berikan empati ketika mereka bercerita
  • Jangan membuat penilaian langsung, dan jangan mengelak ketika Anda menjadi masalah dari cerita yang pasangan Anda curahkan.
  • Tatap mata pasangan Anda ketika ia berbicara
  • Akui bahwa Anda mendengarkan, contohnya Anda bisa mengangguk atau sesekali berkata “Oke, aku paham”.
  • Sesekali coba ulangi perkataan yang pasangan ucapkan, sambil memberikan komentar netral. 

Misalnya ketika pasangan Anda tampak sedih kemudian mengatakan,”tadi siang aku dimarahi bos di kantor”. Anda bisa mengatakan,”pasti sedih ya dimarahi bos. Memangnya apa yang terjadi?”. Dengan mengulangi apa yang diceritakan pasangan dan merangkum perasaannya yang tampak dari bahasa tubuh dan ekspresi, ia akan tahu bahwa Anda menyimak tanpa perlu mendengar Anda berkata,”aku paham” atau “aku mendengarkan”.

Anda pun bisa memberikan sentuhan untuk menunjukkan bahwa Anda peduli dengan pasangan Anda, misalnya dengan menggenggam tangan atau merangkul sambil mendengarkan pasangan bercerita.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Yang jelas, kabar bahwa tidur pakai bra bisa menyebabkan kanker payudara, itu sama sekali tidak benar. Tapi, apakah ini berarti kita boleh tidur pakai bra?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhubungan seks setelah operasi caesar

Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pijat prostat

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nafsu seks

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit